Kamis, 09 Februari 2017

Ini Dia 8 SItus Warisan Dunia Unesco di Indonesia

United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO) telah meresmikan 8 Situs Warisan Dunia di Indonesia. Apa saja dan di mana?

1. Candi Borobudur
wisata indonesia
candi borobudur (ensiklopediaindonesia.com)

Lokasi: 
Magelang, Jawa Tegah
Tahun ditetapkan: 1991
Bidang: Budaya

Siapa yang nggak kenal Candi Borobudur. Sebagaimana diketahui situs ini merupakan tempat pemujaan untuk agama Buddha terbesar di dunia. Yang termasuk dalam kompleks candi Borobudur adalah Candi Mendut dan Candi Pawon. Candi berbentuk stupa ini didirikan para penganut agama Buddha Mahayana sekitar tahun 800-an Masehi pada masa pemerintahan wangsa Syailendra.

Menurut situs wikipedia, Borobudur ditinggalkan pada abad ke-14 seiring melemahnya pengaruh kerajaan Hindu dan Buddha di Jawa serta mulai masuknya pengaruh Islam. Dunia mulai menyadari keberadaan bangunan ini sejak ditemukan 1814 oleh Sir Thomas Stamford Raffles, yang saat itu menjabat sebagai Gubernur Jenderal Inggris atas Jawa. Sejak saat itu Borobudur telah mengalami serangkaian upaya penyelamatan dan pemugaran. Proyek pemugaran terbesar digelar pada kurun 1975 hingga 1982 atas upaya Pemerintah Republik Indonesia dan UNESCO, kemudian situs bersejarah ini masuk dalam daftar Situs Warisan Dunia.

Borobudur kini masih digunakan sebagai tempat ziarah keagamaan; tiap tahun umat Buddha yang datang dari seluruh Indonesia dan mancanegara berkumpul di Borobudur untuk memperingati Trisuci Waisak. Dalam dunia pariwisata, Borobudur adalah objek wisata tunggal di Indonesia yang paling banyak dikunjungi wisatawan.

2. Subak

wisata bali
subak di bali (panduanwisata.com)

Lokasi: Bali
Luas: 19,520 ha  
Tahun ditetapkan: 2012
Bidang: Budaya

Subak boleh dikata metode pengairan sawah di Bali yang mengandalkan sistem kekeluargaan dan gotong-royong. sistem ekologi tradisional yang dikembangkan lebih dari 1000 tahun lalu ini dibuat untuk tidak melupakan Tri Hita Karana, yaitu hubungan antara manusia, bumi, dan para dewa.

Revolusi hijau telah menyebabkan perubahan pada sistem irigasi. Kini petani harus menanam padi sesering mungkin. Ini sangat berbeda dengan sistem Subak, yang mengutamakan semua kebutuhan petani.. Metode yang baru pada revolusi hijau memang awalnya berhasil baik, tapi kemudian ada masalah kekurangan air, hama dan polusi akibat pestisida baik di tanah maupun di air. Akhirnya ditemukan bahwa sistem pengairan sawah secara tradisional sangatlah efektif untuk menanggulangi kendala ini.

3. Taman Nasional Komodo

wisata pulau komodo
taman nasionalkomodo di nusa tenggara timur (sindonews.com)
Lokasi: Nusa Tenggara Timur (NTT)
Luas: 219,322
Tahun Ditetapkan: 1991
Bidang: Alami

Yang termasuk dalam wilayah Taman Nasional Komodo Pulau Komodo adalah Pulau Padar, Pulau Rinca, dan 26 pulau kecil lainnya. Taman nasional ini didirikan tahun 1980. Dulu memang dipakai pelestarian  Komodo (Varanus komodoensis), namun ini juga melestarikan hewan lain, termasuk hewan laut. Habitat Komodo sendiri dibatasi di Pulau Komodo, Pulau Rinca, Gili Motang, dan Flores.

4. Taman Nasional Lorenz 

wisata papua
puncak cartensz, taman nasional lorenz (tamannasional.org)


Lokasi: Papua
Luas: 2,350,000 ha
Tahun Ditetapkan: 1999
Bidang: Alami

Taman Nasional Lorenz ini masih alami karena belum banyak dipetakan, dijelajahi karena sangat luas. Banyak tanaman, hewan, dan budaya yang belum diketahui. Nana Taman Nasional Lorenz berasal dari Hendrikus Albertus Lorentz, yang pada tahun 1909, dalam  ekspedisinya yang ke-10 menjelajah di Taman Nasional ini.

Taman Nasional Lorentz merupakan perwakilan dari ekosistem terlengkap untuk keanekaragaman hayati di Asia Pasifik. Kawasan ini juga merupakan salah satu di antara tiga kawasan di dunia yang mempunyai gletser di daerah tropis Di samping itu lokasi ini juga kaya budata. Kebudayaan tersebut berumur 30.000 tahun. Suku-suku pedalaman yang berdiam antara lain Suku Nduga, Dani Barat, Suku Amungme, Suku Sempan dan Suku Asmat.

5. Candi Prambanan

wisata prambanan
candi prambanan (triptrus.com)
Lokasi: Jawa Tengah
Tahun Ditetapkan: 1991
Bidang: Budaya

Prambanan merupakan candi agama Hindu terbesar untuk memuja Trimurti yakni Dewa Shiwa, Wishnu, dan Brahma di Indonesia. Selain tiga bangunan utama candi, di sekitar Prambanan juga terdapat ratusan candi-candi lain seperti Candi Ratu Boko yang dikaitkan dengan legenda Roro Jonggrang, termasuk pula Candi Sewu, Candi Bubrah, dan Candi Lumbung. Prambanan dianggap salah satu candi terelok di Asia Tenggaea. Bentuknya tinggi, ramping dengan candi Siwa sebagai candi utama. Ketinggian mencapai 47 meter ddi tengah gugusan candi-candi lebih kecil.

6. Sangiran Manusia Prasejarah

wisata budaya jawa tengah
patug orang sangiran di museum sangiran
Lokasi: Jawa Tengah
Luas: 5,600
Tahun Ditetapkan: 1996
Bidang: Budaya

Lokasi situs sekitar 15 kilometer sebelah utara Surakarta di lembah Sungai Bengawan Solo. Secara administratif, kawasan Sangiran terbagi antara 2 kabupaten: Kabupaten Sragen (Kecamatan Gemolong, Kecamatan Kalijambe, dan Plupuh) dan Kabupaten Karanganyar (Kecamatan Gondangrejo).

Sangiran diakui oleh para ilmuwan sebagai situs sangat penting di dunia untuk mempelajari fosil manusia. 1883: Situs sangiran pertama kali ditemukan oleh P.E.C schemulling. Ketika aktif melakukan eksplorasi pada akhir abad ke-19, Eugene Dubois pernah melakukan penelitian di sini, namun tidak terlalu intensif karena kemudian ia memusatkan aktivitas di kawasan Trinil, Ngawi. Pada tahun-tahun setelahnya, berbagai penelitian dilakukan. Kini koleksi-koleksinya sebagian disimpan di Museum Purbakala Sangiran, tetapi koleksi-koleksi pentingnya pernah dikirim ke kawannya di Jerman. 

7. Hutan Hujan Tropis Sumatra

wisata taman nasional sumatra
kekayaan flora di taman nasional kerinci seblat (kawanbumi.org)
Lokasi: Sumatra
Luas: 2,5 juta hektare
Tahun Ditetapkan: 2004
Bidang: Alami 

Merupakan tempat pelestarian bagi kawasn tropis penting yang merupakan sumber mata air dan habitat dari beberapa spesies yang hampir punah seperti, Harimau sumatera, Orangutan sumatera, Gajah sumatera, dan Badak sumatera yang merupakan spesies Badak terkecil dan memiliki dua cula. Hutan Hujan Tropis Sumatra juga tempat bagi berbagai jenis tumbuhan endemik seperti, kantong semar, Rafflesia Arnoldi, dan bunga tertinggi Amorphophallus titanum. Selain memiliki keanekaragaman hayati yang tinggi, hutan hujan tropis Sumatera juga merupakan sumber mata pencarian bagi masyarakat yang tinggal di sana. Beberapa suku tinggal di hutan hujan tropis Sumatera, seperti suku Mentawai dan suku Anak Dalam. Singkatnya, hutan hujan tropis Sumatera berperan penting dalam stabilitas suplai air, ekologi, dan ekonomi, serta menekan pengaruh kekeringan dan kebakaran.

Terdiri dari 3 Taman Nasional di Sumatera, yaitu Taman Nasional Gunung Leuser, Taman Nasional Kerinci Seblat, dan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan.
  
8. Taman Nasional Ujung Kulon 

wisata taman nasional ujung kulon
badak jawa di taman nasional ujung kulon (wikipedia.co.id)
Lokasi:Banten
Luas: 122.956 Ha
Tahun Ditetapkan:1991
Bidang: Alami

Ujung Kulon adalah daerah pertanian pada beberapa masa sampai akhirnya habis seluruh penduduknya ketika Gunung Krakatau meletus pada tanggal 27 Agustus 1883. Akhirnya kawasan ini kembali menjadi hutan.

Kawasan Ujung Kulon pertama kali diperkenalkan oleh seorang ahli Botani Jerman, F. Junghun pada Tahun 1846, ketika sedang mengumpulkan tumbuhan tropis. Pada masa itu kekayaan flora dan fauna Ujung Kulon sudah mulai dikenal oleh para peneliti. Bahkan perjalanan ke Ujung Kulon ini sempat masuk di dalam jurnal ilimiah beberapa tahun kemudian. Semenanjung Ujung Kulon pada saat ini merupakan habitat terpenting dari Badak Jawa, yang populasinya diperkirakan ada 50-60 ekor, serta merupakan satu-satunya tempat di dunia di mana secara alami Badak Jawa mampu berkembang biak pada dekade terakhir ini. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar