Jumat, 06 Januari 2017

Air Terjun Dlundung bagai Tirai Bidadari

Air terjun Dlundung di Trawas, Mojokerto, Jawa Timur selalu tampak bagai tirai, yang turun dari langit dan mencapai bumi. Nggak percaya? Lihat foto-foto di sini. 

wisata mojokerto
dlundung, airnya tampak bagai tirai yang berkilau
wisata trawas
batu-batu alami menambah pesona air terjun dlundung
Trawas, Mojokerto memang surganya piknik. Ketenarannya sebagai tempat tetirah bahkan sudah sejak zaman Belanda di Indonesia.

Kali ini saya posting salah satu obyek wisata di Trawas, yakni air terjun Dlundung. Sedangkan tetangga dari air terjun Dlundung, yakni Kakekbodo dan Putuktruno mudah-mudahan bisa saya posting lain waktu.

Buat Anda yang suka dengan air terjun tapi ogah adventure untuk mencapainya, Dlundunglah lokasi yang tepat. Jalanan menuju sini sudah sangat mulus. Tinggal parkir mobil, motor atau kalau naik kendaraan umum, tinggal jalan sedikit dari pintu gerbang penarikan karcis, sampailah di air terjun indah ini. 

Air terjun ini sumbernya dari Gunung Welirang. Tidak begitu deras ketika sampai di bawah karena rupanya air terjun ini mengalir secara bertingkat. Menyentuh tebing berundak dulu, baru meluncur ke bawah. Ketinggiannya 50-60 meter. Letaknya di hutan lindung seluas 1600 hektare. 

Kami datang hari Sabtu pagi. Cuma ada beberapa pengunjung waktu itu sehingga terkesan sepi. Kami bebas berswafoto di tempat mana saja yang kami inginkan tanpa ada gangguan.

Saya perhatikan, air terjun ini bagaikan tirai. Kata anak saya (6 tahun), mungkin ini yang dinamakan tirai bidadari. "Di belakang air putih itu ada tangganya. Tangga dari langit," cetusnya. Hmmm, boleh juga imajinasinya. Sungguh, di air terjun ini waktu jadi tak berarti karena segalanya begitu indah. Ternyata kami meluangkan waktu bermain dengan air sudah berjam-jam di situ. Mandi-mandi di airnya yang bening dan segar, berfoto-foto, ngobrol-ngobrol santai. 

Sekarang saja indahnya seperti ini. Apalagi zaman dulu, ketika hutan belum dijarah, ketika air terjun ini masih perawan benar. 

Oh ya, menurut penuturan salah seorang kawan saya Hurek, jurnalis, yang pernah ke air terjun ini, ternyata air terjun Dlundung sudah terkenal sejak zaman Belanda. Lokasi ini sering dikunjungi tuan-tuan dan nyonya-nyonya Belanda waktu itu. Hanya saja, tahun 1930-an, airnya sangat deras. Beda dengan sekarang. Ini dilihat dari foto air terjun tersebut pada tahun 1930-an yang dimiliki warga Belanda. "Saya bayangkan betapa gemuruhnya air terjun Dlundung masa Hindia Belanda. Sekarang gemuruh itu tak ada. Kalau tidak dijaga baik, hutan gundul, bisa jadi suatu ketika air terjun ini hilang," katanya.

HARGA TIKET MASUK

Selain dikenakan 6000 rupiah per orang, kendaraan juga dikenakan biaya. Untuk mobil Rp 3000 dan motor Rp 2000. 

PETUNJUK ARAH (32 menit atau 14,4 km dari Masjid Cheng Hoo, Pandaan)

Air Terjun Dlundung berlokasi di Susun Ketapan Rame, Desa Kemloko, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur. Jalannya sangat mulus dan mudah diakses. 

Taruhlah Anda datang dari arah Masjid Cheng Hoo Pandaan, arahkan kendaraan ke Jl Jaksa Agung Suprapto - Jl Sutomo - Jl Raya Prigen - Jl Raya Tretes Trawas - Jl Air Terjun. Sampailah di Bumi Perkemahan Dlundung. 

Oh ya, saat sampai di pintu gerbang, perjalanan belum berakhir. Tempat parkirnya masih sekitar 800 meter. Arahkan kendaraan menuju tempat parkir. Di dekat tempat parkir tersebut ada warung-warung yang menjual makanan dan suvenir. Turun sedikit dari tempat parkir itulah letak Air Terjun Dlundung. Buat anak-anak, perjalanan aman karena nggak terlalu jauh dan turunannya tidak curam. Tapi tetap hati-hati ya, kalau membawa anak-anak ke sini. Terutama musim hujan. Kalau nggak dijaga benar, takutnya mereka berlarian dan terpeleset. Maklum, musim hujan jalanan licin, kan? 

KENDARAAN UMUM

Untuk Anda yang ingin mengakses tempat ini dengan kendaraan umum, bisa saja. Ada kendaraan umum dari terminal pandaan menuju ke sini (28 menit atau 13 km). Atau Anda bisa menawar ojek. Ini paling gampang. 

SARANA  WISATA LAIN DI LOKASI DLUNDUNG

Lokasi ini dilengkapi pula dengan bumi perkemahan. Ada juga sarana outbond yang bisa diakses bila diperlukan. 

wisata mojokerto
jalan dari tempat parkir menuju lokasi air terjun nggak jauh kok
sejarah trawas
air terjun dlundung tahun 1930-an. (foto: hurek.blogspot.com)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar