Kamis, 23 Februari 2017

Transmart Rungkut Surabaya, Tempat Rekreasi Keluarga yang Ngehits

Inilah tempat rekreasi terbaru buat keluarga di Surabaya. Transmart Rungkut Surabaya hadir dengan konsep 4 in 1. Belanja, makan, nonton bioskop, dan bermain dalam satu lokasi. Tema yang diusung adalah ” The New Retail Experience “.

wisata dan kuliner surabaya
suasana trans studio mini transmart rungkut surabaya saat pembukaan akhir februari 2017 (foto: detik.com)


wisata dan kuliner surabaya
lokasi food and baverage transmart rungkut surabaya

Ya, Gedung Ritel Carefour Rungkut Surabaya kini bersalin rupa. Dibongkar untuk keperluan wisata 4 in 1 dan dibranding dengan nama Transmart Rungkut Surabaya. Berdiri di atas lahan 26 ribu meter persegi, pastilauh pihak pemilik dan pengelola leluasa mengembangkan ide-ide untuk memanjakan pengunjung.

Lokasinya di Jalan Kalirungkut Surabaya. Taruhlah posisimu di Balai Kota Surabaya di Jl Walikota Mustajab, jarak untuk mencapainya sejauh 8 km-an. Ini dia petunjuk menuju lokasi atau denah untuk mencapai Transmart Rungkut dari Balai Kota Surabaya.




Lantas, apa saja yang bisa kita nikmati di Transmart Rungkut Surabaya?

1. Mini Trans Studio. 
Mini Trans Studio di Transmart Rungkut bertemakan Dinosaurus. Salah satu wahana menonjol dan kekinian di studio mini ini  yakni Roller Coaster yang bernama Crazy Cab Coaster di lantai atas. Kalau kamu lewat di depan Transmart Rungkut, akan terlihat jalur roller coaster warna merah keluar gedung dan masuk lagi. Selain itu ada New York Swing, Sky Crapper dan Happy Swing. Semuanya mendebarkan tapi mengasyikkan. 

Untuk anak-anak, Transmart Rungkut juga menyediakan mini train -- kereta kecil -- yang bagus. Anak-anak diajak berkeliling melewati taman dengan tanaman yang dibentuk menyerupai dinosaurus. Ada juga Dino River. Anak-anak diajsk melewati kanal dinosaurus. 

Di sini ada pula Game Zone yang diperuntukkan anak-anak dan dewasa. Berbagai game-game console terbaru dihadirkan.

2. Bioskop CGV
Sebagaimana diketahui, Bioskop CGV atau yang biasa disebut CGV Cinemas (sebelumnya bernama blitzmegaplex dan CGV blitz) merupakan salah satu jaringan bioskop di Indonesia yang menawarkan konsep baru untuk memberikan pengalaman yang berbeda saat menonton film. CGV Cinemas membuka jaringan bioskop pertamanya di Paris Van Java Mall, Bandung. Jaringan bioskop yang dapat menghadirkan gambar yang tajam dan kualitas suara yang sempurna ini hadir di Transmart Rungkut Surabaya..

3. Arena Food and Baverage
Nggak lengkap dong, rekreasi di Transmart Rungkut tanpa menjajal kulinernya. Mulai dari makanan tradisional hingga dunia ada di sini. Semuanya memiliki citarasa yang oke dan sudah diakui. Hampir srmuanya ngetop.

4. Belanja
Ketika anak-anak bermain, orangtua bisa berbelanja. Mau cari kebutuhan apa? Dapur, rumah tangga, produk kecantikan, semua ada di sini. Tempat belanja yang besar dan nyaman membuat Anda betah bahkan untuk melakukan perbandingan produk satu dengan produk yang lain. Diskonnya banyak lo.

wisata keluarga transmart rungkut surabaya
salah satu sudut arena bermain di transmart rungkut surabaya (foto: kabarsurabaya.org)

Sabtu, 18 Februari 2017

Taman Abhirama Sidoarjo, Sudah Indah, Gratis Pula

Taman Kota Sidoarjo yang bernama Abhirama ini indah dan enak buat santai. Di bawah pohon-pohonnya yang rindang kita bisa bercengkrama dengan keluarga atau kawan-kawan. Kita juga bisa memberi makan ikan sambil melihat anak-anak berlarian kesana kemari. Inilah taman rekreasi keluarga di Sidoarjo yang memiliki banyak kelebihan.

wisata keluarga sidoarjo
arena permainan anak di taman abhirama sidoarjo
wisata dan kuliner di sidoarjo
kolam ikan di Taman Abhirama Sidoarjo yang teduh dan cocok untuk ngadem.
taman kota untuk anak di sidoarjo

playground anak di sidoarjo
gazebo panjang Taman Abhirama yang berdiri di atas air cocok buat nyantai

Ya. Seperti halnya alun-alun Sidoarjo, Taman Abhirama sangat recomended buat ngadem, nongkrong, dan wisata keluarga. Kalau pengen hunting foto, obyek-obyeknya juga oke.

Sesungguhnya taman ini nggak luas-luas amat. Nggak sampai sehektar dan lokasinya memanjang di pinggir jalan Ponti, Pagerwojo, Sidoarjo. Sangat dekat dengan Stadion Sidoarjo. Tinggal jalan kaki bisa. Kalau dari Alun-alun Sidoarjo sekitar 10 menitan. Nggak jauh juga kan.

Selain asri karena banyak pohon rindangnya, taman ini ditata dengan apik. Bangunan-bangunannya hampir semuanya dibuat sealami mungkin dari kayu. Rumah singgah, gazebo, kantin, bahkan toilet. Ya, toiletnya unik. Tampak luarnya didesain seolah rumah kecil dari kayu. Musala untuk salat juga dibuat ala rumah panggung dari kayu. Cuma di playgroundnya mainan anak macam ayunan, jungkat-jungkit dan lain-lain masih terbuat dari besi dan dicat warna-warni. Tapi nggak masalah. Tetap indah. 

Selain nilai plus dalam hal keasrian dan tata letak maupun desain, Taman Abhirama juga relatif bersih dari sampah. Kalaupun ada sampah, petugas sampah akan langsung memungutnya. Memang, taman ini beberapa tahun lalu didirikan Dinas Kebersihan kabupaten Sidoarjo sebagai paru-paru kota dan tempat rekreasi keluarga. Jadi, masalah kebersihan so pasti sangat diperhatikan.

Cuma masalahnya memang pengunjung sendiri yang seringkali keterlaluan. Buang kemasan bekas snack ataupun bekas minuman nggak di tempat sampah yang disediakan. Paling nggak enak kalau ke sini di atas jam 5 sore pada hari minggu, apalagi sehabis hujan. Duh, sampah berceceran di sana-sini. Yang buang sampah sembarangan mungkin menganggap semua tempat di bumi ini adalah keranjang sampah. Hadehhhhh... Kasihan petugas sampahnya, kan. Puncak kunjungan, sebagaimana lokasi-lokasi santai lainnya, ya hari Sabtu dan Minggu.
 
Anak saya yang berusia 6 tahun sangat menyukai Taman Abhirama. Hampir saban Sabtu, sepulang dari kursus musik, dia minta ke sini untuk bermain. Lokasinya kursusnya memang nggak jauh dari Taman Abhirama. Karena saya juga menyukai lokasi bermain yang alami, tentu saya amini saja. Apalagi harga tiket masuknya gratis. Bayar parkir kendaraan saja. Bisa ngirit dong, emaknya.... hahaha....

Tapi alasannya bukan itu saja. Taman ini sangat ramah anak. Semua anak, termasuk anak saya bisa bebas bermain dan berlarian di bawah pohon rindang. Seringkali anak saya juga menemukan kawan-kawan baru di sini yang ingin bermain bersama. Jelas kegiatan bermain di lahan yang relatif luas sangat baik untuk perkembangan psikomotorik mereka. 

Kalau bosan berlarian dan bermain di lokasi permainan, anak saya minta dibelikan makanan untuk ikan. Dia akan duduk di bibir kolam ikan atau di gazebo dan memberi makan ikan. Warung-warung di taman ini juga menyediakan pakan ikan berupa remah-remah roti. Cukup murah. Hanya Rp. 2000.

 Taman Abhirama nggak cuma berisi playground buat anak-anak, namun juga memenuhi unsur sebagai taman elok bagi semua kalangan. Buat orangtua, di sisi utara atau dekat pintu masuk, ada lintasan jalan yang berisi batu-batu yang bisa dimanfaatkan untuk terapu memperlancar peredaran darah.

Gazebo bagian belakang yang dibikin memanjang merupakan tempat favorit keluarga kami untuk sekadar menikmati jajanan atau minuman yang dijual di dalam taman. Kadang-kadang saya juga mbontot kudapan dari rumah untuk dimakan di situ.

Para pelajar dan mahasiswa juga memanfaatkan taman ini untuk berdiskusi atau mengerjakan tugas-tugas sekolah. Komunitas-komunitas tertentu juga sering menggelar acara di sini. Tentu dengan seizin pengelola.

Pendeknya, taman ini cocok untuk semua kalangan, kecuali mereka yang niatnya pacaran. Karena ada tanda larangan dilarang berpacaran di taman ini. 😂😂

Rute Taman Abhirama dari Alun-alun Sidoarjo:




playground di sidoarjo
salah satu arena playground di Taman Abhirama
taman kota alami di sidoarjo
pelajar pun suka mengerjakan tugas di taman abhirama sidoarjo
taman bermain anak di kota sidoarjo
salah satu sudut arena permainan di taman abhirama sidoarjo

Kamis, 09 Februari 2017

Ini Dia 8 SItus Warisan Dunia Unesco di Indonesia

United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO) telah meresmikan 8 Situs Warisan Dunia di Indonesia. Apa saja dan di mana?

1. Candi Borobudur
wisata indonesia
candi borobudur (ensiklopediaindonesia.com)

Lokasi: 
Magelang, Jawa Tegah
Tahun ditetapkan: 1991
Bidang: Budaya

Siapa yang nggak kenal Candi Borobudur. Sebagaimana diketahui situs ini merupakan tempat pemujaan untuk agama Buddha terbesar di dunia. Yang termasuk dalam kompleks candi Borobudur adalah Candi Mendut dan Candi Pawon. Candi berbentuk stupa ini didirikan para penganut agama Buddha Mahayana sekitar tahun 800-an Masehi pada masa pemerintahan wangsa Syailendra.

Menurut situs wikipedia, Borobudur ditinggalkan pada abad ke-14 seiring melemahnya pengaruh kerajaan Hindu dan Buddha di Jawa serta mulai masuknya pengaruh Islam. Dunia mulai menyadari keberadaan bangunan ini sejak ditemukan 1814 oleh Sir Thomas Stamford Raffles, yang saat itu menjabat sebagai Gubernur Jenderal Inggris atas Jawa. Sejak saat itu Borobudur telah mengalami serangkaian upaya penyelamatan dan pemugaran. Proyek pemugaran terbesar digelar pada kurun 1975 hingga 1982 atas upaya Pemerintah Republik Indonesia dan UNESCO, kemudian situs bersejarah ini masuk dalam daftar Situs Warisan Dunia.

Borobudur kini masih digunakan sebagai tempat ziarah keagamaan; tiap tahun umat Buddha yang datang dari seluruh Indonesia dan mancanegara berkumpul di Borobudur untuk memperingati Trisuci Waisak. Dalam dunia pariwisata, Borobudur adalah objek wisata tunggal di Indonesia yang paling banyak dikunjungi wisatawan.

2. Subak

wisata bali
subak di bali (panduanwisata.com)

Lokasi: Bali
Luas: 19,520 ha  
Tahun ditetapkan: 2012
Bidang: Budaya

Subak boleh dikata metode pengairan sawah di Bali yang mengandalkan sistem kekeluargaan dan gotong-royong. sistem ekologi tradisional yang dikembangkan lebih dari 1000 tahun lalu ini dibuat untuk tidak melupakan Tri Hita Karana, yaitu hubungan antara manusia, bumi, dan para dewa.

Revolusi hijau telah menyebabkan perubahan pada sistem irigasi. Kini petani harus menanam padi sesering mungkin. Ini sangat berbeda dengan sistem Subak, yang mengutamakan semua kebutuhan petani.. Metode yang baru pada revolusi hijau memang awalnya berhasil baik, tapi kemudian ada masalah kekurangan air, hama dan polusi akibat pestisida baik di tanah maupun di air. Akhirnya ditemukan bahwa sistem pengairan sawah secara tradisional sangatlah efektif untuk menanggulangi kendala ini.

3. Taman Nasional Komodo

wisata pulau komodo
taman nasionalkomodo di nusa tenggara timur (sindonews.com)
Lokasi: Nusa Tenggara Timur (NTT)
Luas: 219,322
Tahun Ditetapkan: 1991
Bidang: Alami

Yang termasuk dalam wilayah Taman Nasional Komodo Pulau Komodo adalah Pulau Padar, Pulau Rinca, dan 26 pulau kecil lainnya. Taman nasional ini didirikan tahun 1980. Dulu memang dipakai pelestarian  Komodo (Varanus komodoensis), namun ini juga melestarikan hewan lain, termasuk hewan laut. Habitat Komodo sendiri dibatasi di Pulau Komodo, Pulau Rinca, Gili Motang, dan Flores.

4. Taman Nasional Lorenz 

wisata papua
puncak cartensz, taman nasional lorenz (tamannasional.org)


Lokasi: Papua
Luas: 2,350,000 ha
Tahun Ditetapkan: 1999
Bidang: Alami

Taman Nasional Lorenz ini masih alami karena belum banyak dipetakan, dijelajahi karena sangat luas. Banyak tanaman, hewan, dan budaya yang belum diketahui. Nana Taman Nasional Lorenz berasal dari Hendrikus Albertus Lorentz, yang pada tahun 1909, dalam  ekspedisinya yang ke-10 menjelajah di Taman Nasional ini.

Taman Nasional Lorentz merupakan perwakilan dari ekosistem terlengkap untuk keanekaragaman hayati di Asia Pasifik. Kawasan ini juga merupakan salah satu di antara tiga kawasan di dunia yang mempunyai gletser di daerah tropis Di samping itu lokasi ini juga kaya budata. Kebudayaan tersebut berumur 30.000 tahun. Suku-suku pedalaman yang berdiam antara lain Suku Nduga, Dani Barat, Suku Amungme, Suku Sempan dan Suku Asmat.

5. Candi Prambanan

wisata prambanan
candi prambanan (triptrus.com)
Lokasi: Jawa Tengah
Tahun Ditetapkan: 1991
Bidang: Budaya

Prambanan merupakan candi agama Hindu terbesar untuk memuja Trimurti yakni Dewa Shiwa, Wishnu, dan Brahma di Indonesia. Selain tiga bangunan utama candi, di sekitar Prambanan juga terdapat ratusan candi-candi lain seperti Candi Ratu Boko yang dikaitkan dengan legenda Roro Jonggrang, termasuk pula Candi Sewu, Candi Bubrah, dan Candi Lumbung. Prambanan dianggap salah satu candi terelok di Asia Tenggaea. Bentuknya tinggi, ramping dengan candi Siwa sebagai candi utama. Ketinggian mencapai 47 meter ddi tengah gugusan candi-candi lebih kecil.

6. Sangiran Manusia Prasejarah

wisata budaya jawa tengah
patug orang sangiran di museum sangiran
Lokasi: Jawa Tengah
Luas: 5,600
Tahun Ditetapkan: 1996
Bidang: Budaya

Lokasi situs sekitar 15 kilometer sebelah utara Surakarta di lembah Sungai Bengawan Solo. Secara administratif, kawasan Sangiran terbagi antara 2 kabupaten: Kabupaten Sragen (Kecamatan Gemolong, Kecamatan Kalijambe, dan Plupuh) dan Kabupaten Karanganyar (Kecamatan Gondangrejo).

Sangiran diakui oleh para ilmuwan sebagai situs sangat penting di dunia untuk mempelajari fosil manusia. 1883: Situs sangiran pertama kali ditemukan oleh P.E.C schemulling. Ketika aktif melakukan eksplorasi pada akhir abad ke-19, Eugene Dubois pernah melakukan penelitian di sini, namun tidak terlalu intensif karena kemudian ia memusatkan aktivitas di kawasan Trinil, Ngawi. Pada tahun-tahun setelahnya, berbagai penelitian dilakukan. Kini koleksi-koleksinya sebagian disimpan di Museum Purbakala Sangiran, tetapi koleksi-koleksi pentingnya pernah dikirim ke kawannya di Jerman. 

7. Hutan Hujan Tropis Sumatra

wisata taman nasional sumatra
kekayaan flora di taman nasional kerinci seblat (kawanbumi.org)
Lokasi: Sumatra
Luas: 2,5 juta hektare
Tahun Ditetapkan: 2004
Bidang: Alami 

Merupakan tempat pelestarian bagi kawasn tropis penting yang merupakan sumber mata air dan habitat dari beberapa spesies yang hampir punah seperti, Harimau sumatera, Orangutan sumatera, Gajah sumatera, dan Badak sumatera yang merupakan spesies Badak terkecil dan memiliki dua cula. Hutan Hujan Tropis Sumatra juga tempat bagi berbagai jenis tumbuhan endemik seperti, kantong semar, Rafflesia Arnoldi, dan bunga tertinggi Amorphophallus titanum. Selain memiliki keanekaragaman hayati yang tinggi, hutan hujan tropis Sumatera juga merupakan sumber mata pencarian bagi masyarakat yang tinggal di sana. Beberapa suku tinggal di hutan hujan tropis Sumatera, seperti suku Mentawai dan suku Anak Dalam. Singkatnya, hutan hujan tropis Sumatera berperan penting dalam stabilitas suplai air, ekologi, dan ekonomi, serta menekan pengaruh kekeringan dan kebakaran.

Terdiri dari 3 Taman Nasional di Sumatera, yaitu Taman Nasional Gunung Leuser, Taman Nasional Kerinci Seblat, dan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan.
  
8. Taman Nasional Ujung Kulon 

wisata taman nasional ujung kulon
badak jawa di taman nasional ujung kulon (wikipedia.co.id)
Lokasi:Banten
Luas: 122.956 Ha
Tahun Ditetapkan:1991
Bidang: Alami

Ujung Kulon adalah daerah pertanian pada beberapa masa sampai akhirnya habis seluruh penduduknya ketika Gunung Krakatau meletus pada tanggal 27 Agustus 1883. Akhirnya kawasan ini kembali menjadi hutan.

Kawasan Ujung Kulon pertama kali diperkenalkan oleh seorang ahli Botani Jerman, F. Junghun pada Tahun 1846, ketika sedang mengumpulkan tumbuhan tropis. Pada masa itu kekayaan flora dan fauna Ujung Kulon sudah mulai dikenal oleh para peneliti. Bahkan perjalanan ke Ujung Kulon ini sempat masuk di dalam jurnal ilimiah beberapa tahun kemudian. Semenanjung Ujung Kulon pada saat ini merupakan habitat terpenting dari Badak Jawa, yang populasinya diperkirakan ada 50-60 ekor, serta merupakan satu-satunya tempat di dunia di mana secara alami Badak Jawa mampu berkembang biak pada dekade terakhir ini. 

Rabu, 08 Februari 2017

Lubang Mbah Soero, Jelajah Jejak Kelam Era Kolonial

Sawahlunto, Sumatra Barat merangkum histori penambangan batubara di zaman Belanda. Jejak kelamnya bisa kamu napaktilasi di beberapa tempat, termasuk Lubang  Mbah Soero. Berwisata sejarah di sini tak hanya menambah wawasan, namun juga mengetuk nuranimu.

wisata sumatra barat
lubang mbah suro, berbahan batubara pilihan. mendengar kisah kelamnya bikin hati meleleh. (dok. vivanews)
Lubang Mbah Soero kini jadi satu andalan wisata Sawahlunto. Lokasinya di dalam perut bumi kota tersebut, di Tangsi Baru, Kelurahan Tanah Lapang, Lembah Segar, Kota Sawahlunto, Sumatra Barat. Ini lubang berupa terowongan sepanjang 185 meter. Dulunya areal penambangan batu bara yang dibangun Pemerintah Hindia Belanda. 

Mbah Soero itu nama mandor penambangan saat itu. Ia dikenal memiliki ilmu kebatinan tingkat tinggi dan jadi panutan warga. Mbah Suro ini memiliki lima anak dengan 13 cucu. Istrinya dukun beranak. Mbah Soero meninggal sebelum tahun 1930 dan dimakamkan di pemakaman orang rantai, Tanjung Sari, Kota Sawahlunto, Sumatra Barat. Namanya dicomot sebagai penanda lokasi. 

Lubang Mbah Soero dipakai tahun 1898 - 1932. Ini lubang tambang pertama di Sawahlunto dengan kedalaman 258 dpl. Setelah penambangan usai lubang itu dibiarkan mangkrak. Sampai kemudian tahun 2007 pemerintah merenovasinya untuk kepentingan wisata dengan memperhatikan keamanan, termasuk membangun anak-anak tangga. Namun keasliannya tetap dipertahankan. Atap dan dinding masih dari batubara sebagaimana aslinya. Kualitas batubaranya sangat super. Tanggal 23 April 2008 diresmikan sebagai obyek wisata. 

Lebar lubang tambang sekitar dua meter tingginya dua  meter pula. Lubang dengan kedalaman 15 meter dari permukaan tanah ini sudah dipugar sejauh 186 meter. Aliran air dan saluran udara dibangun agar pengunjung tak sesak di dalam lubang. Lampu penerang juga dipasang. Di dinding tersebut masih bias dilihat bahkan dipegang batubara kualitas super.

Lubang Mbah Soero menyimpan kisah-kisah kelam era Kolonial Belanda. Para tahanan pribumi dari berbagai wilayah sengaja dikapalkan ke sini. Jumlahnya mencapai 20 ribu. Mereka diperlakukan tidak manusiawi di sini. Siang malam dipekerjakan untuk menggali batubara  dengan kaki yang diikat rantai. Maka di sini ada sebutan orang rantai. Itu mereka. Alangkah memilukan! Mereka didatangkan dari berbagai wilayah di Indonesia termasuk Jawa. Saat direnovasi tahun 2007, ditemukan banyak tulang-belulang yang merupakan potongan tubuh manusia.

Kalau kamu berkunjung ke sini, aura mistis dari terowongan ini masih terasa. Nggak ada penerangan yang memadai. Memang dibuat sebagaimana aslinya. Kita bagai masuk lorong tak berujung yang dinding-dindingnya legam. Di sana-sini terdapat rembesan air sehingga lubang ini lembab. 

Harap jangan remehkan aturan-aturan berwisata di lubang ini. Jangan berkata kotor,jangan kosong pikiran. Bila perempuan sedang datang bulan sebaiknya tidak masuk. Dan jangan lupa pakai sepatu boot dan topi pengaman yang disediakan.  

Oh ya, jangan lewatkan yang satu ini. Kalau kamu keluar dari Lubang Mbah Soero, datanglah ke museum yang disebut  Galeri Infobox. Museum yang bertutur tentang bagaimana orang-orang rantai ini dipekerjakan. Peralatan sederhana untuk menambang dipamerkan. Rantai mereka juga ikut tampil. Termasuk foto-foto dokumentasi. Sungguh menggugah nurani. 

wisata sumatra barat
rantai untuk mengikat kaki narapidana pekerja tambang pada zaman kolonial di sawahlunto (foto: wego.co.id)
Asal-usul Sawahlunto jadi kota tambang batubara begini. De Groet, ahli geologi Belanda, tahun 1858 menemukan sekitar Sungai Ombilin Sumatra Barat kaya kandungan batubara. Penemuan ini ditindaklanjuti Ir Willem Hendrik De Greve pada 1867. Penyelidikan dilakukan detil oleh Ir Verbeck. Ditemukan kandungan batubara dengan kisaran mencapai puluhan juta. Produksi pertambangan batubara dari Ombilin dimulai tahun 1892.

Sejak itu Sawahlunto menggeliat dan tumbuh . Belanda membangun banyak bangunan di sini. Kini bangunan-bangunan tersebut ditetapkan pemerintah daerah sebagai cagar budaya dan objek wisata. 

Lubang Mbah Soero
Buka Senin – Minggu Pukul 09:00 – 17:30 WIB
Harga tiket masuk: Rp 8.000
 

Selasa, 07 Februari 2017

Eloknya Legok Asri, Spot Wisata Alami di Sidoarjo

Lagi cari tempat wisata alam keluarga di Sidoarjo? Datang saja ke Legok Asri, Sukolegok. Di sini ada kolam renang, kolam pancing, dan lokasi outbond. Semakin lengkaplah piknik Anda setelah mencicipi hidangan enak di restonya yang berbentuk gubuk-gubuk kayu  eksotik.

wisata dan kuliner sidoarjo
kolam renang legok asri suko legok
suasana legok asri yang benar-benar asri (dok legok asri)
Oh ya sebelum menulis lebih jauh, sesungguhnya ada dua Legok Asri. Ada yang di Desa Panjunan, Kecamatan Sukodono, Sidoarjo, Jawa Timur dan ada yang di Raya Sukolegok, Kecamatan Sukodono, Sidoarjo, Jawa Timur. Kendati keduanya ada dalam satu "payung", namun beda fasilitas. Yang di Desa Panjunan itu restoran saja sedangkan yang di Raya Sukolegok lebih dari restoran. Yang saya posting ini adalah Legok Asri yang di Raya Sukolegok.

Alamat tepatnya di Jl. Raya Sukolegok, RT 12 / RW 4, Desa Suko Legok, Sukodono, Sidoarjo, Jawa Timur. Nggak di tengah Kota Sidoarjo, sih. Namun akses menuju lokasi ini cukup baik. 
 

Rumah saya cuma sejauh 2 km dari Legok Asri. Dulu, saya mengenal tempat ini cuma restoran enak, berkonsep alam dan eksotik Untuk para pengunjung kalau hari-hari libur ada live music di sini. Itu saja yang saya tahu.

Beberapa kali ke resto ini saya nggak pernah kepikiran kalau di dalamnya ada sarana-sarana wisata asyik. Ya, menikmati makan lesehan di gubuk-gubuknya saja saya sudah puas. Restoran Legok Asri memang tampil di depan sendiri dari kompleks Legok Asri seluas 3 hektare ini. Lagian waktu itu, sarana wisata lain belum ada promosinya. Brandingnya dulu cuma restoran. Padahal di dalamnya ada kolam renang, kolam pancing, dan lokasi outbond. 

Sampai akhirnya tetangga saya bawa perlengkapan pancing dan renang anaknya, saya tanya, mau ke mana. "Ke Legok Asri," jawabnya. Haaah..... ada kolam renangnya ternyata. Ada kolam pancingnya juga.

Singkat cerita, saya dan keluarga makin kenal dengan Legok Asri sebagai tempat rekreasi yang pas dengan biaya masuk akal. Sampai sekarang Legok Asri menjadi pilihan tempat berenang anak saya. Bahkan saya ada rencana ngeleskan anak saya renang di sini karena memang ada kursus renang mulai tingkat anak-anak sampai dewasa. Untuk mancing, kami sekeluarga nggak hobi sehingga jarang mancing (Hanya sering berswafoto di kolam pemancingannya).

Legok Asri bagaikan hutan elok di wilayah Sukolegok, Sidoarjo yang kini sudah penuh bangunan. Pohon-pohon rindang ada di sana-sini. Yang saya sukai adalah tanaman pandan raksasa dan sirih-sirihan. Apa ya nama latinnya? 

Di sini saya masih sering mendengar bunyi-bunyian serangga sebagaimana di desa saat sore menjelang malam. Binatang macam bebek, ayam dan kambing pun ada. Untuk anak-anak yang jarang melihat binatang seperti ini dalam keseharian seperti anak saya, Lehok Asri tempat paling tepat memperkenalkan binatang-binatang ini.
wisata dan kuliner sidoarjo
salah satu outbond yang diselenggarakan di legok asri

Fasilitas
Sampai di Legok Asri Anda disambut gubuk-gubuk tempat kulineran. Kalau nggak ingin kulineran dulu melainkan berenang, outbond, mancing, atau sekadar jalan-jalan, ada akses masuk berupa pintu pagar yang dijaga mbak-mbak ramah yang akan memberikan karcis untuk pengunjung yang masuk. Harga karcis per orang Rp 10.000. 


Apa saja yang ada di Legok Asri ?
1. Lahan seluas 3 hektar
2. Lapangan rumput dan pepohonan rindang
3. Danau seluas 5X lapangan tennis
4. Kolam renang seluas 24x12 meter
5. Gazebo dan bale untuk tempat barang / istirahat

Fasilitas ini sangat tepat, di samping untuk keluarga juga berbagai program komunitas, sekolah, dan kelompok.Kalau pengen nginap untuk kemping di Legok Asri bisa juga. Pengelola menyediakan program outbond dan kemping dengan harga terjangkau. Fasilitas menyesuaikan dengan paket-paketnya.


Harga Fasilitas Legok Asri
 
Tiket Masuk Lokasi : Rp   10.000,- / Orang
Flying Fox untuk anak: Rp 10.000 dan untuk dewasa Rp 20.000. Harga ini untuk per orang.
Tangkap Ikan untuk keluarga Rp 100.000,- / Keluarga, untuk anak-anak Rp 10.000 per anak
Renang: Rp   10.000,- / Orang
Sepeda Air:Rp   10.000,- / (Maks. 4 Orang)
Memancing: Rp    5.000,- / Orang (ikan ditimbang)
Tanam pohon: Rp   10.000,- / Orang
Giring Kambing: Rp   10.000,- / Orang
Foto di Lokasi: Rp 250.000,-
Sewa Aula/Lahan: Rp 250.000,- / jam
Sewa Tikar : Rp 5000 


Daftar Harga dan Fasilitas Camping
1. Rp 100.000,- / tenda 2. Masuk pukul 15.00 sampai besok paginya pukul 08.00 3. Pendamping selama berkemah 4. Makan + air mineral 2x 5. Bakar jagung saat api unggun

 
Daftar Harga dan Fasilitas Outbound (minim 25 orang)  
1. PAKET A
    Rp 100.000,- / Orang
    Fun Games, Flying Fox, Tangkap Ikan, Renang,
    Makan + Air Mineral, Jalan wisata di lokasi Outbound

    Kendaraan antar jemput khusus wilayah SBY - SDA  
2. PAKET B
    Rp 90.000,- / Orang
    Fun Games, Flying Fox, Tangkap Ikan, Makan + Air Mineral,
    Jalan wisata di lokasi Outbound

    Kendaraan antar jemput khusus wilayah SBY - SDA 
3. PAKET C
    Rp 75.000,- / Orang
    Fun Games, Flying Fox, Tangkap Ikan, Makan + Air Mineral,
    Jalan wisata di lokasi Outbound
4. PAKET D
    Rp 50.000,- / Orang
    Fun Games, Makan + Air Mineral,

    Jalan wisata di lokasi Outbound

Lokasi dan Arah
Kalau Anda dari arah Surabaya, melewati Jl Ahmad Yani (ada gedung JX Plasa), jaraknya 11 km. Dari sini lurus saja sampai di pom bensin Aloha, putar balik ke kanan. Betemu dengan Pabrik Maspion I, siap-siap belok di belokan pertama, Jl Aryo Bebangah. Lurus saja sampai ketemu toserba Jago II di sebelah kiri dan pojokan jalan. Anda belok kiri dan ikuti jalan lurus ke arah kanan, menuju Desa Suko. Dari Balai Desa Suko, lurus saja sampai ketemu Desa Suko Legok. Wisata Legok Asri ada di kanan jalan. 

kolam renang anak yang indah di legok asri, sukolegok, sidoiarjo


Kalau dari Sidoarjo, misalkan Anda dari Alun-alun Sidoarjo (11 km juga), terus saja ke utara (menuju arah Surabaya) sampai melewati bursa kupang yang ada di pinggir jalan di Gedangan. Setelah Bursa Kupang ada jalan belok kiri ke Jl Nangka, lurus, belok kanan ke Jl Ronggojalu, lurus sampai ketemu Jl Bohar, lurus sampai ketemu Jl Suko belok kiri, lurus saja, sampai ke Legok Asri. 


Senin, 06 Februari 2017

Minyak Tawon Oleh-oleh Wajib dari Makassar

Cuma mengigatkan, kalau kamu singgah, piknik, atau lagi ada kerjaan di Makassar, jangan bingung cari oleh-oleh atau suvenir untuk dibawa pulang. Beli saja minyak Cap Tawon yang dikenal dengan nama Minyak Tawon. Minyak gosok serbaguna ini memang asli dari Makassar. Jangan lupa, inilah suvenir dan oleh-oleh oleh-oleh yang paling realistis dan pasti kepakai. 

beli minyak tawon makassar
minyak tawon, suvenir atau oleh-oleh khas makassar (koleksi minyaktawon.net)
Siapa sih yang nggak kenal minyak Tawon? Kemasannya sederhana. Dari dulu sampai sekarang sama. Ya dikemas dalam botol sederhana. Tapi khasiatnya tidak sesederhana kemasannya. Sebagai minyak gosok, fungsinya boleh dibilang serbaguna. Bisa mengobati kulit yang terkena minyak panas, luka sayatan benda tajam, menyembuhkan lebam benturan, mengobati gigitan serangga, sakit gigi, sariawan, urat keseleo, pegal-pegal, sakit perut, sesak napas, muntah, dan masih banyak lagi. 

Saking populernya minyak ini sehingga kerap dipalsukan. Dan kalau sudah beli minyak tawon palsu, penyakit bukan tambah ringan, namun bisa sebaliknya, kan? 

Di gerai-gerai oleh-oleh khas Makassar di mana pun termasuk di Somba Opu, minyak tawon ini dijual. Kendati gerai-geraiyang tersebar di Makassar banyak juga yang mengkhususkan diri pada penjualan kerajinan ataupun kain khas Makassar, namun tetap saja minyak  Tawon tersedia. 

Ada dua jenis minyak tawon asli. Minyak tawon tutup merah dan minyak tawon tutup putih. Minyak tawon tutup merah tersedia dalam berbagai ukuran. Harganya relatif lebih murah dan tidak seberapa panas di kulit. Sedangkan minyak tawon tutup putih terasa panas dan meresap ke dalam otot. Cocok untuk pijat pegal dan keseleo. Dua-duanya khasiatnya sama kok.

Oh ya, jangan dikira karena biasa disebut Minyak Tawon, bahan dasarnya dari tawon. Tidak sama  sekali. Bahan minyak tawon cukup sederhana. Yakni minyak kelapa, minyak kayu putih, cengkeh, daun lada, jahe, kunyit, dan bawang. 

Minyak kelapa sebagaimana kita tahu mengandung vitamin A dan E berkhasiat menjaga kelembaban, kelenturan dan kelembutan kulit. Sebanyak 80 persen asal  lemak dalam minyak kelapa merupakan rantai pendek dan sedang, molekul kecil, mudah meresap di sel-sel tubuh. 

Minyak kayu putih padat kandungan minyak esensial untuk  infeksi yang dapat menghambat proses penyembuhan luka. Minyak kayu putih juga penghangat tubuh dan pereda rasa lelah. Cengkeh meredakan keluhan nyeri sendi dan bersifat antiseptik. Daun lada, jahe, kunyit dan bawang mengandung minyak atsiri yang berkhasiat anti kuman dan melancarkan sirkulasi darah.

Kendati bahan dasarnya kita kenal, namun ternyata nggak semudah itu meramu minyak gosok yang khasiatnya serupa minyak tawon. Pemilik PT. Tawon Jaya Makassar, pemroduksi minyak Tawon yakni pasangan Eddy Mattualy dan Yelly Kabopasangan menjelaskan bahwa khasiatnya untuk berbagai macam penyakit itu ada pada sebuah ramuan yang dirahasiakan. Minyak Tawon dibuat dan dipasarkan pertama kali oleh Lie A Liat (kakek dari Eddy Mattualy) tahun 1912 yang mendirikan perusahaan Boo Loeng. 

 Jadi waktu itu namanya bukan Minyak Tawon karena capnya TO Boo Loeng. Perusahaan dilanjutkan anaknya yakni Frans Bani Mattualy di tahun 1977. Tahun 1984, perusahaan obat T. O. Boo Loeng berubah nama menjadi PT. Tawon Jaya Makassar. 

Harga Minyak Tawon di Toko oleh-oleh Makassar: 
  • Minyak Tawon Tutup Merah 330 ml = Rp. 200.000/botol
  • Minyak Tawon Tutup Putih 330 ml = Rp. 425.000/botol

Sunyi yang Indah di Pantai Trianggulasi Alas Purwo

Kalau bagimu sepi itu indah dan kamu pengen santai di antara pasir dan debur ombak tanpa ada yang mengganggu, datanglah ke Pantai Trianggulasi yang berlokasi di Taman Nasional Alas Purwo, Banyuwangi.  Elok nian dalam kesendiriannya. Bagai "menempuh jalan sunyi".

pantai alas purwo
pantai trianggulasi, alas purwo, banyuwangi

pantai trianggulasi
melukis di pasir pantai trianggulasi
pantai trianggulasi alas purwo
pantai trianggulasi alas purwo
alpha savitri
pantai trianggulasi alas purwo, banyuwangi
Perjalanan dari pusat kota Banyuwangi ke Alas Purwo sendiri jaraknya 63 km. Sampai di Alas Purwo jalanan yang masih dominan batu-batu sedikit memperlama perjalanan, Rumah-rumah yang kami lewati cuma sedikit. Banyak di antaranya memiliki pamerajan (tempat pemujaan agama Hindu) di halamaan rumah.

Dari yang pernah saya baca, penduduk sekitar Alas Purwo merupakan pelarian Majapahit yang nggak mau takluk di bawah penguasa baru. Mereka lari ke Banyuwangi, bahkan sampai ke Bali dan Lombok. Mereka melestarikan tradisi lama yang kemudian bercampur dengan tradisi lokal.

Sebagai obyek wisata yang memiliki banyak spot wisata, Alas Purwo cukup"ramah" buat pengunjung. Di sana-sini ada papan petunjuk jalan sehingga kita nggak mudah tersesat meskipun di hutan yang cukup perawan sebagaimana Alas Purwo ini.

Hari itu Sabtu. Tempat-tempat wisata umumnya banjir wisatawan. Tapi tidak di Alas Purwo. Karena traveller yang datang ke sini adalah traveller dengan minat khusus, mungkin. .

Pantai Trianggulasi adalah pantai terdekat dari Gapura Alas Purwo. Kalau berkendara sampai di pura, berarti kamu sudah dekat dengan pantai ini.

Nggak tampak seorang pun di Pantai Trianggulasi kecuali  rombongan kami. Siang itu serasa Trianggulasi seakan kami miliki sendiri Oh ya, ada juga monyet-monyet di sekitar situ. Cukup jinak.

Kami teriak dan tertawa lepas di sini. Kami bermain ombak di sini. Kami panjatkan syukur, juga di sini.

***
Pantai Trianggulasi, secara administratif berada di bawah naungan Taman Nasional Alas Purwo, Banyuwangi. Letak persisnya di Desa Tegaldlimo. Kalau dari pos Rowo Bendo (pos pemberhentian pengunjung) jaraknya cuma 3 km ke arah tenggara.

Kenapa dinamai Trianggulasi? Sebenarnya nama ini berasal dari tugu pemetaan dan pengukuran yang tak jauh dari pantai itu. Hutan pantai ini sangat lebat. Tak heran banyak satwa di sini, termasuk monyet. Binatang-binatang ini selalu menyambut siapa pun tamu yang datang. Namun jangan khawatir karena mereka tidak agresif dan memungut apa saja bawaan kita, seperti pada spot wisata lain.

Pasir pantainya sebenarnya putih dan halus. Namun entahlah, di foto ini tampak coklat. Di kamera yang lain, justru tampak kekuningan. Trianggulasi sebenarnya memiliki formasi hutan yang sangat lengkap, didominasi pohon nyamplung, pandan laut, dan bogem. 

Saking sepinya dan saking kondusifnya lingkungan ini, pada April sampai November, menurut pihak Taman Nasional Alas Purwo, 4 jenis penyu yakni penyu belimbing, sisik, abu-abu, dan hijau mau bertelur di sini. Penyu memang pilih-pilih tempat untuk bertelur. Lingkungan yang sepi sangat disukainya. 

Saya melihat ada semacam pondok wisata di pantai ini yang kotor dan atapnya rusak. Sayang sekali lingkungan sebagus ini harus sedikit dikotori oleh hal itu.

Pantai ini hampir nol sampah buatan manusia macam plastik dan kertas. Kalaupun ada, sampah tersebut berasal dari bungkus-bungkus dupa yang tidak dibawa pulang pemiliknya. Pantai ini memang seringkali dipakai oleh kaum spiritualis untuk berdoa. Padahal harusnya, semua orang jangan meninggalkan apa pun di sini, juga di pantai-pantai lain, kecuali jejak kaki.

RUTE / LOKASI DARI PELABUHAN KETAPANG



RUTE ATAU LOKASI DARI ALUN-ALUN BANYUWANGI ATAU MASJID AGUNG BAITURRAHMAN



pantai trianggulasi
trianggulasi dekat hutan pantai
pantai trianggulasi alas purwo
pantai trianggulasi, alas purwo, banyuwangi
pantai trianggulasi als purwo
pantai trianggulasi, alas purwo, banyuwangi
pantai trianggulasi alas purwo
pantai trianggulasi, alas purwo, banyuwangi
wisata banyuwangi
pantai trianggulasi, alas purwo, banyuwangi



Pinisi, Kapal Kayu Melegenda dari Bulukumba

Belum lengkap plesir ke Sulawesi Selatan tanpa mengunjungi Desa Bulukumba. Di sinilah asal pinisi, kapal kayu tradisional yang melegenda di tingkat dunia. Sampai kini pun Desa Bulukumba tanpa pesaing di bidang pinisi. Dan tahukah kamu, proses pembuatan pinisi juga ditemani ritual-ritual khusus ?

wisata dan kuliner sulawesi selatan
kerangka pinisi di bulukumba Sulawesi Selatan

Pinisi yang semula merupakan kapal angkut barang, kini nge-hits di berbagai negara, khususnya Eropa, kapal kayu ini antara lain  dipakai sebagai kapal pesiar, bulan madu, restoran, dan tempat wisata. Pendeknya yang terkesan unik dan mewah. Pengusaha wisata di Bali, pun juga sudah menawarkan pinisi sebagai sarana berwisata bahari.  

Sejarah pinisi tercantum dalam naskah Lontarak I Babad La Lagaligo. Abad ke 14, Pinisi pertama  dibuat Sawerigading, Putera Mahkota Kerajaan Luwu untuk berlayar menuju negeri Tiongkok hendak meminang Putri Tiongkok yang bernama We Cudai. Sawerigading berhasil ke negeri Tiongkok dan memperisteri Puteri We Cudai. Setelah beberapa lama tinggal di negeri Tiongkok, Sawerigading kembali ke kampung halamannya dengan menggunakan Pinisinya ke Luwu. Menjelang masuk perairan Luwu kapal diterjang gelombang besar dan luluh lantak. Puing-puing badan perahu jatuh ke Desa Ara, layarnya jatuh ke Tanjung Bira. Isi perahu mendarat di Tanah Lemo.

Orang Ara memaknai, mereka harus bersatu-padu mengalahkan lautan. Sejak itu orang Ara menjadi spesialis pembuat perahu. Tidak berprofesi lain. Orang Bira yang memperoleh layar perahu belajar ilmu perbintangan dan tanda-tanda alam. Sedangkan orang Lemo-lemo adalah yang memiliki modal dan memakai perahu tersebut.

Tradisi pembagian tugas itu turun dari generasi ke generasi. Akhirnya ketiganya menemukan perahu pinisi yang bukan sekadar benda mati. Pinisi ada kaitannya dengan sistem budaya dalam masyarakat ini.

Memang, pinisi bukan satu-satunya kapal tradisional besar di berbagai peradaban dunia. Namun semua tradisi pembuatan kapal besar tersebut sudah tidak dilanjutkan karena teknologi memungkinkan untuk membikin yang dirasa lebih canggih. Inilah kehebatan orang Sulawesi Selatan yang tetap mempertahankan tradisi pembuatan pinisi sampai sekarang. Dan, justru inilah yang bikin pinisi semakin diburu, khususnya para pengusaha wisata bahari dalam dan luar negeri.

Pinisi sampai saat ini dibuat oleh tangan-tangan asli tanpa campur tangan piranti teknologi modern. Layar dan hembusan anginlah penggeraknya. Seluruh bagian kapal terbuat dari kayu dan dirakit tanpa memakai paku. Di tengah-tengah kapal ada 2 tiang setinggi 35 cm, dengan 7 buah layar jenis Sekunar yang terpisah-pisah dari depan hingga belakang. Meski terbuat dari kayu, kapal ini mampu menghadapi serbuan ombak dan badai di lautan luas.

***

Kelurahan Tanah Beru, Kecamatan Bonto Bahari, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan. Masukkan wilayah ini dalam jadwal wisata Anda. Di sinilah lokasi pembuatan pinisi. Di sini pula tersebar orang-orang lokal jenius yang membidani perahu legendaris ini. Untuk sampai ke Tanah Beru dari Makassar, Anda harus menempuh jarak 176 km. Dari Bulukumba masih 23 km-an.

wisata dan kuliner sulawesi selatan
kapal pinisi (indonesiaexplorer.net)

Perjalanan bisa ditempuh dengan monil pribadi atau angkutan umum yang mengarah ke pesisir Pantai Tenggara Sulawesi Selatan. Di pesisir pantai ini, banyak ditemui para pembuat pinisi tersohor. Mereka berasal dari Bugis. Keahlian ini diturunkan dari nenek moyang sejak ribuan tahun silam.

H. Rusdi Muliadi, seorang pengusaha Kapal Pinisi dari Kampung Tanah Lemo, Kecamatan Bonto Bahari, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan menyatakan, Bbhan utama pembuatan pinisi adalah kayu jati, kayu besi, kayu bithi, atau kayu alaba. Perakitannya, papan kayu saling disatukan dan dipaku dengan kayu sisa pembuatan badan kapal.


Kapal pinisi berukuran panjang 15-40 meter. Namun ukurannya tergantung si pemesan.  Proses pembuatan pinisi pun tergantung ukuran dan kapasitas angkut. Tapi umumnya selesai antara 1 sampai 2 tahun. Kalau kapasitas angkutnya 100 ton, selesainya setahun. "Kalau pembuatannya hanya 6 bulan. Yang lama finishingnya, karena ringan tapi rumit," ujar Rusdi.


Pinisi umumnya dibuat oleh tangan 10 ahli yang disebut Sawi, dipimpin satu orang, yang disebut Punggawa atau Kepala Tukang. Punggawa memimpin pembuatan pinisi tanpa ada catatan. Ukuran, desain kapal, ataupun hal-hal lain sudah tersimpan di kepala. Ia memperoleh ketrampilannya secara turun-temurun melalui lisan.

Pembuatan kapal pinisi disertai upacara adat mulai pemilihan kayu, penebangan sampai peluncurannya. Niatnya agar kapal ini bermanfaat besar bagi pemakainya, tidak lekas lapuk dan selamat dalam pelayaran-pelayarannya.

Berapa modal pembuatan satu pinisi? Relatif banyak juga. Rp. 2-3 Miliar . Tapi yang bikin ngiler, pinisi ini bisa laku Rp 5 miliar. Dipasarkannya di beberapa negara Eropa atau pengusaha wisata dalam negeri.