Kamis, 26 Januari 2017

Tempat-tempat Wisata Keren di Alas Purwo

Sempatkan berkunjung ke Taman Nasional Alas Purwo di Banyuwangi, Jawa Timur. Nggak bakal deh menyesal. Pantai-pantainya perawan, hutannya elok, dan kalau mau melihat hewan-hewan liar juga bisa. Oh ya, ada juga pura dan tempat-tempat yang dikeramatkan. Sungguh pengalaman batin tidak ternilai buatmu.
wisata dan kuliner banyuwangi
pintu gerbang taman nasional alas purwo. kami datang berombongan
Ini saya sampaikan sekilas ya, tentang Taman Nasional Alas Purwo yang merupakan hutan tertua di Pulau Jawa. 

Nama Alas Purwo berasal dari kata Purwo yang berarti permulaan. Jadi Alas Purwo merupakan hutan pertama atau nenek moyangnya hutan-hutan di Jawa. Itu sebabnya bagi beberapa kalangan lokasi ini angker dan dikeramatkan.

Oh ya, untuk sampai di spot-spot wisata di Alas Purwo, pastinya di samping melewati hutan-hutan dengan berbagai tanaman, kita juga menjumpai rumah-rumah penduduk dengan pamerajan (tempat pemujaan) di depan rumah, sebagaimana di Bali. Seperti kita sesang di pedesaan Bali. Sangat menarik melihat rumah-rumah sederhana dan kuno yang berjauhan satu sama lain. 

Masyarakat sekitar Taman Nasiinam hidupnya diwarnai budaya “Blambangan”. Mereka sangat percaya bahwa Taman Nasional Alas Purwo merupakan tempat pemberhentian terakhir rakyat Majapahit yang menghindar dari serbuan kerajaan Mataram. Mereka juga meyakini bahwa di hutan taman nasional masih tersimpan Keris Pusaka Sumelang Gandring.

Banyak yang semedi maupun mengadakan upacara religius. Tempat favorit untuk semedi misalnya Goa Padepokan dan Goa Istana. Di sekitar pintu masuk taman nasional (Rowobendo) terdapat peninggalan sejarah berupa “Pura Agung” yang menjadi tempat upacara umat Hindu Pagerwesi setiap 210 hari. 

Alas Purwo: Hutan Berbagai Ekosistem 

Dulu namanya Suaka Margasatwa Banyuwangi , sesuai Surat Keputusan Gubernur Jenderal Hindia Belanda Nomor 6 stbl 456 tanggal 01 September 1939. Luas arealnya 62.000 ha. Kemudian, namanya menjadi Taman Nasional Alas Purwo. Luasnya 43.420 ha melalui Surat Keputusan Menteri Kehutanan pada tahun 1992

 Taman Nasional Alas Purwo, sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 5 tahun 1990 tentang Konservasi Sumberdaya Alam Hayati dan Ekosistemnya mempunyai tiga fungsi pokok, yaitu
  • Perlindungan proses ekologis sistem penyangga kehidupan. 
  • Pengawetan keanekaragaman tumbuhan dan satwa beserta ekosistemnya. 
  • Pemanfaatan secara lestari sumberdaya alam hayati dan ekosistemnya dalam bentuk penelitian, ilmu pengetahuan, pendidikan, penunjang budidaya, dan pariwisata alam 
Jadi sektor pariwisata alam juga diamanatkan si sini. Beda dengan Pulau Sempu di Malang Selatan, misalnya,  yang sebetulnya bukan tidak diamanatkan untuk wisata, melainkan konservasi.

obyek wisata alas purwo
taman nasional alas purwo banyuwangi
Taman Nasional Alas Purwo merupakan kawasan hutan yang mempunyai berbagai macam tipe ekosistem yang tergolong utuh di Pulau Jawa. Mencakup pantai (hutan pantai) sampai hutan hujan  dataran rendah, hutan mangrove, hutan bambu, savana dan hutan tanaman.

Keanekaragaman jenis flora darat di kawasan Taman Nasional Alas Purwo termasuk tinggi. Diketahui lebih dari 700 jenis tumbuhan mulai dari tingkat tumbuhan bawah sampai tumbuhan tingkat pohon dari berbagai tipe/formasi vegetasi.

Jenis-jenis fauna daratan, baik kelas mamalia, aves dan herpetofauna (reptil dan amfibi) pun bisa didapatkan di sini.. Ditemukan 50 jenis mamalia di Taman Nasional Alas Purwo. Beberapa jenis mamalia yang dijumpai antara lain banteng (Bos javanicus), rusa (Cervus timorensis), ajag (Cuon alpinus), babi hutan (Sus scrofa), kijang (Muntiacus muntjak), macan tutul (Panthera pardus), lutung (Tracypithecus auratus), monyet ekor panjang (Macaca fascicularis) jelarang (Ratufa bicolor), rase (Vivericula indica), linsang (Prionodon linsang), luwak (Paradoxurus hermaprhoditus), garangan (Herpestes javanicus) dan kucing hutan (Felis bengalensis).

Beberapa jenis burung yang mudah dilihat diantaranya Elang laut perut putih (Haliaeetus leucogaster), Elang ular bido (Spilornis cheela), ayam hutan hijau (Galus varius), ayam hutan merah (Gallus gallus), kuntul kecil (Egreta garzeta), mentok rimba (Cairina scutulata), rangkong badak (Buceros rhinoceros), merak hijau (Pavo muticus), dara laut jambul (Sterna bergii) dan cekakak jawa (Halcyon cyanoventris).
Herpetofauna terdiri dari kelas amfibi dan reptil. Sampai saat ini tercatat ditemukan 63 jenis herpetofauna yang terdiri 15 jenis amfibi dan 48 jenis reptil. Diantara jenis yang ditemukan terdapat 6 jenis reptil yang dilindungi yaitu penyu lekang/ abu-abu (Lepidochelys olivacea), penyu hijau (Chelonia mydas), penyu sisik (Eretmochelys imbricata), penyu belimbing (Dermochelys coriacea), biawak abu-abu (Varanus nebulosus) dan ular sanca bodo (Python molurus).

Tempat-tempat  Wisata di Alas Purwo

Perjalanan ke Taman Nasional Alas Purwo ditempuh sekitar 2,5 jam dari pusat kota Banyuwangi. Kita tinggal mengarahkan kendaraan ke selatan dan sampailah ke Gapura Taman Nasional Alas Purwo. Obyek wisata di sini sangat beragam. Itu sebabnya waktu terbaik untuk datang ke sini adalah pagi-pagi sekali hingga kita optimal menjelajah Alas Purwo. Jangan khawatir bakal tersesat karena banyak petunjuk arah tersebar di sini. Apa saja obyek wisata yang menarik dikunjungi? 

A. Wisata Pantai

1. Pantai Trianggulasi: Tempat Bertelurnya Penyu

Dari pos Rowo Bendo (pos pemberhentian pengunjung) jaraknya cuma 3 km ke arah tenggara. Nggak jauh dari Pura Giri Seloka. Kenapa dinamai Trianggulasi? Sebenarnya nama ini berasal dari tugu pemetaan dan pengukuran yang tak jauh dari pantai itu. 

Hutan pantai ini sangat lebat. Tak heran banyak satwa di sini, termasuk monyet. Binatang-binatang ini selalu menyambut siapa pun tamu yang datang. Namun jangan khawatir karena mereka tidak agresif dan memungut apa saja bawaan kita. 

Pasir pantai Trianggulasi putih dan halus. Trianggulasi sebenarnya memiliki formasi hutan yang sangat lengkap, didominasi pohon nyamplung, pandan laut, dan bogem. Saking sepinya dan saking kondusifnya lingkungan ini, pada April sampai November, menurut pihak Taman Nasional Alas Purwo, 4 jenis penyu yakni penyu belimbing, sisik, abu-abu, dan hijau mau bertelur di sini. Penyu memang pilih-pilih tempat untuk bertelur. Lingkungan yang sepi sangat disukainya. 

obyek wisata banyuwangi
pantai trianggulasi alas purwo
Saya melihat ada semacam pondok wisata di pantai ini yang kotor dan atapnya rusak. Sayang sekali lingkungan sebagus ini harus sedikit dikotori hal itu. Ada kisah menarik. Bahwa pondok wisata itu dibangun untuk penginanapan. Namun penginap-penginap di sini nggak ada yang pernah tahan karena mereka dihantui makhluk dunia lain. Entah benar entah tidak.

Pantai ini saya lihat hampir nol sampah buatan manusia macam plastik dan kertas. Kalaupun ada, sampah tersebut berasal dari bungkus-bungkus dupa yang tidak dibawa pulang pemiliknya. Pantai ini memang seringkali dipakai oleh kaum spiritualis untuk berdoa. Padahal harusnya, semua orang jangan meninggalkan apa pun di sini, juga di pantai-pantai lain, kecuali jejak kaki.

 2. Pantai Pancur: Rest Areanya Wisatawan

Kenapa dinamai Pantai Pancur? Pancur itu kata dalam bahasa Jawa yang artinya mengalir. Di Pantai Pancur ada aliran sungai kecil berair tawar yang bermuara sebagaimana air terjun mini yang mengalir di pasir dan langsung bertemu air laut.

Pantai Pancur lokasinya 5 km dari Pos Rawabendo dan 2 km dari Pantai Trianggulasi. Pantai ini ada di dekat Resort Pancur. Oh ya, Resort Pancur ini boleh dikata rest-areanya para wisatawan. Di sini terdapat semacam aula pertemuan, musala, kamar mandi dan kantin. Buat Anda yang suka berkemah lokasinya ya di sini. 

 Untuk sampai di Pantai Pancur kita tinggal parkir kendaraan dan menuruni tangga menuju pantai. Pasir Pantai Pancur berwarna putih dengan batuan-batuannya yang ditumbuhi lumut hijau. Terdapat pula karang indah yang menjorok di pantai. Pantai Pancur aman dikunjungi keluarga yang memiliki anak kecil.

Kendati dekat dengan rest area wisatawan, Pantai Pancur tergolong perawan. Jarang ada yang ke sini. Pantai ini memiliki banyak kera. Pepohonan sangat sedikit sehigga disarankan untuk datang di pagi ataupun sore hari.

3. Pantai Plengkung (G. Land): Ombak Terbaik untuk Surfing

Pantai Plengkung disebut juga G-Land. Istilah G-Land berasal dari kata Grajagan-Land. Grajagan merupakan teluk yang memiliki ombak yang besar di sekitar sini.
 
Pantai ini terkenal di kalangan para peselancar dunia karena memiliki ombak terbaik di dunia untuk aktivitas surfing alias selancar. Ciri ombaknya menggulung sempurna seperti tabung, besar, tinggi. Pantai Plengkung atau G-land merupakan pantai yang masih alami. Hingga saat ini telah 4 kali dijadikan lokasi event tingkat internasional. Saat ini terdapat 3 (tiga) pengusaha pariwisata alam yang menyediakan paket wisata surfing yang dilengkapi dengan fasilitas akomodasi.

Untuk sampai ke lokasi Plengkung dari Resort Pancur jaraknya 9 km atau 40 menit. Jalanan tidak selalu mulus bahkan sering berbatu-batu. 

B. Obyek Wisata Spiritual Alas Purwo

1. Wisata Gua
Kawasan Taman Nasional Alas Purwo paling tidak memiliki 44 gua. Gua terkenal diantaranya Goa Istana, Gua Mayangkara, Gua Padepokan, Goa Basori dan Goa Jepang. Semuanya merupakan tempat tinggal kelelawar, ular dan serangga. Ada pula Gua peninggalan Bangsa Jepang yang pernah dimanfaatkan oleh Bangsa Jepang pada zaman penjajahan yaitu “Goa Jepang”. Ada peralatan-peralatan perang seperti meriam.

Gua Istana
Gua Istana lokasinya 2 kilometer dari Pos Resor Pancur. Akses sampai ke sini dengan berjalan kaki melewati hutan bambu. Di lingkungan Gua Istana kita masih harus mendaki anak tangga yang jumlahnya puluhan. Di sinilah para pertapa biasa bersemedi. Gua Istana banyak dikunjungi pada bulan Suro (Muharram). 

obyek wisata alas purwo
gua istana taman nasional alas purwo (foto: andi n cahyana, asliindonesia.net)
Kenapa dinamai Gua Istana? Konon para petinggi negara ini di zaman dulu bersemadi di sini. Termasuk Presiden Sukarno pernah ke sini.

Di dalam gua yang lembab ini masih banyak kelelawar. Maka kalau datang ke sini, di samping bau dupa, kita juga sering mencium bau kotoran kelelawar. Oh ya, kalau mau berkunjung, jangan lupa bawa senter karena peetengahan gua tanpa cahaya. Bila senter kita arahkan ke langit-langit gua, kita akan lihat banyak kelelawar bergelantungan.Di gua ini ada mata air yang namanya Sendang Srengenge yang konon bisa bikin awet muda. Boleh kamu coba. 

2. Pura Giri Seloka

Lokasi Pura Giri Seloka berada di jalan masuk ke Triangulasi. Pura ini merupakan salah satu pura peninggalan sejarah yang sampai sekarang rutin dipakai oleh umat Hindu untuk  upacara Pager Wesi yang diadakan setiap 210 hari sekali. Acara sakral tersebut yaitu upacara penyelamatan ilmu pengetahuan penolak ancaman raksasa bagi umat manusia yang diturunkan oleh para dewa. Dalam upacara tersebut ada yang disebut Prosesi Palemahan yaitu membuang sesaji ke tanah agar dimakan oleh Raksasa Betarakala. Pawongan yaitu upacara umat Hindu tanda syukur kepada Sang Dewa yang telah memberikan ilmu pengetahuan. 

taman nasional alas purwo banyuwangi
Pura Giri Seloka (foto: dok. Taman Nasional Alas Purwo)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar