Sabtu, 04 Februari 2017

Yuk ke Karangsari, Petik Belimbing Sendiri

Kota Blitar identik dengan Belimbing. Dari kota inilah buah anti darah tinggi yang paling berkualitas dipasok ke berbagai penjuru tanah air. Kali ini saya posting pusat Agrowisata Belimbing di Karangsari, Blitar. Apa saja yang menarik di sini? 
wisata dan oleh-oleh blitar
suasana kebun agrowisata belimbing karangsari. bisa petik sendiri lo
Namanya Agrowisata Belimbing Karangsari. Alamatnya di Desa Karangsari, Kecamatan Sukoreja, Kota Blitar. Nggak sulit untuk ke sini karena lokasinya cuma sekitar 2,5 km dari Alun-alun Kota Blitar. Memasuki kawasan Agrowisata ada replika Belimbing raksasa. 

Boleh dikata, agrowisata inilah outletnya Desa Karangsari yang Belimbingnya besar-besar dan manis. Lebih besar dan lebih manis dari blimbing mana saja. Dengan membayar tiket Rp 2000 per orang, kamu sudah bisa masuk ke wilayah agrowisata Karangsari. Kalau ingin blusukan masuk ke kebun seluas 5 hektare dengan 2000 pohon, cukup bayar lagi Rp 10.000 per orang. Nikmati pakansi perkebunan di bawah pohon-pohon Belimbing rindang. Di Karangsari juga bisa dilihat budidaya Belimbing sampai penanganan pasca-panen. 

Oh ya, kamu juga bisa langsung petik buah ini sendiri dan mencicipinya di kebun. Pohon-pohonnya  nggak tinggi-tinggi sehingga bisa langsung petik tanpa harus naik ke pohon. Ingin membawa oleh-oleh Belimbing? Per kilogramnya Rp 10.000. Nggak cuma buah yang tampil di sini. Ada juga sirup, jus, manisan, permen, dan makanan lain dalam kemasan yang merupakan hasil olahan belimbing. 

Agrowisata ini mulai dirintis sejak 2007. Tetapi, peresmian agrowisata baru dilakukan sekitar 2013. Tempat wisata ini memanfaatkan potensi halaman warga Karangsari yang hampir semuanya ditanami belimbing.

Sekadar berbagi pengalaman, kalau pas ke Kota Blitar, saya rajin bawa oleh-oleh belimbing untuk saya bagikan ke teman-teman dan tetangga. Saya paling senang dengan ekspresi keterkejutan orang-orang yang menerima oleh-oleh saya karena dari fisiknya, belimbing Karangsari lebih besar daripada umumnya. Kadang satu belimbing beratnya 5 atau 6 ons. Fantastis bukan? Dan rasanya manis banget. 

Saya biasanya beli belimbing di Desa Karangsari pas malam hari. Aktivitas penanganan pasca panen sampai distribusi Belimbing dari Karangsari ke Jakarta, Surabaya dan kota-kota lain di Indonesia, bahkan sampai ke luar Pulau Jawa, sebagian besar ditangani kalau malam. Kalau sempat blusukan sampai di gang-gang kecilnya Karangsari saat malam, kamu akan menemui banyak truk gede atau mobil niaga lainnya nangkring di depan rumah-rumah penduduk. Berbagai aktivitas ramai dilakukan di rumah para pengusaha mulai pembungkusan belimbing, penimbangan, peletakan blimbing dalam boks-boks-nya, pemindahannya ke truk dan lain-lain.

Dari kesukaan saya makan dan bawa oleh-oleh Belimbing kalau pas ke kota Blitar, saya mengenal salah satu pengusaha atau pengepulnya yakni Tri Kholipah yang juga owner aneka produk olahan Blimbing dari Desa Karangsari Blitar. 

Dulu Kholipah cuma pekerja dari salah satu pengusaha Belimbing di Karangsari. Hingga akhirnya dia belajar menjadi wirausahawati dan lumayan sukses. Menurut Kholipah, kini Belimbing varitas Karangsari dikembangkan di berbagai tempat di Blitar, sampai ke pelosok. Sebagai pengepul, setiap hari ia menerima kiriman dari berabagai wilayah di Blitar untuk disalurkan ke kota-kota lain. Kalau mengandalkan Belimbing dari Desa Karangsari saja nggak cukup. Permintaan banyak banget. 

Lasem (Rembang), Juwana (Pati), Tangerang, serta Jakarta adalah rute utama Belimbing Kholipah. “Tiap hari kita kirim ke Jakarta, kecuali hari Minggu. Kalau ke wilayah Jateng seminggu dua kali,”kata Kholipah. 

Dalam sebulan perempuan yang mukim di Jl Rambutan, Karangsari, Kota Blitar ini bisa kirim 600 peti ke berbagai kota di Jawa, atau kira-kira 10 ton. Omsetnya Rp 150 juta setiap bulan. Bayangkah, berapa perputaran uang di Desa Karangsari yang dihuni sekitar 500 kk ini. Satu pengepul saja omsetnya segitu.

rute karangsari blitar
suasana kerja di produk pengolahan belimbing vitasari di Pusat Belimbing Karangsari Blitar
Sehari-hari Kholipah dibantu 15 karyawan yang seluruhnya warga sekitar. Beberapa di antara mereka perempuan berusia lanjut (lansia).

Tahun 2013, Kholipah mulai memproduksi produk olahan Belimbing untuk mensiasati bila harga anjlok pada musim mangga. Ia mengembangkan sirup dan dodol belimbing. Menyusul kemudian minuman sari buah belimbing, permen, serta kenyal kenyus. Yang terakhir itu adalah cemilan berbahan irisan buah belimbing yang rasanya mirip kurma. 

Proses pembuatan kenyal kenyus tidaklah rumit. Belimbing matang cukup diiris kecil-kecil, lantas direbut dengan air gula sekitar 1,5 jam. “Lalu ditiris selama semalam, setelah itu dijemur di bawah matahari langsung selama tiga hari,” jelas Kholip tentang cemilan kreasinya yang banyak disukai kalangan pejabat di Blitar itu.

Sedangkan sirup dan sari buah dibuat dari perasan buah belimbing. Dibanding produk sejenis yang lain, jamin Kholip, penganan buatannya lebih ’asli’. Misalnya sirup dan sari buah, murni dibuat dari air perasan belimbing. “Tidak ada tambahan air, walau setetes pun,” tandasnya.  Aneka makanan dan minuman dengan label Vita Sari itu sudah tenar di wilayah Blitar dan sekitarnya. 

Harga yang relatif murah menjadi nilai lebih produk-produk Vita Sari. Sirup per botol dibanderol Rp 15 ribu, minuman sari buah Rp 25 per dus (isi 32 gelas), dodol per dus kecil Rp 5 ribu, dus besar Rp 15 ribu, sedangkan kenyal kenyus Rp 15 ribu per bungkus isi 3,5 ons.  

Sejarah Belimbing Karangsari Blitar

Belimbing Karangsari merupakan salah satu produk unggulan Kota Blitar bidang pertanian yang dikembangkan sejak 1985 oleh tokoh petani bernama H Imam Surani.Beliau ini orang aktif dan memiliki kemampuan komunikasi yang baik.  

Awalnya, Imam Surani diberi belimbing (averoa carambola l.) oleh kerabatnya, Slamet. Tidak seperti biasanya, belimbing ini manis dan besar. Merasa tertarik, Imam lantas menanam bibit dari buah yang baru dimakannya tersebut. Ternyata hasilnya bagus, dan di luar dugaan laris dijual. Selanjutnya Imam mendapat bantuan dari kelurahan setempat senilai Rp 50 ribu untuk mengembangkan belimbing ‘temuannya’ tadi.   

oleh-oleh khas blitar
h. imam surani. pengembang varitas belimbing karangsari blitar
Lurah Karangsari kemudian mewajibkan setiap warganya untuk menanam belimbing di pekarangan masing-masing, minimal satu pohon. Upaya inilah yang menjadi cikal bakal lahirnya Kelurahan Karangsari, Kecamatan Sukorejo, sebagai sentra belimbing di Kota Blitar. Kelebihan buah satu ini adalah dapat dibudidayakan di lahan sempit, akarnya tidak merusak apabila berdekatan dengan bangunan, dan memiliki nilai ekonomi yang menjanjikan.   

Seiring berjalannya waktu, tanaman belimbing di Karangsari telah menunjukkan keandalannya dalam berproduksi dan memberikan sumbangan peningkatan kesejahteraan bagi warga setempat. Sentra tanaman Belimbing Karangsari berada di RW III, V dan VI, dengan luas lahan total 6 ha.
 
Saat ini di seluruh Kota Blitar terdapat 84.629 pohon Belimbing Karangsari dan 90-persennya berada di Karangsari. Ada tiga jenis belimbing yang dikembangkan warga Karangsari, yaitu F1, F2 dan F3. F1 merupakan generasi pertama dan bisa dikata masih asli, sementara dua lainnya adalah jenis baru hasil persilangan yang dilakukan petani.   

Berbagai Penghargaan:  
  • Sertifikat Produk Prima 3 dari Kepala Dinas Pertanian Provinsi Jawa Timur selaku Ketua Otoritas Kompeten dengan No. Reg. : 35 / 72-3-I / 04 / 001 / 10 / 2009 diterima Kelompok Tani Margomulyo sebagai pembudidaya Belimbing Karangsari yang telah menerapkan GAP ( Good Agricultural Practices ) sehingga belimbing yang dihasilkan layak dan aman untuk dikonsumsi dan dipasarkan. Sertifikat ini pula yang membuat Belimbing Karangsari bisa masuk ke supermarket besar seperti Giant, Superindo, dan Carrefour.  
  • Piagam Penerap Jaminan Mutu Hortikultura dan Pemenang Penghargaan Ketahanan Pangan Bidang Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian Tahun 2010. 
  • Terbaik Pertama Kategori Agribisnis, Anugerah Inovasi Teknologi  dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur Tahun 2013 diterima oleh   H Imam Surani yang melakukan persilangan varietas Belimbing Karangsari.  
  • Anugerah Produk Pertanian Berdaya Saing 2013 Kategori Produk Segar Berdaya Saing dari Kementerian Pertanian. 
  • Tahun 2013 seorang petani dan pengepul bernama Kawit diundang mengikuti konferensi belimbing tingkat Asean di Selangor, Malaysia, yang dilaksanakan Department  of Agriculture Malaysia  
  • Diterbitkannya buku Standar Prosedur Operasional (SPO) Belimbing Karangsari oleh Direktorat Budidaya Tanaman Buah, Dirjen Hortikultura, Departemen Pertanian pada Tahun 2005.  
Rute Agrowisata Belimbing Karangsari Kota Blitar

Kalau dari alun-alun Kota Blitar, kamu mesti ke arah tenggara. Seperti ini rute dan denahnya: 

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar