Jumat, 30 Desember 2016

APA SAJA SPOT WISATA FAVORIT DI BROMO

Gunung Bromo itu sumber keelokan dan mata air inspirasi bagi siapa saja. Tidak saja bagi wisatawan, namun juga akademisi, peneliti, maupun seniman. Semakin tenar saja tempat piknik ini setelah film Pasir Berbisik yang dibintangi Dian Sastrowardoyo diperkenalkan. 


lokasi favorit bromo
keindahan gunung bromo sehabis erupsi

Sebenarnya Gunung Bromo (2.329 m dpl) hanya salah satu gunung yang terhampar di lautan pasir (Kaldera) yang sangat luas di Pegunungan Tengger. Lautan pasir tersebut seluas 5.920 hektar (sekitar 10 km persegi). Gunung-gunung lain yang juga terdapat di lautan pasir tersebut adalah Gunung Batok (2.440 m dpl), Gunung Widodaren (2.614 m dpl), Gunung Watangan (2601 m dpl), Gunung Kursi (2581 dpl).


Sampai sekarang Gunung Bromo merupakan gunung aktif. Asap putih tampak dari kawah atau kalderanya. Sungguh istimewa. Ada kawah di tengah kawah yang sangat cantik. Itulah Bromo. 

Oh ya, kalau merencanakan perjalanan ke Bromo, jangan lupa tanya, apakah Bromo aman untuk dikunjungi? Karena namanya gunung yang aktif, tentu statusnya kadang berubah dan wisatawan tidak direkomendasikan untuk datang ke sini. Atau, bisa jadi rekomendasinya, wisatawan bisa datang, sepanjang tidak mendekati kawah.

Sebenarnya apa saja nilai jual Bromo untuk wisatawan? Apa saja yang bisa kita lihat di Bromo? 


1. Sunrise Bromo


Sunrise atau matahari terbit yang dilihat dari kawasan Gunung Bromo yang sangat terkenal dan begitu memikat bisa dinikmati di lokasi yang namanya Puncak Pananjakan I. Namun, bila kita datang terlambat ke sini dan Puncak Pananjakan I sudah penuh orang, tentunya tidak mendapat tempat terbaik untuk melihat Sunrise. Ada Alternatif lain, yakni Puncak Pananjakan II. Lokasi lain yang belum begitu populer adalah Bukit Cinta. Dan ada pula Bukit Kingkong.

Lokasi Pananjakan I masih di bagian dari Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TN-BTS) Jawa Timur. Sedangkan Pananjakan II ada di Desa Seruni Sukapura. Pananjakan II ini diresmikan untuk mengantisipasi membludaknya pengunjung Bromo, apalagi saat liburan dan even-even penting di Bromo. Bukit Cinta letaknya di antara Pananjakan I dan II, berjarak 5 km dari Puncak Penanjakan I. 


Bukit Kingkong berlokasi di antara Puncak Pananjakan I dan II, sejauh 2,5 km dari Puncak Pananjakan I. Bukit Kingkong ini lebih rendah dari Puncak Penanjakan I namun lebih tinggi dari Bukit Cinta.  


Untuk melihat Sunrise ini, umumnya wisatawan menyewa jeep atau hartop. Pukul 3 pagi start dari hotel untuk menuju lokasi sunrise. Medan untuk ke Pananjakan I cukup sulit. Tapi nggak usah khawatir karena pengemudi kendaraan sewaan kita sudah bepengalaman mengatasi medan sulit Bromo.


Menurut saya Pananjakan I masih lokasi yang paling elok untuk melihat matahari terbit. Di sini pula kita bisa melihat panorama Gunung Bromo, Gunung Batok, dan Gunung Semeru sekaligus. 


2. Kawah Bromo



Kawah Bromo menjadi daya tarik antara lain karena selalu mengeluarkan kepulan asap putih. Usai melihat sunrise yang indah, wisatawan biasanya melanjutkan perjalanannya menuju Kawah Bromo. Ini ditempuh dari tempat parkir jeep, lantas berjalan kaki sejauh 1,5 km buat sampai ke 250 anak tangga. Saat berjalan kita akan melewati Pura Suku Tengger yang biasanya dipakai untuk melaksanakan upacara Kesada atau Kesodo. Kalau ingin tahu lebih detail soal Sejarah Bromo, adat dan budayanya, lihat link ini

Dari Puncak Kawah Gunung Bromo wisatawan selain menyaksikan gunung Vulkanik yang masih aktif juga melihat lautan pasir Bromo. Dan, spesial, kita bisa menyaksikan Gunung Semeru yang berdiri kokoh. Semeru merupakan Gunung tertinggi di Jawa.


3. Bukit Teletubbies Bromo



wisata bukit teletubbies bromo

Setelah melihat lautan pasir, disarankan melihat pula Savana Bromo yang kini lazim disebut Bukit Teletubbies.  Berbagai wilayah Indonesia punya bukit teletubbiesnya masing-masing. Misalnya, Kabupaten Blitar pun punya Bukit Teletubbies yang elok. Lihat di sini.


Lokasinya di Selatan Gunung Bromo. Penampakan bukitnya mirip dengan yang ada di serial televisi Teletubbies.Bukit Teletubbies di sini dihasilkan dari perpaduan antara tanaman perdu pakis dan rumput-rumput. Tanah di sini berkontur sehingga bertumpuk satu dengan yang lain. 


Keistimewaan Bukit Teletubbies Bromo adalah memiliki latar belakang Gunung Bromo yang indah. Bila kita ada di bukit ini saat matahari terbit, warna bukitnya yang menghijau menjadi agak kekuningan karena pantulan sinar matahari yang kuning keemasan. . 


Bukit Teletubbies Bromo cocok untuk wisata keluarga. Kalau anak-anak ingin berguling-huling, lokasi ini cocok buat mereka. 

Lokasi: Desa Cemoro Lawang, Kec. Sukapura, Kab. Probolinggo, Jawa Timur.

Tips Mengunjungi Bukit Teletubbies:
  • Sinar matahari di padang rumput lekas sampai ke kulit tanpa penghalang. Bawalah pelindung kulit atau sunscreen dan topi. 
  • Bawa air minum karena beraktivitas di sini, entah jalan-jalan atau memotret akan lekas merasa haus. 
  • Jagalah kebersihan. Jangan tinggalkan satu sampah pun di sini.
  • Bawa masker (bila rute melewatilautan pasir bromo 
  • Kunjungan terbaik adalah musim kemarau karena di musim kemarau bunga warna-warni bermekaran dan cuaca yang baik akan sangat mendukung untuk melihat keindahan. 
4. Pasir Berbisik
Umumnya, wisatawan datang ke Pasir Berbisik setelah mengunjungi lokasi Sunrise Pananjakan, dilanjutkan melihat kawah Gunung Bromo, Bukit Savana yang sekarang terkenal dengan nama Bukit Teletubbies. 

Pasir yang terhampar terdengar seakan berbisik lembut bila diterpa angin. Latar belakang Gunung Bromo ataupun Gunung Batok dan yang lain akan membuat foto selfie atau wefie kita sedemikian indah dan artistik.


Asal-usul atau sejarah nama "Pasir Berbisik" berkaitan dengan syuting filmnya Garin Nugroho yang dibintangi Dian Sastrowardoyo. Memang, di lokasi ini, apalagi saat musim kemarau, deru angin yang menimpa pasir seolah berbisik lembut. 



rute bromo
keindahan gunung bromo tampak dari permadani pasir yang luas
Foto-foto: dokumentasi keluarga Bapak Yoyon

Tidak ada komentar:

Posting Komentar