Senin, 06 Juni 2016

PENGALAMAN KE CANDI GAMBAR WETAN, KEMILAU TERSEMBUNYI DARI ZAMAN MAJAPAHIT

Okelah, katakan saja, candi Gambar Wetan ini menakjubkan karena letaknya di lereng Gunung Kelud. Udaranya pun fresh. Tapi jangan harap sampai di tempat ini kalau nggak cukup nyali. Kenapa? 

candi gambar wetan blitar
candi gambar wetan :  bertemu para pecinta ritual candi
Warga setempat menyebutnya Candi Nggambar Wetan. Tapi dalam referensi disebut Candi Gambar Wetan. Dinamakan begini karena berdiam di Desa Gambar sebelah timur (wetan: istilah Bahasa Jawa). Sampai sekarang lokasi ini cukup terpencil dan relatif jauh dari permukiman warga (2,5 km).

Dalam sejarah, lokasi Candi Gambar Wetan diyakini sebagai tempat peristirahatan Prabu Hayam Wuruk dan raja-raja Majapahit lainnya dalam perjalanannya menuju Gunung Kelud ataupun Candi Penataran, candi terbesar di Blitar. 

Sebagai tempat tetirah zaman dulu, memang sangat pas karena tampak sangat ciamik. Sejauh mata memandang, terutama dari atas bukit, pohon-pohon tampak indah. Zaman sekarang saja tenang dan indah, apalagi zaman dulu. Diperkirakan Candi ini dibangun pada 1272 M.

Kini, wilayah ini ada di dalam Perkebunan Gambar Anyar yang komoditas andalannya cengkeh, kakao (coklat), tebu dan karet. Sepanjang jalan yang kita lalui, jajaran tanaman komesial ini selalu menyapa. Sebetulnya pohon-pohon inilah yang kalau kita lihat dari atas bukit yang sangat tinggi, misalnya dari bukit telletubies, seperti gundukan rumput menghijau dan berbukit-bukit. Ada juga spot-spot yang  tampak memutih indah di beberapa bagian, yang berasal dari bunga-bungaan tanaman perkebunan yang lagi mekar. 

Jangan dibayangkan Candi Gambar Wetan memiliki tampilan sebagaimana candi-candi lain. Candi ini relatif baru ditemukan dan digali. Hasil penggaliannya masih relatif sedikit. Entah sampai kapan penggalian ini berakhir. Temuan-temuan seperti patung Mbah Bodo yang ada di pintu masuk menuju puing-puing candi, batu-batu relief, menjadi pajangan yang kita lihat masih belum lengkap.

Meski demikian, candi ini menjadi alternatif wisata Anda di Kabupaten Blitar. Jadi, jangan cuma mengunjungi Candi Penataran dan Bukit Teletubbies. Kalau stamina prima, Anda bisa kunjungi Candi Gambar Wetan, yang masih satu kecamatan dengan kedua spot wisata ini, yakni di Kecamatan Nglegok. (WISATA BUKIT TELETUBBIES, DESA SUMBER ASRI BLITAR, LIHAT LINK INI)

Buat Anda penyuka wisata spiritial dan sejarah, ini lokasi tepat. Buat penyuka pemandangan indah, saya nggak promosi, cobalah ke sini. Anda akan berdecak kagum dengan bukit-bukit di sini. Buat yang gemar mendaki, sungguh lokasi ini jangan dilewatkan. Atau bila Anda penggemar wisata off-road,  Gambar Wetan cukup mengguncang nyali,

Ya, mengguncang nyali. Kalau Anda tidak punya keinginan kuat ke sini, dijamin nggak akan  sampai ke sini. Baru seperempat atau separo jalan, akan berbalik karena melewati jalanan berkelok-kelok, terjal, berpasir campur geragal. Apalagi kalau musim hujan, nggak mudah mencapai candi ini. 

Dengan mobil? Bukannya tidak bisa. Namun disarankan perjalanan dilakukan dengan motor atau sepeda. Syukur kalau Anda punya motor jenis trail. Jalanan di sini menikung-nikung curam dan sempit. Motor kami yang berjenis matic berkali-kali terjerembab di pasir dan sulit untuk mengeluarkannya. Padahal musim lagi kemarau. 

LOKASI
Desa Gambar, Kecamatan Nglegok, Kabupaten Blitar (3,5 km dari patung garuda, Desa Sumberasri)

RUTE: 
Dari Surabaya ke Candi Gambar Wetan: 4 jam perjalanan. 
Dari Malang ke Candi Gambar Wetan: 2 jam perjalanan.
Dari Kota Blitar ke Candi Fambar Wetan: 15 km, sejam perjalanan (karena jalanan tidak mudah dilewati).
Dari Candi Penataran: 7 km ke utara.

Dari pusat kota Blitar, ke arah utara, menuju kecamatan Nglegok. Sebelum pintu Gerbang tiket masuk Candi Penataran, terdapat papan petunjuk Candi Gambar Wetan. Diikuti saja. Kalau ragu, kami tanya ke orang, di mana perkebunan nggambar. Persawahan dan kebun-kebun menjadi pemandangan utama. Lantas, motor kami akan melewati pintu air kecil yang cukup sulit dilewati. Setelah ini, di kiri jalan terdapat perkebunan pepaya. Sampailah ke pintu gerbang perkebunan Gambar Anyar. Tapi jangan senang dulu karena setelah ini perjalanan cukup sulit. Medannya sempit berpasir dan berbatu-batu. Akhirnya... sampailah ke Candi Gambar Wetan. Semua pengunjung wajib mengisi buku tamu. Nggak ditarik retribusi di sini. (INI RUTE YANG PALING MUDAH). 

**



Saya akan sharingkan perjalanan kami dari Bukit Teletubbies Blitar ke Candi Gambar Wetan yang rumit, lebih rumit daripada rute di atas. Dari bukit Teletubbies kami memang ingin banget ke Candi Gambar Wetan karena katanya sih, tak cuma bisa belajar sejarah, namun pemandangannya sangat aduhai. 

Kami tanya ke penduduk di sekitar Bukit Teletubbies. Semua sepakat perjalanannya sulit. Mereka memberikan rute-rute yang berlainan demi sampai ke sini. Akhirnya kami bawa pemandu, yang tampaknya masih bocah, namun cukup piawai naik motor. "Oke, saya pandu ke sana," katanya. 

Tanpa banyak kata, motor kami mengikuti pemandu yang ongkosnya kata dia "seiklasnya". Ternyata kami diajak menembus perkebunan dengan tanaman rapat-rapat, bahkan seringkali bukan untuk jalan motor. Terkadang kami menembus alang-alang. Anak kami yang masih berusia 5 tahun dan memakai celana 3/4 kakinya sampai lecet-lecet.  Yang paling bikin kami lumayan ngeri adalah, dia seringkali melewatkan kami pada tebing-tebing curam. Di kiri kami bukit sedangkan di kanan kami jurang. Jalanan berkerikil campur pasir. Meski perjalanan ini cuma sekitar 30 menit, tapi ngeri juga mengingat anak kami ikut serta. 

Poin yang ingin saya sharingkan adalah, rute menuju candi ini ada beberapa. Cari yang termudah, yakni yang lewat pintu air kecil dan kebun pepaya sebagaimana saya terangkan di atas. Jangan lewat rute lain. Kami pulang dari Candi Gambar Wetan melewati rute kebun pepaya ini. Meskipun juga cukup sulit, tapi nggak semenegangkan rute pertama.

Kalau nggak mau risiko, carilah pemandu dan tanyakan alternatif-alternatif rutenya, berikut kelebihan dan kekurangannya.

**
Perjalanan yang cukup menguras fisik dan psikis ini terobati ketika sampai di candi. Pohon-pohon, bunga-bunga mawar dan tanaman-tanaman indah di kompleks candi yang berbukit-bukit ini seakan menuntaskan segala lelah. Aku mengisi buku tamu. Tidak ada tarikan dana untuk pengunjung. Patung yang konon bernama Mbah Bodo menyambut. Kulihat pohon pule besar. Ada tangga dari batu di sana. Setelah menuntaskan tangga terakhir, sampailah pada lingkungan candi utama, yang sebetulnya sebagian besar masih terpendam akibat erupsi Gunung Kelud.

Siang itu kami melihat kegiatan syuting dilakukan di lokasi ini. Dari atas bukit candi, bisa kami saksikan pula pemandangan di bawah kami, Kali Badak, yakni penambangan pasir.

Di sini kami bertemu dengan rombongan spiritualis yang berdoa di reruntuhan candi yang diatur rapi. Mereka berbaju hitam dan menyalakan dupa. Kami berbincang sebentar dan mereka pun melanjutkan perjalanan naik bukit menghijau. Bau dupa mereka lamat-lamat tercium oleh kami.

LIHAT JUGA ARTIKEL DI LINK INI: CANDI DI BLITAR HARUSNYA TAK CUMA UNTUK KLANGENAN

candi gambar wetan blitar
candi gambar wetan, blitar: lokasi penggalian puing candi

candi gambar wetan blitar
candi gambar wetan, blitar : reruntuhan candi diatur rapi

candi gambar wetan blitar
candi gambar wetan, blitar : nikmati udara sejuk dan fresh 

candi gambar wetan blitar
candi gambar wetan, blitar : juga dipakai syuting

candi gambar wetan blitar
candi gambar wetan, blitar: anak-anak tangga batu kuno

candi gambar wetan blitar
candi gambar wetan : nikmati udara segar

Tidak ada komentar:

Posting Komentar