Selasa, 20 Desember 2016

Pantai Sanur, Sejarahnya Romantis dan Mistis

Kali ini saya membicarakan Pantai Sanur, Bali, namun dari sudut pandang kesejarahan. Bagaimana asal-usulnya sehingga Pantai Sanur demikian dikenal dunia? 

matahari terbit sanur
sunrise pantai sanur

Kata "Sanur", sebagaimana yang saya kutip dari blog-sejarah, dijumpai  dalam Prasasti Belanjong berangka tahun 835 Caka (903 Masehi). Nama desa Sanur ditulis saat Sri Kesari Warmadewa mengadakan penyerangan terhadap wilayah Alas Pategaling Magalak (Sanur) di bawah kekuasaan Ugrasena Raja Bali.

Kata Sanur berasal dari kata Saha dan Nuhur, yg berarti memohon datang kepada suatu tempat. Sedangkan menurut para sesepuh, kata Sanur terdiri dari urat kata Sa artinya Satu (Tunggal) dan Nur artinya Sinar (Teja/Cahaya) yang artinya satu sinar mistik yg jatuh di suatu tempat dan tempat jatuhnya sinar mistik itulah menjadi nama Sanur sekarang. Sanur dulu dikuasai kaum Brahmana keturunan Danghyang Dwijendra. Para pendeta ini lantas menyaksikan Alas Pategaling Magalak seakan bersinar sehingga disebut Sanur. Kawasan ini kemudian dijadikan tempat tinggal orang suci dan banyak pula yang menguasai ilmu leak. 


Sampai saat ini pun Sanur juga terkenal di kalangan penggemar dunia mistis, sebagai wilayah yang sangat disegani untuk ilmu leak. Konon orang-orang yang menguasai ilmu leak sering menjajal ilmunya di sini. 


Pada masa kolonial Belanda, Pantai Sanur terkenal sebagai lokasi pendaratan bala tentara Belanda ketika akan menyerang Kerajaan Badung yang dianggap membangkang pada pemerintah kolonial. Perang yang terjadi pada tanggal 18 November 1906 itu kemudian dikenal sebagai Puputan Badung, yaitu semangat perang sampai mati yang dipraktekkan oleh Raja Badung dan pengikut-pengikutnya.

Pantai Sanur mulai terkenal ke kancah internasional sebagai pantai tetirah yang punya pesona dan romantis sejak tahun 1932-an. Adalah A. J. Le Mayeur, seorang pelukis dari Belgia yang memperkenalkan. Le Mayeur memutuskan untuk menetap di Sanur untuk melukis. Le Mayeur kemudian menikah dengan gadis Bali bernama Ni Nyoman Pollok, seorang penari Legong yang terkenal dan merupakan salah satu model lukisannya. Melalui lukisan Le Mayeur, Pantai Sanur mulai dikenal oleh dunia internasional. Saat ini, sanggar lukis tersebut telah menjadi Museum Le Mayeur dan dapat dikunjungi oleh publik. 


Lebih jauh tentang museum Le Mayeur, lihat Link ini.

KISAH KAMAR DI GRAND BALI BEACH YANG TAK TERLAHAP API

Bung Karno turut mewarnai sejarah Pantai Sanur lewat Hotel Bali Beach (namanya sekarang Inna Grand Bali Beach). Hotel ini dibangun tahun 1962 dan diresmikan November 1966. Inilah hotel bertaraf internasional pertama di Bali dan satu-satunya hotel dengan sembilan lantai di Bali (tingginya lebih dari 15 meter). Hotel tertinggi di Bali ini dibangun sebelum adanya ketentuan bahwa bangunan di Bali maksimal tingginya 15 meter atau setinggi pohon kelapa.  

Hotel Bali Beach dibangun atas biaya dari rampasan perang Jepang. Hotel tersebut pernah terbakar pada tanggal 20 Januari 1993. Pada saat hotel tersebut terbakar terjadi keanehan yaitu kamar nomor 327, satu-satunya kamar yang tidak terbakar sama sekali.

Pembangunan hotel Bali Beach Hotel yang sekarang berganti nama jadi Inna Grand Bali Beach tak lepas dari sosok Presiden pertama Sukarno. Saat pembangunan hotel, Bung Karno membuat sebuah kamar khusus yakni kamar 327. 

Selama hidupnya, Bung Karno belum pernah sekalipun menempati kamar 327 tersebut karena saat Bung Karno jatuh, hotel ini belum selesai. Manajemen hotel kemudian tetap menjualnya kepada tamu. 


Tahun 1993 Hotel Grand Bali Beach (namanya seperti itu dulu) terbakar. Anehnya, kamar 327 milik Bung Karno tidak terbakar sama sekali. Konon menurut banyak paranormal, kamar ini sesungguhnya dibangun Bung Karno untuk Kanjeng Ratu Kidul alias Ratu Pantai Selatan (beda Kanjeng Ratu Kidul dengan Nyi Roro Kidul, baca di sini).  

Kini kamar tersebut bisa diakses untuk umum. Kamar tersebut didominasi warna hijau.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar