Minggu, 19 Juni 2016

RANU KLAKAH, DAMAI DI KAKI GUNUNG LEMONGAN

Gunung Lemongan berdiri tegak di sana. Air danau ada di bawahnya.Melihat air keperakan, juga aktivitas petani keramba saat matahari terbit adalah anugerah tak ternilai. Akankah 10 tahun lagi keelokannya masih sama? Atau, sudah pupus karena kehilangan air hari ke hari?   
rute ranu klakah
danau ranu klakah saat matahari terbit

wisata lumajang
ranu klakah lumajang

Ranu Klalah merupakan danau alami terbesar di Jawa Timur. Letaknya di Tegalrandu Kecamatan Klakah, Lumajang, Jawa Timur. Ranu itu artinya danau. Jadi, Ranu Klakah berarti Danau Klakah. Kemolekan dan kesan menentramkan dari danau inilah yang membuat banyak orang tertarik ke sini. Oh ya, Ranu Klakah biasanya merupakan titik tolak para traveller sebelum menuju Ranu Bedali dan Ranu Pakis. Dari Ranu Klakah ke kedua Ranu ini hanya sekitar 15 menit waktu tempuh. Maka jangan lewatkan kedua Ranu ini juga kalau masih ada waktu.

Berkunjung ke ranu-ranu ini cukup pergi ke utara dari Kota Lumajang. Jalannya cukup mulus untuk sampai ke sini. 

Pagi hari adalah saat tepat untuk menikmati danau ini. Saya bersyukur pernah hadir dan menginap di sebuah hotel di dekat Ranu Klakah. Sebelum matahari terbit saya bejalan-jalan menyusuri danau dan tebing-tebing tempat berumah para nelayan.  

Memang, di sekitar kawasan Ranu Klakah juga dibangun fasilitas bagi wisatawan seperti Hotel, Perahu yang dapat disewakan untuk mengelilingi danau, Lapangan tenis, dan taman untuk tempat berkumpul dan menikmati suasana ditempat ini. Di danau betebaran keramba nelayan. Menjelang matahari terbit kulihat beberapa perahu ditengah danau. Sementara di sebuah sisi yang lain dari danau tersebut, anak-anak mandi bergembira. 

Di Ujung gang-gang perkampungan di sekitar Danau Ranu Klakah, para ibu menjual ikan danau dengan harga yang sangat terjangkau.  

Sedikit siang, warung-warung di sekitar danau mulai buka. Warung tersebut khas desa setempat. Sajian ikan danau dapat kita nikmati . Seringkali warung-warung tersebut juga menyajikan pisang agung rebus (pisang lokal) yang nikmat. Atau kalau lagi musim, kita bisa mencicipi buah nangka yang nikmat.

wisata lumajang
ranu klakah lumajang
wisata lumajang
ranu klakah lumajang
wisata lumajang
ranu klakah lumajang

Jumat, 10 Juni 2016

PULAU MERAH YANG WOW KEREN

Pantai Pulau Merah di Banyuwangi sempurna bagi banyak orang. Sempurna bagi para pasangan yang romantis. Sempurna bagi anak-anak dan keluarga, bahkan sempurna bagi para peselancar tingkat pemula untuk latihan. Karena nggak banyak karangnya sebagaimana G-land atau Plengkung di Alas Purwo, yang juga di Banyuwangi. Beberapa kejuaraan selancar tingkat internasional bahkan pernah diselenggarakan di Pulau Merah. 
wisata banyuwangi
bukit segitiga itulah pulau merah
wisata banyuwangi
pasir halus pantai pulau merah
 Saya akui, Pantai Pulau Merah memang indah. Pasir halusnya yang putih berpadu dengan air laut dan langit sangat elok dipandang. Yang paling saya sukai adalah, selain pulau kecil yang dinamai Pulau Merah tersebut, di sekitarnya terdapat karang-karang dan bukit-bukit kecil yang seperti menyembul indah dari dalam air. 
 
Tak hanya itu keindahannya. Nun jauh di sana, saya bisa melihat Gunung Tumpang Pitu yang elok. Paling pas menikamti keindahannya adalah saat matahari hampir tenggelam. Sunset di sini mirip di Kuta, Bali. 

Siang itu, di pantai ini saya melihat 5 anak berselancar (surfing). Selesai berselancar saya tanya, dari mana mereka, ternyata dari Banyuwangi saja. Tentu ini menggembirakan mengingat, dulu, cuma anak yang bermukim di pantai seperti Bali yang handal berselancar karena sering bertemu turis peselancar dan diajari. Kini bahkan anak-anak Banyuwangi pun sudah mampu bercanda dengan ombak.

MITOS DAN ASAL-USUL PULAU MERAH
Saya sebenarnya heran, kenapa lokasi ini dinamai Pantai Pulau Merah. Dulu, namanya Pantai Ringin Pitu karena konon ada pohon beringin berjumlah tujuh. Tapi belakangan  jadi Pantai Pulau Merah. Nama Pulau Merah sendiri menunjuk pada bukit yang bentuknya seperti gunung kecil, menyembul di atas air. Daratan dari bukit ini warnanya semu kemerahan. Konon di Pulau Merah pula terdapat sekumpulan kelelawar berwarna merah yang berdiam di gua. Bila manusia berhasil masuk ke gua ini, dipercaya akan mendapat rezeki melimpah.

Mitos lain adalah paku bumi dari emas yang tertanam di Pulau Merah. Paku bumi inilah yang akhirnya menyebabkan Pulau Merah memiliki kandungan emas. Kebenarannya masih harus dibuktikan lagi.

Kalau pantai lagi surut, kita bisa jalan kaki ke bukit pulau merah. Kalau ingin ke sana pas air pasang, bisa naik perahu nelayan. Kalau hanya ingin bersantai menikmati hembusan angin sambil melihat-lihat pantai, terdapat deretan kursi malas lengkap dengan payung yang menaungi. Anda tinggal membayar Rp 20.000 dan kursi itu bisa Anda nikmati.

Di sekitar Pantai Pulau Merah masih banyak terdapat rerimbunan pohon dan tumbuhan pandan pantai yang besar dan elok. 

Di tempat-tempat tersebut penduduk setempat menawarkan makanan dan minuman untuk pengunjung.Istimewanya, ada pula Pura di sekitar Pulau Merah. Pada saat-saat tertentu umat Hindu melangsungkan ritual mekiyis di sini.


LOKASI PULAU MERAH
Alamat: Desa Sumber Agung, Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi, Jawa Timur.
Dari pusat Kota Banyuwangi, jarak tempuh sekitar 2,5 jam (80-an km).
Bila naik kendaraan umum, ambil jurusan Pesanggaran. Dari situ naik ojek ke Pulau Merah.
Kalau dari Jember, ambil jurusan terminal Jajag, lanjutkan ke Pesanggaran dan naik ojek ke Pulau Merah.
rute pulau merah
suasana pantai pulau merah yang damai

rute pulau merah


pulau merah (red island)


Selasa, 07 Juni 2016

NYANYIAN OMBAK DAN KULINER MANTAP PANTAI TAMBAKREJO BLITAR

Benar, Pantai Tambakrejo Blitar selalu ngangeni. Kangen anginnya, kangen deru ombaknya, kangen lihat perahu-perahunya, dan yang pasti, kangen kulinernya yang muantaaaap!

wisata pantai blitar
suatu siang di Pantai Tambakrejo Blitar 
Orang Blitar sangat mengenal Pantai Tambakrejo. Tapi mereka biasanya bilang Tambak. "Ayo ke Tambak", itu artinya ya ke Pantai Tambakrejo, pantai legendaris di mana saban tahun sekali, sejak zaman bahuela sampai kini merupakan pusat larung sesaji.

Pasirnya putih semu coklat susu, memanjang sampai 10 km. Di sisi timur berdiam karang tinggi menjorok, yang memisahkan pantai ini dengan pantai sebelah. Namanya Pantai Gondomayit yang juga sangat elok. (lebih jauh tentang Pantai Gondomayit, klik link ini)
Yang namanya pantai selatan Pulau Jawa, pasti ombaknya besar dan bergulung-gulung. Itu sebabnya banyak penyuka surfing ke sini untuk menjajal ombak. Tempo hari saya bertemu warga Australia yang berusia 60-an, namun masih kuat menjajal ombak di sini. Saking senangnya dengan lingkungan Pantai Tambakrejo, dia bahkan menyewa gubuk kecil tempat peristirahatan. Sehabis berenang dan surfing, dia main gitar dan membaca di gubuknya, dekat warung ikan yang masakannya enak banget. 

wisata pantai blitar
pantai tambakrejo jelang tengah hari
Sebenarnya saya tidak terlalu senang piknik pantai yang dikunjungi banyak orang. Saya senang pantai yang sepi, karena pastinya enak dinikmati dan nggak banyak sampah. Tapi Pantai Tambakrejo yang merupakan pantai favorit bila kita berwisata di Blitar, punya daya tarik mak jleb buat saya. Apa pasal? 

Karena,  
  • Pertama, keindahan airnya yang biru, berpadu dengan pasirnya yang putih benar-benar eksotik.  
  • Kedua, karena di sini juga merupakan tempat nelayan berkegiatan. Sangat asyik berbincang dengan mereka soal keseharian. Maka tidak aneh manakala kita melihat perahu-perahu nelayan nangkring di sekitar pasir. Kita bisa memanfaatkannya untuk selfie-selfie. Atau kita juga bisa melihat pembuatan kapal nelayan di sini.  
  •  Ketiga, tempat pelelangan ikan juga dipusatkan di sini. Maka kita bisa nyangking ikan segar atau ikan bakaran pas kita pulang dari pantai. Harganya murah meriah.  
  • Keempat, wisata kulinernya mak nyus banget. Warung-warung yang menghadap pantai ini menyajikan aneka masakan ala kampung nelayan yang enak.  
  • Kelima, anak saya yang belum genap 6 tahun sangat menikmati bermain air di salah satu sudut aman pantai  ini, yakni di sisi timur dekat perbukitan dimana aliran air pantai membentuk sungai kecil dan bermain di sini sangat aman. Nggak usah takut terbawa ombak pantai selatan yang seringkali ganas.  
  • Keenam, pantai ini bersebelahan dengan pantai lain, yakni Pantai Gondomayit dan cuma dipisahkan oleh gunungan karang yang tinggi dan terjal. Cocok untuk tracking. Jadi, kalau lagi di Pantai Tambakrejo, kita juga bisa berkunjung ke Pantai Gondomayit yang masih sepi wisatawan. 

Pendeknya, saya sangat suka pantai ini dan kalau sedang berkunjung ke Blitar selalu ingat pantai ini meski karena kesibukan seringkali nggak bisa ke sini. 

wisata pantai blitar
pantai tambakrejo : tempat bermain keluarga yang asyik


Harga Persaudaraan
wisata pantai blitar
kuliner ala pantai tambakrejo blitar

Menikmati keindahan Pantai Tambakrejo sebaiknya pada saat-saat matahari terbit ataupun tenggelam, karena akan sangat luar biasa dibandingkan waktu-waktu lain. Namun untuk menikmati masakan-masakan yang ada di sini, sebaiknya ya saat siang. Jenis-jenis masakannya sangat variatif. Mulai dari bakaran ikan, rica-rica, hingga soup kepala, semua disajikan dengan harga persaudaraan. 

Ini harga tahun 2016 ya. Saya, suami, dan anak memesan 3 ikan bakar komplit dengan nasi, sambal, dan lalapan, kelapa muda utuh, es kelapa muda di gelas besar, dan es teh. Yang kami bayar Rp 44 ribu. Kelapa muda utuh yang di sebuah pantai di Banyuwangi saya bayar per bijinya Rp 10.000, di Pantai Tambakrejo hanya Rp 8.000. Demikian juga harga sepiring nasi dengan ikan bakar komplit hanya Rp 8000 - 9000 tergantung jenis dan besar kecilnya ikan. Pokoknya, kuliner di pantai ini tidak bakalan bikin kantong bolong. 


TPI Pantai Tambakrejo Blitar
Jangan lupa singgah di Tempat Pelelangan Ikan Pantai Tambakrejo karena pastinya Anda akan senang di sini, melihat berbagai jenis ikan dipotong, ditimbang, dan dijajakan. TPI ini umumnya menjadi jujukan pengunjung usai mereka puas menjelajah Pantai Tambakrejo. Saya tak lupa membeli ikan bakaran di sini. Untuk satu ikan bakaran utuh berharga Rp 5000. Untuk ikan bakaran potong Rp 2000. Kalau mau beli telur ikan bisa. Satu bungkus (dibungkus daun pisang) seharga Rp. 5000. Kalau mau beli ikan segar pun yang jual berderet-deret. 

wisata pantai blitar
pantai tambakrejo blitar : ikan bakaran, enak dan harga relatif murah


wisata pantai blitar
suasana tempat lelang ikan di pantai tambakrejo

Lokasi 
Pantai Tambakrejo ada di Desa Tambakrejo, Kecamatan Wonotirto, Kabupaten Blitar, Jawa Timur 
30 km dari Kota Blitar (ditempuh dalam waktu satu jam)

Rute 
Untuk ke Pantai Tambakrejo, dari Kota Blitar harap menuju ke Selatan, ambil jalur Kademangan dan Tulungagung. Di jembatan dan pertigaan Kademangan terdapat papan petunjuk Pantai Tambakrejo. Ikuti, sampai ke Pantai Tambakrejo. 

Harga Tiket Masuk
Rp 2000 

wisata pantai blitar
pembuatan kapal nelayan di pinggir pantai

wisata pantai blitar
pantai tambakrejo dari balik bukit gondomayit


MENDAKI KARANG TERJAL DEMI PANTAI GONDOMAYIT

Namanya serem. Pantai Gondomayit. Tapi moleknya luar biasa. Pasir, karang, ombak dan semuanya paduan yang oke. Dan di atas semua itu, pantai ini belum banyak terjamah. Kabupaten Blitar, Jawa Timur memang cakep!

pantai gondomayit blitar
pantai gondomayit tampak dari atas bukit
pantai gondomayit blitar
pantai gondomayit blitar
pantai gondomayit blitar
jelajah bukit curam menuju lokasi pantai gondomayit
pantai gondomayit blitar
pantai gondomayit tinggal beberapa langkah dari atas bukit
pantai gondomayit blitar
satu dari dua gubug berteduh di bukit gondomayit blitar
Di Blitar Selatan, sebuah bukit membelah pantai. Belahan barat bernama Pantai Tambakrejo. Yang timur bernama Gondomayit (lazim juga disebut Pasetran Gondomayit). Keduanya sama-sama elok. Namun pasir Pantai Tambakrejo tampak lebih kecoklatan, sedangkan Gondomayit pasirnya lebih putih dan halus.

Gondomayit itu artinya bau mayat. Dinamai begini karena dalam sejarahnya, konon di pantai ini pernah banyak ditemukan mayat sehingga berbau.

Sudah lama saya mengenal nama Pantai Gondomayit. Namun belum juga ke sono meskipun berkali-kali ke Pantai Tambakrejo. Pikir saya, pantai Tambakrejo sangat bagus dan enak untuk berwisata kuliner. Sehingga, bukit indah yang tampak menjorok di sebelah timur Pantai Tambakrejo selalu cuma saya pandangi sambil makan ikan bakar dan menghirup udara laut.  

Namun tidak kali itu. Suami ingin ke pantai seberang, yakni Pantai Gondomayit. Akhirnya saya dan anak saya yang masih belum genap 6 tahun ikut. Apa salahnya lihat pantai seberang bukit. Juga, hitung-hitung olahraga juga karena lama nggak olahraga. 

Untuk mencapai bukit itu, kami lebih dulu harus menerabas air yang mengalir di pantai kecil yang mirip sungai. Kami pun mendaki bukit curam itu saat matahari ada di atas ubun-ubun. Saat musim kemarau begini kami nggak perlu harus sangat berhati-hati menjejakkan kaki.

Alang-alang dan rerumputan di sekitar kami tampak kecoklatan karena terus mandi matahari. Putri kami tampak senang diajak mendaki begini. Nggak ada capeknya anak ini. Lihat ibunya sudah ngos-ngosan dia tertawa-tawa).

Seperempat jam kami tiba di sebuah gubug peristirahatan di puncak bukit. Kami beristirahat di situ. Ada beberapa traveller yang juga beristirahat bersama kami. Kata suami saya ini masih setengah perjalanan. Tapi selebihnya jalanan menurun.

Kami turun dan turun. Meski musim panas begini, jalanan turun ternyata nggak mudah juga karena sebagian jalan tidak berbatu melainkan seperti tanah yang licin. Kadang turunan yang sangat curam membuat saya harus duduk untuk menuruninya.  

Sampai akhirnya kami mendengar deru ombak. Dari semak-semak kami bisa melihat bentang pantai yang bagus nian. Pasirnya tampak putih, ombaknya berkejaran di airnya yang tampak biru. Sementara, langit di atasnya sangat cerah. Sungguh karunia luar biasa. Perjalanan setengah jam sangat tidak sia-sia. Capek jadi hilang. Kami pun mempercepat langkah agar lekas sampai.

Pantai ini luar biasa indahnya. Dan yang paling saya suka, meski ini Sabtu, yang berkunjung cuma beberapa. Mungkin karena aksesnya sulit, orang jadi ogah ke sini. Hanya orang-orang tertentu saja, yang niat, yang akan sampai ke sini.

Kali itu saya tidak melihat penjual makanan dan minuman di sini. Maka kalau mau ke Pantai Gondomayit, siapkan perbekalan kalau tak inngin kehausan dan kelaparan. Oh ya, karang-karangnya sangat eksotik. Sebagian membentuk gua-gua cantik.

Sayangnya, pantai indah ini diusili pengunjung. Kulihat ada batu karang yang disemprot warna dan diberi tanda. Mungkin ingin menunjukkan identitas. Juga, meski sepi pengunjung, tetap saja kutemukan 3 sampah botol-botol plastik yang tidak dibawa pulang oleh pengunjung.

Harusnya, para pengunjung menjaga kebersihan pantai ini. Jangan tinggalkan apa pun selain jejak kaki.

Lokasi Pantai Gondomayit 
Desa Tambakrejo, Kecamatan Wonotirto, Kabupaten Blitar, Jawa Timur
30 km dari Kota Blitar (ditempuh dalam waktu satu jam)

Rute ke Pantai Gondomayit
Dari Kota Blitar menuju ke Selatan, ambil jalur Kademangan dan Tulungagung. Di jembatan dan pertigaan Kademangan terdapat papan petunjuk Pantai Tambakrejo. Ikuti, sampai ke Pantai Tambakrejo. Lihat bukit di sebelah Timur. Naiklah bukit itu. Di balik bukit terdapat Pantai Gondomayit. Parkir kendaraan Anda di Pantai Tambakrejo dan nikmati wisata kuliner di sini juga.

pantai gondomayit blitar
pantai godomayit sudah dekat. 
pantai gondomayit blitar
karang elok pantai gondomayit
pantai gondomayit blitar
karang elok pantai gondomayit
pantai gondomayit blitar
pantai gondomayit blitar : asyik man pasir
pantai gondomayit blitar
pantai gondomayit blitar : putih halus pasirnya
PANTAI TAMBAKREJO BLITAR (LIHAT LINK INI)

Senin, 06 Juni 2016

PENGALAMAN KE CANDI GAMBAR WETAN, KEMILAU TERSEMBUNYI DARI ZAMAN MAJAPAHIT

Okelah, katakan saja, candi Gambar Wetan ini menakjubkan karena letaknya di lereng Gunung Kelud. Udaranya pun fresh. Tapi jangan harap sampai di tempat ini kalau nggak cukup nyali. Kenapa? 

candi gambar wetan blitar
candi gambar wetan :  bertemu para pecinta ritual candi
Warga setempat menyebutnya Candi Nggambar Wetan. Tapi dalam referensi disebut Candi Gambar Wetan. Dinamakan begini karena berdiam di Desa Gambar sebelah timur (wetan: istilah Bahasa Jawa). Sampai sekarang lokasi ini cukup terpencil dan relatif jauh dari permukiman warga (2,5 km).

Dalam sejarah, lokasi Candi Gambar Wetan diyakini sebagai tempat peristirahatan Prabu Hayam Wuruk dan raja-raja Majapahit lainnya dalam perjalanannya menuju Gunung Kelud ataupun Candi Penataran, candi terbesar di Blitar. 

Sebagai tempat tetirah zaman dulu, memang sangat pas karena tampak sangat ciamik. Sejauh mata memandang, terutama dari atas bukit, pohon-pohon tampak indah. Zaman sekarang saja tenang dan indah, apalagi zaman dulu. Diperkirakan Candi ini dibangun pada 1272 M.

Kini, wilayah ini ada di dalam Perkebunan Gambar Anyar yang komoditas andalannya cengkeh, kakao (coklat), tebu dan karet. Sepanjang jalan yang kita lalui, jajaran tanaman komesial ini selalu menyapa. Sebetulnya pohon-pohon inilah yang kalau kita lihat dari atas bukit yang sangat tinggi, misalnya dari bukit telletubies, seperti gundukan rumput menghijau dan berbukit-bukit. Ada juga spot-spot yang  tampak memutih indah di beberapa bagian, yang berasal dari bunga-bungaan tanaman perkebunan yang lagi mekar. 

Jangan dibayangkan Candi Gambar Wetan memiliki tampilan sebagaimana candi-candi lain. Candi ini relatif baru ditemukan dan digali. Hasil penggaliannya masih relatif sedikit. Entah sampai kapan penggalian ini berakhir. Temuan-temuan seperti patung Mbah Bodo yang ada di pintu masuk menuju puing-puing candi, batu-batu relief, menjadi pajangan yang kita lihat masih belum lengkap.

Meski demikian, candi ini menjadi alternatif wisata Anda di Kabupaten Blitar. Jadi, jangan cuma mengunjungi Candi Penataran dan Bukit Teletubbies. Kalau stamina prima, Anda bisa kunjungi Candi Gambar Wetan, yang masih satu kecamatan dengan kedua spot wisata ini, yakni di Kecamatan Nglegok. (WISATA BUKIT TELETUBBIES, DESA SUMBER ASRI BLITAR, LIHAT LINK INI)

Buat Anda penyuka wisata spiritial dan sejarah, ini lokasi tepat. Buat penyuka pemandangan indah, saya nggak promosi, cobalah ke sini. Anda akan berdecak kagum dengan bukit-bukit di sini. Buat yang gemar mendaki, sungguh lokasi ini jangan dilewatkan. Atau bila Anda penggemar wisata off-road,  Gambar Wetan cukup mengguncang nyali,

Ya, mengguncang nyali. Kalau Anda tidak punya keinginan kuat ke sini, dijamin nggak akan  sampai ke sini. Baru seperempat atau separo jalan, akan berbalik karena melewati jalanan berkelok-kelok, terjal, berpasir campur geragal. Apalagi kalau musim hujan, nggak mudah mencapai candi ini. 

Dengan mobil? Bukannya tidak bisa. Namun disarankan perjalanan dilakukan dengan motor atau sepeda. Syukur kalau Anda punya motor jenis trail. Jalanan di sini menikung-nikung curam dan sempit. Motor kami yang berjenis matic berkali-kali terjerembab di pasir dan sulit untuk mengeluarkannya. Padahal musim lagi kemarau. 

LOKASI
Desa Gambar, Kecamatan Nglegok, Kabupaten Blitar (3,5 km dari patung garuda, Desa Sumberasri)

RUTE: 
Dari Surabaya ke Candi Gambar Wetan: 4 jam perjalanan. 
Dari Malang ke Candi Gambar Wetan: 2 jam perjalanan.
Dari Kota Blitar ke Candi Fambar Wetan: 15 km, sejam perjalanan (karena jalanan tidak mudah dilewati).
Dari Candi Penataran: 7 km ke utara.

Dari pusat kota Blitar, ke arah utara, menuju kecamatan Nglegok. Sebelum pintu Gerbang tiket masuk Candi Penataran, terdapat papan petunjuk Candi Gambar Wetan. Diikuti saja. Kalau ragu, kami tanya ke orang, di mana perkebunan nggambar. Persawahan dan kebun-kebun menjadi pemandangan utama. Lantas, motor kami akan melewati pintu air kecil yang cukup sulit dilewati. Setelah ini, di kiri jalan terdapat perkebunan pepaya. Sampailah ke pintu gerbang perkebunan Gambar Anyar. Tapi jangan senang dulu karena setelah ini perjalanan cukup sulit. Medannya sempit berpasir dan berbatu-batu. Akhirnya... sampailah ke Candi Gambar Wetan. Semua pengunjung wajib mengisi buku tamu. Nggak ditarik retribusi di sini. (INI RUTE YANG PALING MUDAH). 

**



Saya akan sharingkan perjalanan kami dari Bukit Teletubbies Blitar ke Candi Gambar Wetan yang rumit, lebih rumit daripada rute di atas. Dari bukit Teletubbies kami memang ingin banget ke Candi Gambar Wetan karena katanya sih, tak cuma bisa belajar sejarah, namun pemandangannya sangat aduhai. 

Kami tanya ke penduduk di sekitar Bukit Teletubbies. Semua sepakat perjalanannya sulit. Mereka memberikan rute-rute yang berlainan demi sampai ke sini. Akhirnya kami bawa pemandu, yang tampaknya masih bocah, namun cukup piawai naik motor. "Oke, saya pandu ke sana," katanya. 

Tanpa banyak kata, motor kami mengikuti pemandu yang ongkosnya kata dia "seiklasnya". Ternyata kami diajak menembus perkebunan dengan tanaman rapat-rapat, bahkan seringkali bukan untuk jalan motor. Terkadang kami menembus alang-alang. Anak kami yang masih berusia 5 tahun dan memakai celana 3/4 kakinya sampai lecet-lecet.  Yang paling bikin kami lumayan ngeri adalah, dia seringkali melewatkan kami pada tebing-tebing curam. Di kiri kami bukit sedangkan di kanan kami jurang. Jalanan berkerikil campur pasir. Meski perjalanan ini cuma sekitar 30 menit, tapi ngeri juga mengingat anak kami ikut serta. 

Poin yang ingin saya sharingkan adalah, rute menuju candi ini ada beberapa. Cari yang termudah, yakni yang lewat pintu air kecil dan kebun pepaya sebagaimana saya terangkan di atas. Jangan lewat rute lain. Kami pulang dari Candi Gambar Wetan melewati rute kebun pepaya ini. Meskipun juga cukup sulit, tapi nggak semenegangkan rute pertama.

Kalau nggak mau risiko, carilah pemandu dan tanyakan alternatif-alternatif rutenya, berikut kelebihan dan kekurangannya.

**
Perjalanan yang cukup menguras fisik dan psikis ini terobati ketika sampai di candi. Pohon-pohon, bunga-bunga mawar dan tanaman-tanaman indah di kompleks candi yang berbukit-bukit ini seakan menuntaskan segala lelah. Aku mengisi buku tamu. Tidak ada tarikan dana untuk pengunjung. Patung yang konon bernama Mbah Bodo menyambut. Kulihat pohon pule besar. Ada tangga dari batu di sana. Setelah menuntaskan tangga terakhir, sampailah pada lingkungan candi utama, yang sebetulnya sebagian besar masih terpendam akibat erupsi Gunung Kelud.

Siang itu kami melihat kegiatan syuting dilakukan di lokasi ini. Dari atas bukit candi, bisa kami saksikan pula pemandangan di bawah kami, Kali Badak, yakni penambangan pasir.

Di sini kami bertemu dengan rombongan spiritualis yang berdoa di reruntuhan candi yang diatur rapi. Mereka berbaju hitam dan menyalakan dupa. Kami berbincang sebentar dan mereka pun melanjutkan perjalanan naik bukit menghijau. Bau dupa mereka lamat-lamat tercium oleh kami.

LIHAT JUGA ARTIKEL DI LINK INI: CANDI DI BLITAR HARUSNYA TAK CUMA UNTUK KLANGENAN

candi gambar wetan blitar
candi gambar wetan, blitar: lokasi penggalian puing candi

candi gambar wetan blitar
candi gambar wetan, blitar : reruntuhan candi diatur rapi

candi gambar wetan blitar
candi gambar wetan, blitar : nikmati udara sejuk dan fresh 

candi gambar wetan blitar
candi gambar wetan, blitar : juga dipakai syuting

candi gambar wetan blitar
candi gambar wetan, blitar: anak-anak tangga batu kuno

candi gambar wetan blitar
candi gambar wetan : nikmati udara segar