Senin, 30 Januari 2017

Perkebunan Kopi Karanganyar, Kekinian Berselimut Sejarah

Beberapa perkebunan di Lereng Gunung Kelud, Jawa Timur pastinya jadi tempat piknik menyenangkan buatmu. Tak terkecuali Perkebunan Kopi Karanganyar Blitar. Seberapa asyik sih lokasi piknik ini?

perkebunan kopi karanganyar blitar
benteng yang otentik di perkebunan kopi karanganyar kini dimanfaatkan sebagai cafe.

rute perkebunan kopi karanganyar blitar
salah satu lokasi swafoto yang kekinian di perkebunan kopi karanganyar blitar
Kata buku-buku yang saya baca, sejak zaman kolonial, wilayah perkebunan mana saja di negeri ini sangat asyik dipakai piknik. Tapi dulu yang bisa mengakses cuma masyarakat kelas tertentu. Rata-rata pribumi nggak kepikiran pakansi di perkebunan. Kalaupun kepikiran, mereka toh nggak punya akses. Ngapain mikir muluk, makan saja susah. Lain lagi saat ini. Berbagai obyek wisata banyak terjangkau kantong rakyat. Wisata jadi bagian gaya hidup kekinian. Habis piknik.... cling.... foto pun di-upload, di media sosial. Ada kebanggaan tersendiri saat foto-foto yang instagrammable banjir puja-puji.

Nah, perkebunan-perkebunan besar di sekitar Gunung Kelud Jawa Timur rupanya menangkap tren piknik ini. Mereka kini aktif mengembangkan lahan-lahannya menjadi sangat ramah wisata dan instagrammable. Tinggal dipoles dikit, jadilah obyek wisata baru. Taruhlah Bukit Teletubbies Blitar, yang dikembangkan Perkebunan Sumberasri Blitar yang bagai negeri dongeng dan terus menambah koleksi spot-spot selfie-nya. Juga Perkebunan Margomulyo, Kediri yang hits dengan wisata jeep-nya keliling ke wilayah-wilayah asyik di lereng Kelud. Dan kini Perkebunan Kopi Karanganyar Blitar demikian tampil menggoda. Oh ya, ada satu lagi wisata perkebunan di Blitar yang juga terkenal yakni Kampung Coklat di Kademangan. Namun yang ini tidak di lereng Kelud.

***

Perkebunan kopi Karanganyar punya nama keren yang beraroma zaman kolonial, yakni De Karanganjar Koffieplantage. Luasnya 300 hektar lebih, berlokasi di Dusun Mondangan, Desa Karanganyar, Nglegok, Kabupaten Blitar. Nggak jauh dari Gunug Kelud. Sebagai obyek wisata baru tentu masih mengalami pembenahan di sana-sini. Namun nggak perlu khawatir ini mengecewakanmu. Sepulang dari sini, kamu nggak cuma membawa koleksi foto-foto ngehits. Nggak cuma merasa refresh, tapi juga bawa banyak pengetahuan.

Apa sih yang keren dari perkebunan kopi Karanganyar? Kalau saya lihat, mainstream jualannya yakni spot-spot bangunan otentik dan benda masa lalu yang bersejarah digenapi kisah-kisah di dalamnya. Bahkan cafenya pun aroma jadulnya minta ampun. Dan, eksotik  Namun, tempat ini pun mengakomodasi tuntutan wisatawan masa kini yang beragam. Jadi, di Perkebunan Kopi Karanganyar Blitar, kamu nggak cuma nemu bangunan-bangunan kuno beserta benda-benda masa lalu. Kalau kamu doyan berpetualang, bisa kok menjelajah kebun kopi. Bahkan penggemar outbond dan games militer pun punya tempat di sini. Untuk anak-anak? Ada taman bermain yang didesain alami dan keren.

Baiklah, saya paparkan apa saja yang bisa kamu lihat: dan pelajari di Perkebunan Kopi Karanganyar.

wisata blitar
pertunjukan life di joglo kesenian perkebunan kopi karanganyar juga cukup interaktif dengan penonton




Rumah Loji Karanganyar dan Koleksi Bung Karno
Rumah Loji ini memiliki ruang dan beberapa kamar. Sebelum dibuka untuk wisatawan, dulu lokasi ini jadi tempat tinggal orangtua Herry Noegroho, Bupati Blitar periode 2006 - 2016. Jangan lewatkan tur Rumah Loji yang buka antara pukul 10.00 - 12.00 dan pkl 13.00 - 16.00. Guide-nya ramah yang siap menjelaskan A-Z tentang Rumah Loji yang wow ini. 

wisata di sekitar candi penataran
saalah satu bagian ruang loji yang artistik
Yang buat saya menarik di sini adalah salah satu kamar menyimpan hasil lelang benda-benda Bung Karno di Hotel Indonesia. Di sini kamu juga bisa lihat pintu kamar khusus yang ditempati Bung Karno di Hotel Indonesia. Ada pula topi Bung Karno yang didapat dari Istana Gebang (Rumah Bu Wardoyo, kakak perempuan Bung Karno di Blitar, yang dulunya jadi rumah plesir Bung Karno. Istana Gebang juga merupakan tempat tinggal ayah dan ibu Bung Karno saat tua).

Di sini ada lukisan perempuan ras Eropa. Lukisan ini koleksi Bung Karno. Siapa yang jadi model lukisan itu hingga kini masih gelap. Ada pula keris milik Bung Karno yang ditempatkan dalam kotak kayu. Oh ya, benda-benda hasil lelang tersebut tidak boleh dipotret. Kendati pengen banget, mohon kamu hormati aturan main dari sang pemilik untuk tidak memotret benda di ruangan ini. Toh di rumah Loji ini masih banyak tempat instagrammable. Kamu bisa berselfie ria di ruang tamu atau ruang tengah dengan mebel-mebelnya yang kuno dan artistik. Di teras juga disediakan tempat kongkow lengkap dengan moge. Silakan manfaatkan untuk berswafoto.

salah satu sudut rumah loji di perkebunan karanganyar blitar

Kantor PT. Harta Mulia
PT Harta Mulia merupakan pengelola Perkebunan Kopi seluas 300 ha. Komoditas utamanya durian, cengkeh, ketela, dan kopi. Kini produk yang dikembangkan adalah kopi ose. Kantor ini sangat eksotik untuk difoto. Baik gedung dan letter board di atas gedung sangat kental nuansa zaman kolonial Belanda.

Oh ya, saya berkesempatan foto di sini dengan Herry Noegroho, Bupati Blitar periode 2006-2016. PT Harta Mulia dimiliki ayah Herry yakni Denny M, Roshadi. Ia merintis perusahaan di tahun 1963 dengan komoditas utama kopi dan cengkeh. Tahun 1983 sang ayah meninggal dan Herry menerima tongkat estafet sebagai direktur PT. Harta Mulia. Jabatan ini dilepas saat Herry menjabat sebagai wakil walikota Kota Blitar (jabatan sebelum ia menjadi bupati Blitar). Kini H. Wima Brahmantya, S.Si., putra pertama Herry memegang kendali PT. Harta Mulia sebagai direktur. 

wisata dan kuliner blitar
berpose bersama pemilik perkebunan kopi karanganyar Herry Noegroho, Bupati Blitar periode 2006-2016
Sensasi Kolonial Cafe Benteng
Bangunan zaman dulu yang berbentuk benteng ini kini difungsikan sebagai cafe bernuansa zaman dulu, mulai dari kursi, meja, maupun ornamen-ornamennya. Kalau ingin nyoklat, ngopi, ngeteh, ngejus, ataupun nyamil sembari membayangkan seperti apa zaman kolonial, ya ke sini saja. Di dinding-dindingnya banyak terpajang foto-foto jadul. Alat-alat musik jadul terpajang juga. Oh ya, kalau pengen selfie dengan sepeda tua bisa juga lo karena di luar benteng ada sepeda tua yang melayani kamu untuk berswafoto.

wisata blitar
benteng otentik zaman kolonial kini dimanfaatkan sebagai cafe jadul
 Joglo Kesenian Karanganyar
Ini nih yang saya sukai. Dari joglo tua ini bunyi gamelan disertai tembang-tembangnya mengalun merdu menenangkan hati. Letak joglo kesenian ini agak ke belakang, tapi di pintu masuk pun sudah sayup terdengar bunyi-bunyian dari alat tradisional Jawa ini. Joglo itu letaknya di tengah.. Belasan pemain gamelan mengiringi penembang dan penari. Oh ya, waktu itu penari utamanya sangat spesial, yakni bule cantik. Banyak penonton antusias dan menjadi lawan menari si bule. Joglo kesenian ini memang menyajikan live gamelan setiap hari Minggu dan hari besar.

Ini video kesenian yang saya rekam beberapa waktu lalu di Keboen Kopi Karanganyar



wisata blitar
pentas seni setiap minggu dan hati besar di perkebunan kopi karanganyar

Museum Purna Bakti 
Di museum ini dipamerkan barang-barang Herry Noegroho saat dinas. Ada berbagai macam penghargaan yang pernah diterima Herry, lemari kaca berisi baju-baju dinas, foto, lukisan, meja dan kursi kerja juga ada.

Museum Pusaka dan Keris Jendral Sudirman
Ada dua ruangan di sini. Ruangan-ruangannya cukup gelap. Museum Pusaka memamerkan berbagai macam pusaka koleksi Herry Noegroho. Di antaranya keris Jendral Sudirman, Keris pemberian Jokowi, sapu jagat, tombak-tombak dan masih banyak lagi. Di dinding digantung lukisan Jenderal Sudirman dan Ratu Pantai Selatan alias Ratu Kidul. Pusaka-pusaka tersebut sebagian besar ditempatkan di dalam wadah kaca dan dimandikan pada bulan suro (bulan Jawa).

Ini salah satu ruangan dimana pengunjung tidak boleh memotret. Ada mas-mas di depan pintu yang khusus menjaga tempat ini yang dengan ramah meminta pengunjung untuk tidak memotret pusaka yang ada.

Arena Bermain Anak

wisata blitar
aarena bermain yang sangat indah di perkebunan kopi karanganyar
Area bermain anak merupakan tempat yang asyik buat anak-anak. Mainan seperti ayunan, rumah pohon dan sebagainya didesain khas dari kayu-kayu yang dibentuk cantik. Semua mainan berdiam di bawah pohon-pohon tinggi.

Lokasi Outbond
Kalau pengen outbond bersama rombongan, bisa kok di sini. Pas saya ke sini, kebetulan kebarengan kelompok outbond dari salah satu ormas terkenal di Indonesia.

Jelajah Kebun Kopi
Ingin menjelajah lahan-lahan kebun kopi? Ada ATV yang siap mengantarmu dengan biaya Rp 25.000 per kendaraan.

Pabrik
Pada zaman Belanda, pabrik kopi ini adalah bangunan utama. Di sinilah segala aktivitas berasal. Tapi saat ini pabrik kopi ini hanya dipakai mennjemur kopi dan cengkeh. 

Penjualan Suvenir
Pengen suvenir, ada juga lo lokasi jualnya. 

***
Jam Buka
Pukul 09.00 - 17.00 WIB

Harga Tiket Masuk:
Rp 5000 untuk wisatawan dometik dan Rp 10.000 untuk wisatawan internasional

Arah ke Perkebunan Kopi Karanganyar dari Kota Blitar
Kalau dari Kota Blitar, ikuti jalan menuju Candi Penataran. Dari pertigaan pasar dekat Candi Penataran, belok ke kanan, ke desa Mondangan, lurus saja sampai menemukan perempatan dimana arah ke kirinya terdapat petunjuk arah ke Arca Warak. Beloklah ke kiri sejauh 3 km ada spanduk Kampung Melon. Satu km lagi ksmu temukan Perkebunan Karanganyar.

Kamis, 26 Januari 2017

Kupang Lontong Sidoarjo: Nikmat dan Murah Meriah


Pernah ke Sidoarjo, Jawa Timur tapi belum mencoba kupang lontong, ya kurang lengkaplah. Makanan khas ini tenar di berbagai kalangan. Itu sebabnya karena penjual kupang lontong terserak hingga pelosok dusun kabupaten ini. 

wisata kuliner sidoarjo
kupang lontong biasa ditemani sate kerang
wisata dan kuliner sidoarjo
khudrotin penjual kupang lontong
Kupang itu sejenis kerang laut, namun ukurannya lebih kecil, kira-kira 3 – 4 milimeter. warnanya keabu-abuan. Nyarinya susah. Di laut, para pencari kupang menyeroknya dengan saringan.

Resto ataupun warung kupang memasak kupangnya nggak neko-neko. Cukup direbus hingga kulit dan dagingnya terpisah. Yang daging direbus lagi dengan air berbumbu gula merah/putih, garam, daun bawang, dan sedikit penyedap rasa.

Sebelum disajikan, lebih dulu diracik bumbu utama langsung di atas piring yaitu bawang putih mentah, gorengan bawang merah, gula merah/putih, garam, jeruk nipis, dan petis sebagai perasa utama. Yang suka pedas, lombok utuh akan dipenyet sampai hancur bersama bumbu-bumbu tadi.

Usai bumbu tadi digerus halus dengan sendok, barulah kupang disiramkan berikut kuahnya sekalian. Disajikan hangat-hangat bersama lontong dan lentho, yaitu semacam irisan ketela pohon yang digoreng garing berbentuk bulat mirip pentol bakso. Kalau mau lebih nikmat, makan kupang lontong bisa dibarengi sate kerang. Bumbu sate ini juga sederhana, cuma petis dan kecap. 


Sebagai hidangan penutup, pilihan yang pas adalan es degan alias kelapa muda. Sebab tidak semua orang tahan mengkonsumsi kupang. Bagi yang alergi, kupang bisa menimbulkan mual-mual, pusing, sampai gatal di kulit. Semua gejala itu bakal hilang dengan sendirinya kalau kita minum air kelapa muda yang memang berfungsi sebagai penawar.

Kupang lontong didoyani banyak orang bukan karena lezat semata. Lebih dari itu, kupang dikenal kaya gizi, terutama protein. Komponen gizi yang terkandung dalam daging kupang antara lain protein 10,85%, lemak 2,68%, dan karbohidrat 1,02%. Selain itu, kupang juga mengandung mikronutrien kupang yang bermanfaat bagi kesehatan yaitu Fe (zat besi) dan Zn (zinc/seng). 


Di Sidoarjo, tempat paling mudah untuk menemukan makanan ini adalah bursa kupang di pinggir Jalan Raya Gedangan. Bursa yang berdiri sejak tahun 1990 ini menampung 33 kios. Tak perlu takut dompet kering, karena hanya dengan Rp 15 ribu kita sudah mendapatkan seporsi kupang lontong plus segelas es degan. "Kalau hari libur seperti ini memang ramai," kata Khudrotin (68), pemilik 'Warung Sulaiman' di bursa kupang lontong Sidoarjo.

Ibu dua anak ini sebelumnya berjualan di pinggir jalan, kira-kira sejarak 1 kilometer ke arah utara dari warungnya sekarang. Di tempatnya dulu pelangganya banyak, terutama para buruh pabrik. Kecamatan Gedangan memang dikenal sebagai salah satu kawasan industri terbesar di Kabupaten Sidoarjo, selain Waru.



bursa kupang lontong sidoarjo
Khudrotin mengaku punya resep khusus sehingga kupang lontongnya lebih lezat dibanding yang lain. “Petis saya ini asli. Kalau punya teman-teman itu beli dari pedagang keliling yang datang ke sini. Saya tidak. Petis ini saya beli langsung dari pembuatnya. Rasanya lebih enak dan awet," ujarnya membuka rahasia.


Kupang juga bisa diolah menjadi bothok atau pepes yang dibungkus daun pisang. Keduanya gampang ditemukan di pasar-pasar tradisional Sidoarjo, terutama bila pagi hari. “Saya lebih suka bothok atau pepes karena rasa kupangnya lebih terasa. Beda dengan lontong kupang kebanyakan itu, karena petis dan gula jawanya. 

Baiklah, di postingan ini akan saya tunjukkan alamat bursa kupang Sidoarjo yang terkenal, yakni di Gedangan, Sidoarjo. Lokasinya di suatu kompleks di kiri jalan pada rute Sidoarjo - Surabaya.



JAM BUKA BURSA KUPANG SIDOARJO
Pkl 07.00 - 22.00 WIB

ALAMAT, LOKASI DAN RUTE BURSA KUPANG SIDOARJO


A. DARI POMPA BENSIN ALOHA (LETAKNYA DI PERTENGAHAN KOTA SURABAYA DAN KABUPATEN SIDOARJO)




B. DARI ALUN-ALUN SIDOARJO

Tempat-tempat Wisata Keren di Alas Purwo

Sempatkan berkunjung ke Taman Nasional Alas Purwo di Banyuwangi, Jawa Timur. Nggak bakal deh menyesal. Pantai-pantainya perawan, hutannya elok, dan kalau mau melihat hewan-hewan liar juga bisa. Oh ya, ada juga pura dan tempat-tempat yang dikeramatkan. Sungguh pengalaman batin tidak ternilai buatmu.
wisata dan kuliner banyuwangi
pintu gerbang taman nasional alas purwo. kami datang berombongan
Ini saya sampaikan sekilas ya, tentang Taman Nasional Alas Purwo yang merupakan hutan tertua di Pulau Jawa. 

Nama Alas Purwo berasal dari kata Purwo yang berarti permulaan. Jadi Alas Purwo merupakan hutan pertama atau nenek moyangnya hutan-hutan di Jawa. Itu sebabnya bagi beberapa kalangan lokasi ini angker dan dikeramatkan.

Oh ya, untuk sampai di spot-spot wisata di Alas Purwo, pastinya di samping melewati hutan-hutan dengan berbagai tanaman, kita juga menjumpai rumah-rumah penduduk dengan pamerajan (tempat pemujaan) di depan rumah, sebagaimana di Bali. Seperti kita sesang di pedesaan Bali. Sangat menarik melihat rumah-rumah sederhana dan kuno yang berjauhan satu sama lain. 

Masyarakat sekitar Taman Nasiinam hidupnya diwarnai budaya “Blambangan”. Mereka sangat percaya bahwa Taman Nasional Alas Purwo merupakan tempat pemberhentian terakhir rakyat Majapahit yang menghindar dari serbuan kerajaan Mataram. Mereka juga meyakini bahwa di hutan taman nasional masih tersimpan Keris Pusaka Sumelang Gandring.

Banyak yang semedi maupun mengadakan upacara religius. Tempat favorit untuk semedi misalnya Goa Padepokan dan Goa Istana. Di sekitar pintu masuk taman nasional (Rowobendo) terdapat peninggalan sejarah berupa “Pura Agung” yang menjadi tempat upacara umat Hindu Pagerwesi setiap 210 hari. 

Alas Purwo: Hutan Berbagai Ekosistem 

Dulu namanya Suaka Margasatwa Banyuwangi , sesuai Surat Keputusan Gubernur Jenderal Hindia Belanda Nomor 6 stbl 456 tanggal 01 September 1939. Luas arealnya 62.000 ha. Kemudian, namanya menjadi Taman Nasional Alas Purwo. Luasnya 43.420 ha melalui Surat Keputusan Menteri Kehutanan pada tahun 1992

 Taman Nasional Alas Purwo, sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 5 tahun 1990 tentang Konservasi Sumberdaya Alam Hayati dan Ekosistemnya mempunyai tiga fungsi pokok, yaitu
  • Perlindungan proses ekologis sistem penyangga kehidupan. 
  • Pengawetan keanekaragaman tumbuhan dan satwa beserta ekosistemnya. 
  • Pemanfaatan secara lestari sumberdaya alam hayati dan ekosistemnya dalam bentuk penelitian, ilmu pengetahuan, pendidikan, penunjang budidaya, dan pariwisata alam 
Jadi sektor pariwisata alam juga diamanatkan si sini. Beda dengan Pulau Sempu di Malang Selatan, misalnya,  yang sebetulnya bukan tidak diamanatkan untuk wisata, melainkan konservasi.

obyek wisata alas purwo
taman nasional alas purwo banyuwangi
Taman Nasional Alas Purwo merupakan kawasan hutan yang mempunyai berbagai macam tipe ekosistem yang tergolong utuh di Pulau Jawa. Mencakup pantai (hutan pantai) sampai hutan hujan  dataran rendah, hutan mangrove, hutan bambu, savana dan hutan tanaman.

Keanekaragaman jenis flora darat di kawasan Taman Nasional Alas Purwo termasuk tinggi. Diketahui lebih dari 700 jenis tumbuhan mulai dari tingkat tumbuhan bawah sampai tumbuhan tingkat pohon dari berbagai tipe/formasi vegetasi.

Jenis-jenis fauna daratan, baik kelas mamalia, aves dan herpetofauna (reptil dan amfibi) pun bisa didapatkan di sini.. Ditemukan 50 jenis mamalia di Taman Nasional Alas Purwo. Beberapa jenis mamalia yang dijumpai antara lain banteng (Bos javanicus), rusa (Cervus timorensis), ajag (Cuon alpinus), babi hutan (Sus scrofa), kijang (Muntiacus muntjak), macan tutul (Panthera pardus), lutung (Tracypithecus auratus), monyet ekor panjang (Macaca fascicularis) jelarang (Ratufa bicolor), rase (Vivericula indica), linsang (Prionodon linsang), luwak (Paradoxurus hermaprhoditus), garangan (Herpestes javanicus) dan kucing hutan (Felis bengalensis).

Beberapa jenis burung yang mudah dilihat diantaranya Elang laut perut putih (Haliaeetus leucogaster), Elang ular bido (Spilornis cheela), ayam hutan hijau (Galus varius), ayam hutan merah (Gallus gallus), kuntul kecil (Egreta garzeta), mentok rimba (Cairina scutulata), rangkong badak (Buceros rhinoceros), merak hijau (Pavo muticus), dara laut jambul (Sterna bergii) dan cekakak jawa (Halcyon cyanoventris).
Herpetofauna terdiri dari kelas amfibi dan reptil. Sampai saat ini tercatat ditemukan 63 jenis herpetofauna yang terdiri 15 jenis amfibi dan 48 jenis reptil. Diantara jenis yang ditemukan terdapat 6 jenis reptil yang dilindungi yaitu penyu lekang/ abu-abu (Lepidochelys olivacea), penyu hijau (Chelonia mydas), penyu sisik (Eretmochelys imbricata), penyu belimbing (Dermochelys coriacea), biawak abu-abu (Varanus nebulosus) dan ular sanca bodo (Python molurus).

Tempat-tempat  Wisata di Alas Purwo

Perjalanan ke Taman Nasional Alas Purwo ditempuh sekitar 2,5 jam dari pusat kota Banyuwangi. Kita tinggal mengarahkan kendaraan ke selatan dan sampailah ke Gapura Taman Nasional Alas Purwo. Obyek wisata di sini sangat beragam. Itu sebabnya waktu terbaik untuk datang ke sini adalah pagi-pagi sekali hingga kita optimal menjelajah Alas Purwo. Jangan khawatir bakal tersesat karena banyak petunjuk arah tersebar di sini. Apa saja obyek wisata yang menarik dikunjungi? 

A. Wisata Pantai

1. Pantai Trianggulasi: Tempat Bertelurnya Penyu

Dari pos Rowo Bendo (pos pemberhentian pengunjung) jaraknya cuma 3 km ke arah tenggara. Nggak jauh dari Pura Giri Seloka. Kenapa dinamai Trianggulasi? Sebenarnya nama ini berasal dari tugu pemetaan dan pengukuran yang tak jauh dari pantai itu. 

Hutan pantai ini sangat lebat. Tak heran banyak satwa di sini, termasuk monyet. Binatang-binatang ini selalu menyambut siapa pun tamu yang datang. Namun jangan khawatir karena mereka tidak agresif dan memungut apa saja bawaan kita. 

Pasir pantai Trianggulasi putih dan halus. Trianggulasi sebenarnya memiliki formasi hutan yang sangat lengkap, didominasi pohon nyamplung, pandan laut, dan bogem. Saking sepinya dan saking kondusifnya lingkungan ini, pada April sampai November, menurut pihak Taman Nasional Alas Purwo, 4 jenis penyu yakni penyu belimbing, sisik, abu-abu, dan hijau mau bertelur di sini. Penyu memang pilih-pilih tempat untuk bertelur. Lingkungan yang sepi sangat disukainya. 

obyek wisata banyuwangi
pantai trianggulasi alas purwo
Saya melihat ada semacam pondok wisata di pantai ini yang kotor dan atapnya rusak. Sayang sekali lingkungan sebagus ini harus sedikit dikotori hal itu. Ada kisah menarik. Bahwa pondok wisata itu dibangun untuk penginanapan. Namun penginap-penginap di sini nggak ada yang pernah tahan karena mereka dihantui makhluk dunia lain. Entah benar entah tidak.

Pantai ini saya lihat hampir nol sampah buatan manusia macam plastik dan kertas. Kalaupun ada, sampah tersebut berasal dari bungkus-bungkus dupa yang tidak dibawa pulang pemiliknya. Pantai ini memang seringkali dipakai oleh kaum spiritualis untuk berdoa. Padahal harusnya, semua orang jangan meninggalkan apa pun di sini, juga di pantai-pantai lain, kecuali jejak kaki.

 2. Pantai Pancur: Rest Areanya Wisatawan

Kenapa dinamai Pantai Pancur? Pancur itu kata dalam bahasa Jawa yang artinya mengalir. Di Pantai Pancur ada aliran sungai kecil berair tawar yang bermuara sebagaimana air terjun mini yang mengalir di pasir dan langsung bertemu air laut.

Pantai Pancur lokasinya 5 km dari Pos Rawabendo dan 2 km dari Pantai Trianggulasi. Pantai ini ada di dekat Resort Pancur. Oh ya, Resort Pancur ini boleh dikata rest-areanya para wisatawan. Di sini terdapat semacam aula pertemuan, musala, kamar mandi dan kantin. Buat Anda yang suka berkemah lokasinya ya di sini. 

 Untuk sampai di Pantai Pancur kita tinggal parkir kendaraan dan menuruni tangga menuju pantai. Pasir Pantai Pancur berwarna putih dengan batuan-batuannya yang ditumbuhi lumut hijau. Terdapat pula karang indah yang menjorok di pantai. Pantai Pancur aman dikunjungi keluarga yang memiliki anak kecil.

Kendati dekat dengan rest area wisatawan, Pantai Pancur tergolong perawan. Jarang ada yang ke sini. Pantai ini memiliki banyak kera. Pepohonan sangat sedikit sehigga disarankan untuk datang di pagi ataupun sore hari.

3. Pantai Plengkung (G. Land): Ombak Terbaik untuk Surfing

Pantai Plengkung disebut juga G-Land. Istilah G-Land berasal dari kata Grajagan-Land. Grajagan merupakan teluk yang memiliki ombak yang besar di sekitar sini.
 
Pantai ini terkenal di kalangan para peselancar dunia karena memiliki ombak terbaik di dunia untuk aktivitas surfing alias selancar. Ciri ombaknya menggulung sempurna seperti tabung, besar, tinggi. Pantai Plengkung atau G-land merupakan pantai yang masih alami. Hingga saat ini telah 4 kali dijadikan lokasi event tingkat internasional. Saat ini terdapat 3 (tiga) pengusaha pariwisata alam yang menyediakan paket wisata surfing yang dilengkapi dengan fasilitas akomodasi.

Untuk sampai ke lokasi Plengkung dari Resort Pancur jaraknya 9 km atau 40 menit. Jalanan tidak selalu mulus bahkan sering berbatu-batu. 

B. Obyek Wisata Spiritual Alas Purwo

1. Wisata Gua
Kawasan Taman Nasional Alas Purwo paling tidak memiliki 44 gua. Gua terkenal diantaranya Goa Istana, Gua Mayangkara, Gua Padepokan, Goa Basori dan Goa Jepang. Semuanya merupakan tempat tinggal kelelawar, ular dan serangga. Ada pula Gua peninggalan Bangsa Jepang yang pernah dimanfaatkan oleh Bangsa Jepang pada zaman penjajahan yaitu “Goa Jepang”. Ada peralatan-peralatan perang seperti meriam.

Gua Istana
Gua Istana lokasinya 2 kilometer dari Pos Resor Pancur. Akses sampai ke sini dengan berjalan kaki melewati hutan bambu. Di lingkungan Gua Istana kita masih harus mendaki anak tangga yang jumlahnya puluhan. Di sinilah para pertapa biasa bersemedi. Gua Istana banyak dikunjungi pada bulan Suro (Muharram). 

obyek wisata alas purwo
gua istana taman nasional alas purwo (foto: andi n cahyana, asliindonesia.net)
Kenapa dinamai Gua Istana? Konon para petinggi negara ini di zaman dulu bersemadi di sini. Termasuk Presiden Sukarno pernah ke sini.

Di dalam gua yang lembab ini masih banyak kelelawar. Maka kalau datang ke sini, di samping bau dupa, kita juga sering mencium bau kotoran kelelawar. Oh ya, kalau mau berkunjung, jangan lupa bawa senter karena peetengahan gua tanpa cahaya. Bila senter kita arahkan ke langit-langit gua, kita akan lihat banyak kelelawar bergelantungan.Di gua ini ada mata air yang namanya Sendang Srengenge yang konon bisa bikin awet muda. Boleh kamu coba. 

2. Pura Giri Seloka

Lokasi Pura Giri Seloka berada di jalan masuk ke Triangulasi. Pura ini merupakan salah satu pura peninggalan sejarah yang sampai sekarang rutin dipakai oleh umat Hindu untuk  upacara Pager Wesi yang diadakan setiap 210 hari sekali. Acara sakral tersebut yaitu upacara penyelamatan ilmu pengetahuan penolak ancaman raksasa bagi umat manusia yang diturunkan oleh para dewa. Dalam upacara tersebut ada yang disebut Prosesi Palemahan yaitu membuang sesaji ke tanah agar dimakan oleh Raksasa Betarakala. Pawongan yaitu upacara umat Hindu tanda syukur kepada Sang Dewa yang telah memberikan ilmu pengetahuan. 

taman nasional alas purwo banyuwangi
Pura Giri Seloka (foto: dok. Taman Nasional Alas Purwo)

Selasa, 24 Januari 2017

Pecel Mbok Sani Kembangan Blitar: Sederhana tapi Nikmat

Blitar itu surganya nasi pecel (di samping kota-kota lain macam Madiun, Kediri dan Ponorogo). Salah satu warung yang perlu Anda coba untuk sarapan adalah pecelnya Mbok Sani Kembangan. Apa istimewanya warung pecel yang buka cuma pagi hari ini? Saya jelaskan dalam postingan saya kali ini.

wisata dan kuliner blitar
pecel mbok sani: menu sarapan khas blitar yang disukai wisatawan
  
wisata dan kuliner blitar
spanduk warung pecel mbok sani blitar
Sama seperti warungnya Mak Ti yang jadi salah satu jujukan wisata kuliner favorit di Blitar, warung Mbok Sani demikian juga. Dan sebagaimana warung Mak Tie, ditinjau dari lokasi untuk berdagang, sesungguhnya nggak strategis karena letaknya jauh dari keramaian kota. Itu pun nggak di jalan utama melainkan masuk gang. Tapi kedua warung ini ramai terus.  Lebih-lebih kalau liburan.

Saya sendiri kalau pas lagi di Kota Blitar, nggak sempat singgah di warungnya Mbok Sani maupun Mak Ti, rasanya kurang lengkaplah. Saya menyukai kedua warung ini justru kesederhanaannya yang nggak dibuat-buat. Sangat khas Blitar. Nggak ada tuh, yang namanya polesan di sana-sini, misalnya piring makannya dibuat eksotik, dan sebagainya dan sebagainya. Saya suka yang alamiah seperti tampilan kedua warung ndeso Blitar ini. (Postingan tentang Warung Mak Ti lihat di sini)

Warung Pecel Mbok Sani saya kenal lebih dari 10 tahun lalu.Orang lokal Blitar menyebut Pecel Mbok Sani dengan sebutan "Pecel Kembangan".  Kembangan merupakan wilayah berdiamnya pecel Mbok Sani.

Waktu itu sih, tempatnya nggak seluas sekarang dimana penikmat pecel bisa makan di halaman rumah yang disulap menjadi warung sederhana dengan kursi-kursi kayu memanjang. Kalau dulu, kita duduk di dekat dapur. Dapurnya masih dapur lama, pakai tungku. Kita makan sambil disuguhi aktivitas Mbok Sani melayani pengunjung. Mbok Sani masih pakai kain dan kebaya sebagaimana perempuan Jawa zaman dulu.

Oh ya, saya ingat bagaimana Mbok Sani melayani penikmat pecel.  Sayuran pecel ditata dengan apik di atas nasi. Itu mungkin kadang-kadang yang bikin kita lama nunggunya. Padahal antrean buanyaaaaak dan perut minta diisi segera. Herannya, demi merasakan pecel Mbok Sani, kita-kita kok ya betah antre dengan ritme pelayanan Mbok Sani. Itu hebatnya.  
 
Karena usianya sudah sepuh, Mbok Sani kini tidak melayani pengunjung dan lebih banyak diam di dalam rumah. Kini putri Mbok Sani yang meneruskan usahanya dan layanan ke pengunjung jadi cepat. Tapi kadang saya masih rindu melihat Mbok Sani menyapa pengunjung sebagaimana dulu.

MENU PECEL MBOK SANI
Kalau pengen pecel dengan sajian lauk lengkap sesuai yang kita pilih, jangan datang ke warung Mbok Sani.  Di warung ini sajiannya sederhana. Yakni nasi punel, sayuran daun pepaya yang nggak terasa pahit, kecambah, atau sayuran lain dan bumbu pecel. Lauknya hanya sepotong tahu dan tempe juga peyek kemripik (renyah). Sajiannya di piring ala desa. Minumnya? teh manis atau kopi. Pokoknya kalau ingin sensasi sarapan ala pedesaan Blitar yang khas, datanglah ke sini. Nggak bakal menyesal.

JAM BUKA PECEL MBOK SANI
05.45 s/d 10.00 (pokoknya sampai habis persediaan pecelnya hehehe)

HARGA PECEL MBOK SANI
Untuk makan satu piring pecel dan minum teh manis harganya Rp 7000.

ALAMAT DAN LOKASI PECEL MBOK SANI
Kembangan, Sumberjo, Sanan Wetan, Kota Blitar.
 Ini Rute menuju warung Mok Sani dari alun-alun Kota Blitar (hanya sekitar 3 km):


 

Senin, 23 Januari 2017

Mak Ti, Kuliner Khas Desa Bllitar yang Bikin Ketagihan

Nama kerennya wisata kuliner Agropolitan Mak Ti. Tapi kebanyakan orang cuma menyebut Warung "Mak Ti". Untuk ke sini kita akan melewati sawah dan perkebunan. Kita juga akan lewat kampung-kampung dengan halaman luas dimana penduduknya banyak memelihara sapi. Apa istimewanya kuliner ala Mak Ti hingga begitu terkenal?
kuliner blitar
mak ti melayani pengunjung yang ingin membawa menu pulang

alamat warung mak ti blitar
dapur warung mak ti
Lebih dari 10 tahun saya dan keluarga menjadi langganan warung Mak Ti (disamping warung nasi pecel yang saya sukai sejak dulu, kalau pas ke Blitar, yakni Nasi Pecel Mbok Sani Kembangan). Kedua warung ini tenar bukan dari iklan, namun dari mulut ke mulut. Saya yang menyukai datang ke Blitar pun mengetahui keberadaan kedua warung ini dari warga Blitar. Kali ini saya posting Warung Mak Ti. Kalau Warung Nasi Pecel Mbok Sani, saya posting lewat di link ini.


***
Lokasi atau alamat Warung Mak Ti di Desa Jatinom RT 03 / RW 03, Kec. Kanigoro, Jatinom, Kanigoro, Blitar, Jawa Timur, sekitar 7 km jauhnya dari Alun-alun Kota Blitar.

"Di Mak Ti, Makanannya enak. Makan sekenyangnya. Tinggal bayar per kepala harganya murah.," kata yang empunya info. Rupanya Mak Ti memakai konsep "all you can eat".

Menunya apa? Bermacam-macam ikan kali (jendil, bader, kutuk dll) dan sayuran ala Desa Blitar (lodeh, tumisan lompong, lompong disantan, trancam, sayur blendi dll).
  
Ikan-ikan yang saya sukai di sini adalah wader kali yang digoreng garing dan ikan kutuk disantan pedas. Sedangkan sayur ala Blitar yang selalu saya rindukan di ini adalah sayur Blendi yang isinya cabe semua dan Sayur Lompong.

Tahukah Anda, apa sayur Blendi itu? Sayur Blendi itu semacam sayur lodeh, namun puedaaaaaas. Isinya boleh macam-macam. Lomboknya utuh-utuh. Nah, kalau di Mak Ti, seringkali ada sayur blendi yang isinya cabe kecil utuh-utuh. Pendeknya, cabe disantan. Loh, benarkah? Iyaaaa.... dulu saya heran juga dengan sayur model ini. Sekarang jadi ketagihan. Demikian pula sayur lompong (batang talas). Saya paling doyan. Maklum di Surabaya dan Sidoarjo sulit menemukan lompong. Kalaupun ada, lantas saya masak, rasanya kok beda ya. hehehe....  


Oh ya, di Warung Mak Ti ada dua pilihan nasi, yakni nasi putih dan nasi jagung. Atau kalau mau makan dua-duanya bisa.
 
Warung Mak Ti tergolong sederhana tampilannya, meskipun kini diperluas karena membludaknya pengunjung, terutama di hari libur. Sebelum warung Mak Ti diperluas seperti sekarang, saya dan keluarga, sebagaimana orang lain, kalau makan di Mak Ti, pastinya di sebuah ruangan yang menyatu dengan Dapur. Saya tahu benar proses beberapa ibu menggoreng ikan dan memasak sayur di dapur. Seperti yang ada di desa-desa. Bau harum yang berasal dari penggorengan ikan selalu menerbitkan rasa lapar kami. Kalau pas pengunjungnya membludak, kami dulu juga diarahkan makan di ruang tamu atau ruangan lain di rumah Mak Ti.

Sejak dulu sampai sekarang, penampilan Mak Ti nggak berubah. Tetap putih, cantik, dan ramah. Biasanya perempuan paruh baya ini akan menyapa pengunjung di dekat panci-panci ikan dan sayur di mana pengunjung mengambil nasi. Seringkali pengunjung, utamanya dari luar kota Blitar bertanya dan bertanya apa saja. Ya tentang jenis menu, tentang jam buka dan sebagainya. Di ruangan ini terjadi interaksi antara Mak Ti dan pengunjung.

Para pejabat RI yang suka berkunjung ke warung Mak Ti antara lain Budiono, mantan Wapres. 

Konsep all you can eat ini paling cocok untuk Anda yang doyan makan makanan khas desa. Atau, cocok untuk Anda yang sudah capek berkeliling Blitar, lantas merasa kelaparan. Warung Mak Ti-lah yang harus Anda tuju. 
wisata kuliner blitar
warung mak ti pagi hari saat baru buka
wisata dan kuliner blitar
mak ti di hadapan menu yang dihidangkan berupa ikan dan sayur ndeso blitar
JAM BUKA WARUNG MAK TI
Setiap hari Pkl 06.00 sd pkl 22.00 (atau tergantung perjanjian bila ingin di luar waktu tersebut). Bahkan hari libur dan hari besar seperti lebaran tetap buka. 

HARGA MENU WARUNG MAK TI
Rp. 10 ribu per kepala (untuk makan). 
Sesuai jenis pesanan (untuk minuman)

RUTE / PETUNJUK ARAH KE WARUNG MAK TI
Dari Karang Tengah Kota Blitar ke selatan. Melewati markas yonif 511 karang tengah sampai di Gapura Desa Minggirsari. Setelah masuk wilayah Desa Minggirsari, lurus hingga ada Masjid Roudhotul Mutaalimin di sebelah kiri jalan. Belok ke kiri ketika anda sampai di masjid tersebut dan anda akan melewati turunan dan jembatan kemudian jalan naik. Setelah jalan naik silakan belok kiri di gang pertama. Maka anda sudah tiba di warung Mak Ti.

Secara garis besar, inilah rutenya kalau dari Alun-alun Blitar. Cuma sekitar 15 menit atau 6,6 km menuju ke Warung Mak Ti.

Sabtu, 21 Januari 2017

GUA PINDUL, EKSOTIKA SELUSUR GUA GUNUNG KIDUL

Gunung Kidul Yogyakarta dulu punya imej yang tiada manis-manisnya. Selain identik dengan batuan kapur, penduduknya pun terbelakang. Tapi kini, siapa sangka kini Gunung Kidul semakin terkenal. Obyek-obyek wisata Gunung Kidul bikin penasaran siapa saja yang berhobi wisata. Salah satunya adalah Gua Pindul.

wisata gua pindul
saling bergandengan tangan menyelusuri gua. (foto: koleksi bpk aryo kurniawan)
Saya dan keluarga berkesempatan menjajal wisata cave tubing Gua Pindul di Gunung Kidul. Sungguh menakjubkan. Anak saya yang berusia  tahun sangat menikmati. Padahal sebelum menjajalnya, kami was-was mengingat anak kami belum bisa berenang dan kami harus menyusuri gua berair. Ternyata aman-aman saja. 
Anak saya dipangku ayahnya menyusuri gua dengan ban besar sedangkan saya di sebelahnya dengan ban lain. Inti dari piknik di Gua Pindul adalah cave tubing. Kita menyusuri gua secara berkelompok dengan menaiki ban dalam, ditemani pemandu wisata. Wisata ini tidak berbahaya meskipun Anda tidak bisa berenang. 


Panjang Gua Pindul sekitar 350 meter, dengan lebar hingga 5 meter. Jarak permukaan air dengan atap gua 4 m, dan kedalaman air sekitar 5-12 m. Goa ini memiliki 3 zona. zona terang, zona remang, dan zona gelap. waktu tempuh sekitar 45 menit. Stalaktit dan stalagmit bermunculan dengan indahnya di gua pindul ini. Menurut website guapindul.com, gua indah di Gunung Kidul ini stalaktitnya mempunyai peringkat no 4 di dunia. 

Stalagtit yg masih aktif dengan tetesan airnya diyakini berkhasiat bikin cantik dan awet muda, Bagi lelaki untuk menambah vitalitas telah ditunggu stalagtit jantan Gua pindul semakin lengkap keindahan dan kecantikannya dengan ornamen di sepanjang dinding Goa seperti mahakarya lukisan abstrak yang tak ternilai.  Kelelawar bergelantungan menghiasi lorong goa. Terdapat tirai juga yang tersusun dari tetesan air di dinding Goa.
wisata gunung kidul
bersiap menuju cave tubing gua pindul

Paket Cave Tubing Pindul:
1. Jasa pemandu
2. Perlengkapan (ban, jaket pelampung, sepatu karet, ead lamp)
3. Biaya Rp 35.000/ orang (wisatawan lokal), Rp 50.000/orang (wisatawan asing.
4. Biaya retribusi masuk kawasan Pindul: Rp 10.000/orang
    

Sabtu, 14 Januari 2017

Mandeh, Gunungan Pulau-pulau Indah di Laut Elok

Berdiri di atas bukit dan mengedarkan pandangan di laut lepas di sini sungguh luar biasa. Apalagi bukit itu memiliki gunungan pulau besar dan kecil tak beraturan seakan menyembul dari bawah laut. Dan, ombak-ombak kecil yang menyapu bibir pantainya begitu mempesona. Itu remahan surga. Mandeh namanya!

wisata bahari mandeh
mandeh, laut tenang dengan pulau-pulau di tengah laut

Ya, Mandeh, di Pesisir Barat Sumatra. Letaknya di Koto XI Tarusan, Kecamatan  Painan, Kabupaten Pesisir Selatan,  Sumatera Barat. Ini sebuah kawasan yang merupakan gugusan pulau, terbentang seluas 18 ribu hektare di Teluk Carocok. Topografisnya termasuk landai. Potensi terumbu karang Mandeh mencapai 70,32 hektare, mangrove 313,32 hektare, dan keragaman hayati mencapai 404,55 hektare. Bayangkanlah.

Maka, bila Anda penyuka wisata bahari, datanglah ke sini. Laut dengan kekayaan biotanya yang luar biasa ditemani ombak kecil-kecil di berbagai pulau siap melayani keinginan untuk snorkeling maupun diving. Tapi, kalaupun Anda nggak mau turun ke laut, surge Mandeh tetap memuaskan. Cobalah sensasi penginapan terapungnya. Sensasinya seperti tidur di kapal pesiar.   

Untuk menuju kawasan Mandeh, dari Bandara Internasional Minangkabau, Padang, Anda dapat menggunakan mobil travel yang selalu stand by, dengan ongkos sekitar Rp 50 ribu per orang untuk sampai lokasi. Sesampai di sana, ada beragam pilihan destinasi pulau yang bisa Anda pilih, antara lain Pulau Setan, Pulau Cubadak, lalu snorkeling di Jeronjong Kete', Jeronjong Gadang, Pasir Panjang dan Sungai Gemuruh.  Anda juga dapat mengunjungi hutan bakau dan menyusurinya untuk beberapa waktu.  Dan setelah puas, laluilah Sungai Gemuruh untuk mandi bilas dan menikmati panorama pantai pasir putih sesudahnya.


Untuk Anda yang ingin mengunjungi lokasi-lokasi di atas selama seharian penuh, pengelola menarik kutipan Rp 650 ribu ditambah sewa alat snorkeling dan kamera bawah air  Rp 30 ribu per orang. Di sela perjalanan, Anda masih bisa memasukkan Pulau Nibung dalam daftar kunjungan. Di sini Anda bisa melihat terowongan dasar laut, terowongan batu alam, dan taman di pinggir pantai.

Masih ada yang patut Anda singgahi, yakni Pulau Kapo-kapo dan Sungai Nyaloh. Namun Anda harus merogoh kocek lebih dalam lagi karena bea retribusi bertambah Rp100 ribu, menjadi Rp750 ribu. Bagi yang ingin mencoba menjelajah lautan lepas, Pulau Merak bisa menjadi alternatif. Untuk sampai ke sana butuh waktu sekitar 45 menit dan ongkosnya lebih mahal, hingga Rp1,2 juta.

Jika masih belum puas dengan itu semua, masih ada Taluak Sipulau dan Pulau Pagang, yang juga membutuhkan ongkos Rp1,2 juta. Jika Bali punya Nusa Dua, Papua dengan Raja Ampat, Nusa Tenggara Barat ada Mandalika, maka di Pulau Sumatera, Mandeh terlalu sayang untuk dilewatkan bagi pecinta wisata bahari. Bak sekeping surga yang tak pernah jemu untuk dikunjungi.

Disukai Presiden Jokowi dan Jupe

Kekaguman tak bisa disembunyikan Presiden Jokowi kala melakukan kunjungan kerja di kawasan Mandeh tahun 2015 silam . Presiden terlihat takjub kala melihat  pemandangan cantik dar bukit Mandeh. Sepanjang mata memandang tampak hamparan birunya laut diwarnai dengan deretan bukit-bukit kecil  eksotik.

Pasca kedatangan Jokowi, kawasan wisata Mandeh langsung menjadi buah bibir. Seperti yang tampak di suatu siang, rombongan ibu-ibu  Dharma Wanita Fakultas Administrasi Negara Universitan Brawijaya, yang jauh-jauh datang dari Malang.

“Saya penasaran saat lihat berita Pak Jokowi  terkagum-kagum dengan pemandangan di sini. Ternyata memang benar-benar amazing,” ungkap Lia, salah satu peserta tur..

Wati, salah satu penjual makanan-minuman di  Bukit Mandeh, menyebut  setelah kedatangan Presiden Jokowi, kawasan ini memang  ramai dikunjungi.  Termasuk beberapa pesohor di negeri ini. “Kalau Jupe (Julia Perez) baru kemarin  pulang. Seminggu lalu dia menginap di pulau kecil  itu,” katanya sembari menunjuk salah satu pulau yang terlihat kecil. -sinergi

Jumat, 13 Januari 2017

Thomas Stamford Raffles, Sisi Dramatis Kehidupan Pribadinya


Nama Sir Thomas Stamford Raffles tidak hanya ditulis dalam buku-buku sejarah siswa, namun sering juga saya jumpai dalam brosur ataupun review tempat-tempat wisata. Sampai kemudian saya tertarik mencari sumber-sumber bacaan tentang pria berkebangsaan Inggris yang "menemukan" kembali Borobudur ini. Dan ternyata banyak hal baru buat saya. Lebih dari yang diajarkan di sekolah, dulu. 


sejarah sir thomas raffles
thomas stamford raffles
   
makam raffles
makam thomas raffles (source: findgrave.com)


Sungguh saya takjub dengan karirnya yang cemerlang.  Dari yang bukan siapa-siapa menjadi orang yang dihormati. Dalam rentang hidupnya yang relatif pendek (meninggal pada usia 45 tahun), dia banyak berkiprah mewarnai peradaban (kendati ada sisi-sisi gelapnya karena dia toh mewakili Inggris yang datang untuk menguasai Indonesia. Yang ini akan saya bagikan lain waktu).

Tapi tentu saja, Tuhan tidak menciptakan manusia sesempurna mungkin. Di balik kecemerlangannya di berbagai bidang yang melahirkan decak kagum, kehidupan pribadinya sangat dramatis.  Berbagai kegetiran dialami sejak kecil, bahkan setelah kematiannya. Yang paling menyayat hati saya adalah 5 anak yang dikaruniakan padanya meninggal semua dalam usia muda. Empat meninggal saat balita dan satu meninggal saat usianya menginjak 19. Bahkan saat Raffles meninggal pemakaman dan makamnya menyisakan masalah. Saya akan berbagi kisah itu kali ini. Siapa tahu Anda memerlukan wawasan tentang Raffles saat mengunjungi obyek-obyek wisata di Indonesia dimana Raffles punya andil dalam pengembangannya.  Atau, setelah tahu kisahnya, Anda jadii tertarik berwisata sejarah di bekas rumah Raffles di Bengkulu, misalnya. 

Raffles lahir tanggal 6 Juli 1781 di Port Morant, Jamaika dan meninggal pada 5 Juli 1826 di Middlesex, Inggris. Ayahnya bernama Benjamin Raffles, pemilik sekaligus Kapten Kapal Ann. Ibunya bernama Anne Lyde. Sang ayah terlibat perdagangan budak yang menguntungkan Inggris di Laut Karibia. Raffles tidak setuju dengan pekerjaan sampingan ayahnya yang dianggap kotor. Ia tidak mau terlibat urusan-urusan tersebut. Meski pekerjaan sampingan sang ayah tampak sangat menggiurkan dari sudut materi, namun toh tetap terjerat utang. Bangkrutnya pun habis-habisan hingga harus menjual kapal Ann yang disayanginya pada tahun 1782. Raffles hidup dalam kemelaratan sejak itu. Ayahnya meninggal tahun 1797.

Karir Raffles

Pekerjaan pertama Raffles yakni di Perusahaan Hindia Timur Britanica, sebuah perusahaan dagang semi pemerintah yang berperan banyak dalam penaklukan Inggris di luar negeri. Ia memulai karir tahun 1795 sebagai pegawai biasa. Keinginannya untuk maju membuatnya belajar keras di waktu luang. Pada tahun 1804 dia dipromosikan ke Penang. Penguasaannya akan bahasa Melayu menjadi nilai plus, sebuah ketrampilan yang sangat diperlukan Inggris pada zaman itu. Hingga akhirnya ia ditugaskan di India dan ia menguasai pula bahasa setempat.

Kisah Raffles sampai di Indonesia seperti ini. Tahun 1811, pimpinan Inggris di India yaitu Lord Muito memerintahkan Raffles yang berkedudukan di Penang (Malaya) untuk menguasai Pulau Jawa. Dengan mengerahkan 60 kapal, Inggris berhasil menduduki Batavia pada tanggal 26 Agustus 1811 dan pada tanggal 18 September 1811 Belanda menyerah melalui Kapitulasi Tuntang.yang isinya Pulau Jawa dan sekitarnya di kuasai Inggris, semua tentara Belanda menjadi tawanan Inggris, orang Belanda dapat di jadikan pegawai Inggris.

Di Hindia Belanda yang didudukinya, kebijakan-kebijakan Raffles lebih berbau liberal karena pemikirannya memang liberal,  mencakup:

Birokrasi Pemerintahan
  • Mengubah sistem pemerintahan yang semula dilakukan oleh penguasa pribumi menjadi sistem pemerintahan kolonial yang bercorak Barat
  • Bupati-bupati atau penguasa-penguasa pribumi dilepaskan kedudukannya yang mereka peroleh secara turun-temurun. 
  • Sistem juri ditetapkan dalam pengadilan
Bidang Ekonomi dan Keuangan
  • Petani diberikan kebebasan untuk menanam tanaman ekspor, sedang pemerintah hanya berkewajiban membuat pasar untuk merangsang petani menanam tanaman ekspor yang paling menguntungkan.
  • Meneruskan kebijakan Belanda untuk menanam kopi dan mengekspor..
  • Meneruskan kebijaka pemerintah Belanda yang membolehkan menjual tanah ke swasta. 
  • Penghapusan pajak hasil bumi (contingenten) dan sistem penyerahan wajib (verplichte leverantie) yang sudah diterapkan sejak zaman VOC. 
  • Menetapkan sistem sewa tanah (landrent) yang berdasarkan anggapan pemerintah kolonial. Pemungutan pajak secara perorangan. Jadi bangsa Pribumi membayar pajak karena menyewa tanah dari pemerintah kolonial. 
  • Memonopoli garam karena berkaitan dengan hajat hidup rakyat.

Bidang Hukum

Sistem peradilan yang diterapkan Raffles lebih baik daripada yang dilaksanakan oleh Daendels. Karena Daendels berorientasi pada warna kulit (ras), Raffles lebih berorientasi pada besar kecilnya kesalahan. Badan-badan penegak hukum pada masa Raffles sebagai berikut:

  • Court of Justice, terdapat pada setiap residen
  • Court of Request, terdapat pada setiap divisi
  • Police of Magistrate
Bidang Sosial

Penghapusan kerja rodi (kerja paksa) dan penghapusan perbudakan dan penghapusan  pynbank (disakiti), yaitu hukuman yang sangat kejam dengan melawan harimau.

Bidang Ilmu Pengetahuan
  • Berperan dalam penemuan kembali Candi Borobudur, meneliti Candi Prambanan. 
  • Membangun Gedung Harmony, gedung ilmu pengetahuan di Jl Majapahit. Raffles memang aktif mendukung Bataviaach Genootschap, sebuah perkumpulan kebudayaan dan ilmu pengetahuan.
  • Ditemukannya bunga Rafflesia Arnoldi (bunga bangkai raksasa). Arnoldi adalah ilmuwan yang menemukan bunga bangkai tersebut di Bengkulu. Pada waktu itu Raffles menjadi Gubernur Bengkulu. 
  • Dirintisnya Kebun Raya Bogor
  • Ditulisnya buku berjudul History of Java di London pada tahun 1817  dan dibagi dua jilid
  • Ditulisnya buku berjudul History of the East Indian Archipelago di Eidenburg pada tahun 1820 dan dibagi tiga jilid
  • Memindahkan Prasasti Airlangga ke Calcuta, India sehingga diberi nama Prasasti Calcutta. Yang ini sesungguhnya tindakan yang merugikan Indonesia. 
 Lain-lain: 
 Mengubah sistem mengemudi dari sebelah kanan ke sebelah kiri.

Tahun 1915, situasi tidak menentu di Eropa memaksa Raffles kembali ke Inggris. Convention of London 1814 memaksa Inggris untuk menyerahkan kembali Hindia Belanda ke Belanda. Sedangkan Inggris memperoleh Tanjung Harapan dan Srilangka. Padahal ia sudah begitu mencintai Hindia Belanda (tanah Jawa). Konon Raffles sampai menangis karena harus meninggalkan Jawa. Namun di Inggris ia tidak lama karena setelah itu menduduki pos di Bengkulu.

Wikipedia menulis, tanggal 29 Januari 1819 ia mendirikan sebuah pos perdagangan bebas di ujung selatan Semenanjung Malaka, yang di kemudian hari menjadi negara kota Singapura. Ini merupakan langkah yang berani, berlawanan dengan kebijakan Britania untuk tidak menyinggung Belanda di wilayah yang diakui berada di bawah pengaruh Belanda. 

Dalam enam minggu, beberapa ratus pedagang bermunculan untuk mengambil keuntungan dari kebijakan bebas pajak, dan Raffles kemudian mendapatkan persetujuan dari London. Raffles menetapkan tanggal 6 Februari 1819 sebagai hari jadi Singapura modern. Kekuasaan atas pulau itu pun kemudian dialihkan kepada Perusahaan Hindia Timur Britania. Akhirnya pada tahun1923, Raffles selamanya kembali ke Inggris dan kota Singapura telah siap untuk berkembang menjadi pelabuhan terbesar di dunia. Kota ini terus berkembang sebagai pusat perdagangan dengan pajak rendah

Kehidupan Pribadi Raffles

Karir mulus seseorang bukan jaminan kebahagiaannya. Ini terjadi pula pada kehidupan Thomas Stamford Raffles, sebagaimana direfleksikan Alpha Savitri dalam e-booknya Biografi Singkat Raffles. Masa kanak-kanak Raffles tidak dilaluinya dengan mulus. Dia menentang ayahnya yang melakukan praktek perdagangan budak di Karibia yang menguntungkan Inggris. Dari pekerjaan sang ayah, keluarganya bukan tambah kaya namun terlilit utang banyak sampai akhirnya bangkrut. 

Tentu hidup di keluarga yang melarat sungguh tidak nyaman. Tapi mungkin inilah yang menempanya untuk kreatif dan mandiri.  Karirnya meningkat pesat  karena dia tak pernah putus-putusnya belajar secara otodidak. Menempa skill-nya atas pekerjaan, minat pribadinya, leadershipnya dan mengasah kecerdasan sosialnya. Dari yang semula pegawai rendah hingga menjadi Letnan Gubernur yang berkuasa di Hindia Belanda (Jawa) dan kemudian Bengkulu. Setelah itu dengan sangat berani mendirikan pos perdagangan bebas di wilayah Selat Malaka. Akhirnya didirikanlah negara kota Singapura. 

Raffles dikenal sebagai sosok yang cinta mati terhadap Tanah Jawa. Sebagai penguasa, ia banyak blusukan dan berdialog dengan rakyat Jawa. Itu sebabnya ia demikian merasai denyut kehidupan orang-orang Jawa. Ia juga memiliki feeling yang kuat tentang alam Jawa. Ketertarikannya terhadap dunia antropologi, botani, zoologi, sejarah dan budaya semakin memperluas cakrawala berpikirnya.

Candi Borobudur dari yang semula hanya menjadi onggokan bangunan yang terasing di tengah hutan dan tertimbun hingga menjadi salah satu warisan dunia yang sangat berharga, berkat campur tangannya. Berkat instruksinya untuk menggali dan merestorasinya. Bahkan nama Borobudur pun belum pernah ada sebelum bukunya yang monumental yakni History of Java terbit tahun 1917. Raffles juga  berperan dalam penelitian Candi Prambanan dan candi-candi lain.  

Komitmen Raffles hidup dalam pernikahan demikian tinggi. Ia juga dikenal romantis dan sangat mencintai keluarga. Ia menikah dua kali. Istri pertamanya Olivia Mariamne (dinikahi tahun 1805), meninggal pada 26 November 1814 di usia yang ke-43 tahun. Pada waktu itu usia Raffkes masih 33. Tidak ada anak dalam kehidupan perkawinan mereka, meskipun ada literatur yang menyebutkan, Olivia pernah keguguran. 

Beberapa tahun kemudian ia menikah lagi dengan Sophia Hull pada 22 Februari 1817 dan dikaruniai 5 anak. Hanya satu anak yang hidup. Lainnya meninggal saat anak-anak. Dan satu yang hidup tersebut juga meninggal di usia muda, beberapa hari menjelang ulang tahun.  


Raffles dan Olivia Mariamne

Jejak sejarah kehidupan perkawinan Raffles - Olivia banyak terpahat di Bogor, Jawa Barat. Olivia Mariamne lebih tua 10 tahun daripada Raffles. Meski tidak dikaruniai anak, kehidupan pernikahan mereka bahagia. Hobi mereka cocok satu sama lain, yakni menyukai Pulau Jawa senang bergaul dengan masyarakat Jawa. 

Olivia menyukai bangunan istana Bogor yang dibangun untuk keperluan tempat tinggal petinggi Belanda. Saat Raffles memimpin Jawa, ia tinggal di Istana Bogor. Sayangnya istana ini selain menjadi saksi kemesraan Raffles - Olivia, juga menjadi memori pahit karena Olivia meninggal di tempat yang dulunya bernama Buitenzorg ini. Untuk mengenang Olivia, Raffles sengaja membuatkan tugu cinta di Kebun Raya Bogor. (KISAH TENTANG HAL INI, LIHAT LINK INI)

tugu cinta raffles
tugu cinta di Kebun Raya Bogor

 Bengkulu, Raffles dan Sophia Hull

Beberapa tahun setelah ditinggal meninggal Olivia, Raffles menikah dengan Sophia Hull. tahun 1817. Sophia menemani Raffles sampai Raffles meninggal tahun 1826. Tahun kehidupan perkawinan Raffles - Sophia banyak dihabiskan di Bengkulu.

Raffles menjejakkan kaki di Fort Marlborough Bengkulu pada 19 Maret 1818 karena bertugas sebagai Gubernur Jenderal Inggris di Bengkulu. Bengkulu waktu itu merupakan kota yang terisolasi dari pelayaran dan hanya punya satu komoditi perdagangan: lada. Jasa Raffles bagi rakyat Bengkulu adalah menghapuskan sistem perbudakan dan membatasi permainan sabung ayam. 

Sebagaimana saya sebutkan di atas, Raffles dan Sophia Hull, beserta kelima anak mereka mengalami dera kehidupan yang suram di Bengkulu. Buruknya sanitasi menyebabkan 4 anaknya berusia tak lebih dari empat tahun. Satu anak dikirim ke Inggris agar kehidupannya baik, namun akhirnya meninggal pula pada usia 19.

Anak-anak Raffles yakni: 
Charlotte Sophia Tunjung Segara (1818 - 1822)
Lahir di kapal dalam perjalanan dari Inggris ke Bengkulu tahun 1818 dan meninggal tahun 1822 (usia belum 4 tahun) akibat desentri. Tragisnya, Charlotte meninggal hanya beberapa hari setelah adiknya yakni Stanford Marsden meninggal. Nama "Tunjung Segara" yang tersemat di belakang nama Charlotte adalah hasil pemberian Raden Rana Dipura, bangsawan Jawa. Artinya teratai laut. Charlotte diyakini sebagai anak yang jenius karena pada usia 3 tahun sudah fasih berbahasa Inggris, Melayu, dan Hindustan. 

Leopold Stamford  (1819 - 1821
Meninggal karena sakit pada usia 2 tahun. Raffles dalam sebuah tulisan begitu menyayanginya dan menggambarkan anaknya ini sebagai  “an exceptional child” dan “the pride and hope of my life”.

Stamford Marsden  (25 May 1820 – 3 January 1822)
Nama panggilannya “Marco Polo”, meninggal pada usia 1 tahun 7 bulan akibat entritis (radang usus).

Ella Sophia  (25 May 1821 – 5 May 1840) 
Setelah kehilangan ketiga buah hatinya, Raffles dan Sophia tidak lagi mengasuh anaknya di Bengkulu melainkan mengirim anaknya ke Inggris di bawah asuhan Suster Mary Grimes dan asisten rumah J Rousseau. Namun bahkan Ella pun meninggal karena sakit. menjelang ulang tahun ke 19 dan sebelum pernikahannya dengan John Sumner, anak tertua dari pendeta Winchester Charles Richard Sumner, yang telah direncanakan pada musim panas.

Flora (19 September 1823 –. 28 November 1823)
Meninggal pada usia 2 bulan.


Raffles Meninggal

Raffles meninggal pada 5 Juli 1825, sehari sebelum ulang tahunnya yang ke-45 di rumahnya High Wood. Sophia menemukan  Raffles tergeletak di bawah tangga rumah berbentuk spiral. Otopsi menunjukkan Raffles terserang stroke. Rupanya penyakit penyempitan pembuluh darah sudah menghantui Raffles sejak lama.  

Karena Raffles menentang perbudakan, keluarganya tidak diizinkan memakamkan di halaman gereja setempat yakni St Mary's, Hendon, Middlesex. Larangan ini dikeluarkan pendeta gereja itu, yang keluarganya memetik keuntungan dari perdagangan budak. Ketika gereja itu diperluas pada 1920-an, kuburannya dimasukkan ke dalam bagian bangunannya. 

Tidak diizinkan didirikan bangunan untuk menandai makam Raffles sampai tahun 1887. Lokasi makam Raffles tidak sengaja ditemukan April tahun 1914 di dalam lemari besi di bawah gereja.

Nasib Makam Anak-anak Raffles

Saya pernah membaca tulisan Mahandis Y. Thamrin di nationalgeographic.co.id bahwa makam anak-anak Raffles di Bengkulu pun sudah tidak ada, saat ditelusuri. Sebetulnya empat buah hati Raffles dan Sophia dikuburkan di Kompleks Permakaman Inggris yang lokasinya tak sampai satu kilometer di timur Benteng Marlborough, Jalan Veteran, Jitra, Bengkulu.

Kompleks pemakaman itu memang tidak terawat. Banyak makam yang kehilangan prasasti penanda. Penjarahan memang terjadi. Demikian pula penggusuran atas makam. Tragisnya, banyak makam yang berubah fungsi menjadi lokasi jemur baju bagi penduduk sekitar.  

Yang jelas, nisan keempat anak Raffles amblas jaya —apakah termasuk dalam makam-makam yang dicuri prasasti penandanya atau telah digusur? Entahlah, tulis nationalgeographic.co.id. Makam yang hanya dijarah prasastinya masih beruntung. Sementara makam dalam kemalangan adalah yang tergusur dan amblas. Keempat buah hati Raffles diduga dimakamkan di sini, namun tak ditemukan bekasnya lagi.