Selasa, 20 Desember 2016

Alun-alun Blitar, Rumahnya Beringin dan Burung Kuntul

Kota Blitar masih menyisakan banyak "situs hijau". Di antara situs hijau di kota ini yang kusukai adalah pohon-pohon beringin masih dibiarkan tumbuh, berkembang, dan menjadi dewasa, di Alun-alun Kota Blitar. Akar-akarnya sangat eksotik dipandang.

alun-alun-blitar
sulur-sulur beringin di alun-alun blitar

Di alun-alun Blitar, tidak cuma ada satu beringin, namun lebih dari sepuluh. Empat di antaranya berdiam di pinggir jalan utama, tidak di dalam pagar alun-alun. Cobalah datang kemari, lebih-lebih menjelang maghrib. Anda akan merasa homey. 

Memang demikian seharusnya sebuah kota dikelola. Tetap memperhitungkan keberadaan pohon-pohon. Tidak mengalahkannya demi kepentingan manusia yang seringkali tidak berpikir secara berkelanjutan.

Beringin di alun-alun Kota Blitar merupakan rumah yang nyaman bagi para burung. Yang sangat banyak berteduh di sini adalah para serangga. Banyak pula burung yang kata orang Jawa adalah kuntul (burung bangau). Kuntul-kuntul ini, dengan jumlah banyak, menjelang maghrib pulang berbondong-bondong. Yang terbanyak dari arah barat. Sungguh pemandangan yang elok.

Saking banyaknya burung-burung yang bermukim di pohon beringin dekat alun-alun, hidung kita akan merespon bau alami burung dan kotorannya. Umumnya pengunjung tidak terganggu dengan bau burung dan kotorannya.

Kalau kita melongok ke atas, ke arah daun-daun beringin, sebagian daun itu tampak berwarna pucat. Tidak hijau. Daun yang pucat tersebut pastinya sering menjadi tempat kotoran burung-burung. Kotoran-kotoran itu bahkan tidak saja hinggap di daun yang lebat, ranting, atau batang dan sulur-sulur beringin, namun juga sampai ke jalan-jalan. Untungnya, jalan-jalan yang terkena tai burung tersebut selalu lekas dibersihkan oleh petugas sehingga tidak sampai terkesan jorok.

Pohon-pohon beringin itu, entah berapa kini usianya, mudah-mudahan tidak ditebangi atas nama pembangunan. Mudah-mudahan beringin-beringin itu tetap jadi tempat yang nyaman bagi para burung. Para burung tidak risau karena tempat tinggal mereka hilang ataupun mereka terancam bedil-bedil perusak lingkungan.

Sungguh, sekali lagi saya nyaman berada di Kota Blitar, salah satunya karena beringin-beringinnya yang melindungi hewan-hewan yang kini semakin langka, seperti burung kuntul. Di beberapa kota, burung kuntul ditembaki. Malahan, pernah ada restoran burung kuntul yang kini, entah kenapa telah tutup. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar