Kamis, 23 Desember 2021

Pengalaman Snorkeling di Gili Ketapang, Probolinggo

Anakku sudah di tengah, gaes

Selfie di bawah laut gili ketapang
Di dalam lingkaran ada gude, di luar juga

Kali ini saya bagikan pengalaman kami snorkeling sambil selfie bersama ikan dan terumbu karang di kedalaman laut Pulau Gili Ketapang., Probolinggo Jangan khawatir, untuk yang nggak bisa berenang, tetap bisa melakukan aktivitas bawah laut dipandu para guide pantai yang ramah dan berpengalaman. 

Gili Ketapang letaknya di Desa Ketapang, Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur. Ini salah satu surga alam bawah laut di Jawa Timur, Surga bawah laut lainnya ada di Bangsring (postingan saya tentang Bangsring di sini) di Kabupaten Banyuwangi. Hanya saja, untuk mencapai Bangsring  nggak perlu naik perahu karena lokasinya memang ada di daratan Banyuwangi. Kalau untuk mencapai Gili Ketapang yang seluas 68 hektare ini, kamu harus naik perahu.

Selain di sini kamu bisa snorkeling dengan paket lengkap 100K per orang , kamu juga bisa cari paket yang asyik seperti Banana Boat, Video Graphy Drone, Kapal Private, Mancing, wisata Goa Kucing dll. Tapi jangan harap bisa nge-camp di sini karena wisayawan nggak boleh nginep. 

Saya menginggahi daratan berpasir putih mulus nan lembut ini dengan keluarga dan juga tim grudak-gruduk bahagia. Tim ini merupakan kelompok pejuang piknik kantor saya, yang hobi kemping dan melakukan aktivitas alam rame-rame. 

Kami semua bersama keluarga masing-masing, dari Sidoarjo beriringan menuju Probolinggo Sabtu siang. Sampai Probolinggo sore langsung menuju hotel melati di tengah kota yang telah kami booking seminggu sebelumnya, sekadar untuk singgah semalam. Harga per kamar Rp100.000. Malam minggu itu hanya rombongan kami penghuninya. Malam kami menyempatkan diri ke wisata Mangrove dan singgah di alun-alun Probolinggo.

Pagi hari Miggu sekitar pkl 9.00 kami bertolak menuju pelabuhan Tanjung Tembaga, Probolinggo. Letaknya nggak jauh dari Kota Probolinggo, kok. Ancar-ancar saja, kalau misalnya naik taxi online biayanya sekitar 50 ribu. 

Oh ya, bagi penyuka sejarah kolonial, Pelabuhan Tanjung Tembaga ini sudah tua usia dan menjadi saksi sejarah panjang penjajahan di Indonesia. Di era penjajahan Belanda, digunakan sebagai pelabuhan pantai untuk pelayaran antarpulau dan ekspor hasil perkebunan ke negara-negara Eropa. Saat Jepang berkuasa, Tanjung Tembaga adalah tempat pendaratan dan bongkar muat kapal perang. Saat ini pelabuhan ini adalah tempat bongkar muat kapal besar, pelabuhan antarpulau, dan pelabuhan ikan. 

Kembali ke perjalanan kami. Sampai di dermaga, kami disambut salah satu penyedia jasa tur snorkling Gili Ketapang yang seminggu sebelumnya sudah kami kontak dan pastikan kami akan datang. 

Pagi itu sekitar pkl 8.00, kami naik perahu mesin ramai-ramai. Cuaca cukup cerah dan kami menikmati naik perahu dengan happy. Sesekali burung-burung terbang rendah hampir mencapai perahu kami. Sesekali pula air membiru memerciki kami bila gelombang agak naik. Tapi secara umum nggak perlu khawatir karena air laut cukup tenang.

Perjalanan sekitar 30 menit kami lalui. Sampai di Dermaga kami senang banget. Ikan-ikan di dalam air bisa kami lihat dengan mata telanjang karena airnya tampak transparan. Ketika menginjakkkan kaki ke pasir, kelembutan benar-benar terasa pada pasir putih bersih tersebut. 

Pemandangan di sekitar Dermaga Gili Ketapang luar biasa indah. Kemudian oleh penyedia jasa layanan wisata setempat, kami dibawa ke  rest area yang terdiri dari joglo-joglo. Selama sejam kami beristirahat di situ  menunggu kapal tur yang membawa kami ke tengah laut untuk snorkling. 

Siang yang gerah tidak terasa karena angin dan pepohonan di sekitar joglo tersebut bertiup. Sebelum dibawa ke kapal tak jauh dari situ, kami di-breefing tentang apa saja yang wajib kami ketahui selama snorkeling. 

Saatnya tiba buat kami ke dermaga dan naik kapal untuk dibawa ke salah satu lokasi apik di laut. Di kapal kami memilih peralatan snorkeling dan jaket pelampung untuk dipakai. Dan, saat kapal dihentikan, semua penghuni kapal siap diterjunkan ke laut. Jangan khawatir soal keselamatan karena banyak banget pemandunya. Bahkan untuk yang tidak bisa berenang pun tidak usah risau karena akan diajarkan cara-cara untuk snorkling secara individu. Bahkan snorking di sini aman untuk anak-anak. 

Kami semua terjun dengan peralatan snorkeling dan melihat alam bawah laut yang benar-benar menakjubkan. Ikan-ikan berlarian ke sana-kemari di bawah, di antara terumbu karang yang elok. 

Puas snorkling di satu site, kami diajak snorkling di site lain dengan pemandangan bawah laut yang lain pula. Usai snorkeling di situ kami dibawa lagi ke site terakhir. Di sinilah masing-masing dari kami diambil gambar di bawah laut oleh pemandu wisata. Buat kamu yang nggak bisa berenang, sekali lagi nggak usah khawatir. Kamu tetap bisa memiliki foto kamu sedang in-action di bawah laut. Para pemandu akan memberikan panduan padamu. Nggak usah takut ya. Banyak kok dari kami yang nggak bisa berenang tapi memiliki foto bawah laut yang aduhai. 

Menjelang asar, kami selesai dan dibawa kembali ke joglo untuk menikati makan sore yang indah. Makan sepuasnya dengan lauk ikan dan sambal. Sampai sekarang pun saya terbayang kelezatan sambal yang dibikin para ibu di Gili Ketapang. 

Setelah puas makan kami pun pulang melalui Dermaga Gili Ketapang yang sangat elok di sore hari. Oh ya, foto-foto kami semua dari laut tadi diserahkan soft copynya oleh penyedia layanan lewat flashdisk yang kita bawa. Senja turun di pelabuhan. Kami diantar para kru yang sangat ramah, dibantu naik perahu untuk kembali ke Probolinggo. Langit kekuningan di sepanjang perjalanan begitu indah. Seindah pengalaman kami seharian di pulau kecil yang elok, Gili Ketapang.   

 

Sehabis snorkeling selfie dulu

Pasirnya kereeen


Sabtu, 18 Desember 2021

Menepi Sejenak di Lembah Indah Malang

lembah indah malang, glamping carani, wisata malang
Glamping Carani, Lembah Indah Malang
lokasi toilet lembah indah dibikin artistik begini


Kalau ingin ngadem di suasana tenang, jauh dari keramaian dengan yang tercinta, pilihlah Lembah Indah. Dan kamu nggak bakal menyesal. 

Kami membagi pengalaman menginap di Lembah Indah Malang. Kami kerasan di sini dan ingin kembali lagi. Pemandangan luar biasa, pengalaman menyepi luar biasa, makanan enak di resto, toilet bersih dan bagus, apa lagi yang kurang? Oh.. ada kekurangannya. Mini marketnya. Pas saya ke sana, siang sudah tutup. Padahal ini hari Sabtu, gaes. Pengunjung glamping tumpah. Sore mau cari camilan nggak ada dan harus keluar dari Lembah Indah. Tapi kekurangan itu nggak mengurangi kelebihan-kelebihannya. Saya dan keluarga betah di sini. 

Liburan di tempat sejuk dan jauh dari keramaian seringkali jadi pilihan keluarga kecil kami. Kali ini kami pilih  Lembah Indah Hotel and Resort, di lembah Gunung Kawi Malang. Kami baca di internet, Lembah Indah merupakan wisata alam di gunung Kawi ini. Sebuah konsep wisata yang cukup unik dengan memanfaatkan keindahan alam berupa lembah dan perbukitan yang dilengkapi dengan penginapan mini berupa Glamping (Glamour Camping).

Sampai hari H yang direncanakan kami belum booking karena ingin  memastikan tempat ini cocok atau nggak buat kami.  Kalau nggak cocok kami beralih ke tempat lain. 
 
Semula kami menyangka, untuk mencapai Lembah Indah jalanan cukup berliku dan naik turun tajam seperti di Batu, Malang. Ternyata tidak. Jalanan lumayan landai meski ada beberapa yang menanjak. Tapi nggak tajam.  

Nggak susah menemukan resort ini karena di jalan-jalan menuju ke sana banyak petunjuk resort ini. Nggak usah pakai GPS pun, nggak kesasar. Sebelum mencapai pintu lembah indah, terlebih dahulu melewati perusahaan terkenal Japfa. 

Kami datang sekitar pkl 10.00. Bahkan dari pintu masuk lembah indah, kami sudah memastikan bahwa kami akan liburan di sini. Pasti kamu akan berpendapat sama. Melihat lembah-lembah elok, dari gerbangnya saja sudah merupakan healing tidak terkira. Dan nun jauh di sana, tampak glamping-glamping menawan. Ingin langsung ke sana. 

Tapi di pintu masuk kami dihentikan petugas. "Maaf Bapak, Ibu, karena masih PPKM, tempat ini kami tutup, kecuali untuk yang ke resto dan menginap. Untuk ke Resto, deposit di sini Rp 150.000," kata petugas ramah. 

Sehabis membayar deposit resto  Rp 150.000, kami menuju kantor resepsionis. Kantor itu kecil dans ederhana saja. Tidak seperti lobi hotel pada umumnya. Hanya ada satu set tempat duduk. Di situ tersedia pula welcome drink berupa air jahe sere. 

"Maaf , kamar yang tersedia tinggal Glamping Carani, isi 6 orang. Glamping-glamping lain sudah habis. Vila juga habis."

Apa boleh buat, akhirnya kami harus menerima kenyataan bahwa kami akan menginap di glamping Carani dengan 6 bed. Semula kami menarget Glamping Dawala satu bed, yang pas untuk keluarga kecil.  "Nggak masalah, malah enak, bisa guling-guling di banyak kasur," kata anakku. 

Karena harga publish di lokasi lebih tinggi daripada di penyedia layanan akomodasi wisata via internet, saya pun pesan via internet saja. Di internet saya pesan yang tanpa breakfast karena kalau pesan dengan breakfast jatuhnya lebih mahal karena untuk 6 orang. Sedangkan kami hanya bertiga. Glamping Carani kami pesan seharga Rp 600 ribuan via internet.   

Hujan lebat mendera tempat ini. Kata petugas, setiap hari Gunung Kawi memang hujan. Kami menuju resto yang modelnya mirip joglo memanjang. Hidangannya aneka ragam. Kami bertiga pilih mie kuah, nasi goreng, dan ayam. Minumannya kami pilih yang wedang-wedangan. Total bertiga makan masih sisa banyak deposit kami. Oh ya, kami makan sambil menikmati pemandangan glamping indah di tengah-tengah lembah. Amboiiiii...

Setelah makan kami diantar petugas naik mobil menuju Glamping Carani, melewati glamping-glamping lain. Jarak antara glamping satu dan lain cukup jauh. Tibalah kami di Carani di lembah bawah. Kesan saya, Carani ini lingkungan glamping yang paling tenang dibandingkan glamping yang atas-atas. Mengingat glamping yang atas-atas tersebut pusatnya spot wisata. Kami bahagia banget. Apalagi dari lingkungan glamping kami, pemandangan sangat elok. 

Mobil kami parkir di tempat parkir yang tak jauh dari glamping dan deretan toilet yang bagus untuk warga Glamping Carani. Oh ya, kalau kamu nginap di Glamping Carani, toiletnya ada di kompleks toilet yang tak jauh dari glamping. Jadi nggak di dalam glamping. Tapi Lembah Indah juga menyediakan toilet di dalam dome untuk dome yang berisi hanya satu tempat tidur (Glamping Sasmaya dan Gkamping Dawala). 

Meski toilet luar, tapi banyak. Bagus dan bersih kok. Di dalamnya tersedia sabun cair. Toilet pria dan wanita dibedakan. Bahkan malam-malam mau ke toilet pun nggak masalah. Sudah kami buktikan. Anak saya yang usia 11 tahun bahkan nggak takut ke toilet sendirian pkl 2.30 dini hari. Toilet dekat pula dengan kantor petugas keamanan. 

Untuk setiap kamar, saat tiba sudah disediakan buah-buahan dalam satu piring besar. Anggur, buah per, apel, pisang dll. Di kamar juga ada air mineral, teh, kopi, gula, semuanya untuk 6 orang (karena meskipun hanya bertiga, kami membayar untuk Glamping Carani yang berisi 6 orang). 

Glamping Carani yang 36m2 ini (luasnya seperti rumah sederhana) beralaskan tikar dan diisi 6 buah kasur dan selimut. Ada AC, TV kabel, rak serbaguna, dan jemuran baju mini. Saat pertama kali membuka glamping ini, udara di dalam pengap. Kami membuka pintu glamping 20 menit dan udara sudah berangsur baik di Glamping. AC tidak kami nyalakan karena udara sudah sejuk. 

Saat kami di Carani, cuaca berkabut. hujan terus-terusan datang membuat kami bermalas-malasan sampai sore. Usai hujan senja hari, kami ingin jalan-jalan, keluar di sekitar Lembah Indah.

Hujan sore membuat jalanan semakin sepi. 1 km dari pintu gerbang lembah indah ada warung-warung kecil yang menyajikan kopi, snack dan mie instan. Kami mampir di salah satu warung untuk makan dan minum, sampai kenyang hehehe. Gerimis dan angin gunung membuat kami lapar dan lapar. 

Glamping Carani berisikan 6 orang. Para tetangga dome kami, rata-rata memang datang berombongan. Ada yang malam-malam berbeque bersama dan nyanyi-nyanyi. Tapi sekitar pkl 23.00 mereka sudah tidak ada suaranya. Mungkin karena udara dingin sehingga tidak kuat terus-menerus di luar.  Malam di sini dingin banget, gaes. Tapi asyik karena tidur ditemani bunyi serangga malam yang tidak mungkin kamu temui di kota besar. 

Time to Explore
Kami bangun pagi sekali sebelum matahari terbit. Ingin jalan-jalan, ada apa saja di sini. Menyusuri Lembah Indah. Oh ya, kalau niat jalan-jalan pagi di sini, jangan lupa bawa minum ya, karena arealnya luas dan naik turun. Apa yang saya dapati saat eksplore wilayah ini? 

1. Wilayah glamping-glamping lain selain Carani di sebelah atas sono. 
2. Villa yang cukup unik bangunannya, milik Lembah Indah. 
3. Peternakan sapi dan kambing
4. Tempat pembibitan tanaman termasuk hidroponik area
5. Restoran
6. Cafe
7. Resto
8. Taman bermain anak
9. Persewaan ATV
10. Kebun sayur organik
11. Supermarket
12. Kelompok-kelompok camping  di area camping dekat Glamping Carani

Saat Explore, saya juga melihat kelompok outbond yang bersukaria di sini. 

Daftar Tempat Menginap di Lembah Indah: 
1. Glamping Dawala
2. Glamping Carani 
3. Glamping Sasmaya
4. Vila Dipayana (2 unit)
5. Tenda-tenda camping
teras glamping carani
restoran lembah indah
sewa ATV di Lembanh Indah 100K


Kamis, 16 Desember 2021

Kalanganyar Sidoarjo, Surganya Pemancing


Moment yang asyik saat mancing adalah ketika kamu dapat ikan .  Nggak percaya? Simak pengalaman kami. Nggak cuma aku, suami dan anak suka mancing. Bahkan ibuku yang berusia 84 tahun pun antusias di pemancingan Kalanganyar. Mancing yang disukai ya Kalanganyar. 

Kalanganyar itu desa yang luas wilayahnya saja 2/3 terdiri dari tambak dan masuk di Kecamatan Sedati, Sidoarjo. Desa ini sebagai penghasilkan komoditas bandeng, udang windu dan terasi, kerupuk & olahan ikan bandeng.

Tambak-tambak di sini sebagian besar isinya bandeng. Tapi nggak tertutup kemungkinan kolam pemancingan menebar bibit-bibit ikan lain. Bandeng sini enak rasanya. Nggak rasa tanah. Kalau dinikmati empuk dan terasa kesegaran ikannya. 

Kalau belum pernah ke sini dan pengen mancing kamu pasti bingung mau pilih kolam pemancingan yang mana. Masalahnya banyak betul kolam pemancingannya. Milih yang model apa saja ada. Mulai model tambak yang sederhana sampai model resto, ada. Yang pengen mancing duduk di bagasi modil masing-masing, juga ada. Harganya juga enggak menguras dompet. Hampir flat untuk semua tambak. Dan pancing serta paletnya, kamu bisa sewa di sini. KIsaran harganya 5-10 ribu. Itu bukan pancing kayu. Pancingnya modern semua. 

Dulu kami sekeluarga nggak hobi mancing. Kalaupun ke kolam pemancingan, pastilah karena agenda lain.Misalnya agenda sekolah anak. Tapi tibalah saat sekeluarga lagi gabut di hari libur, Kami pun jalan-jalan sampai di daerah tambak di Kalanganyar Sidoarjo.

Musim panas, udara sedang cerah-cerahnya sehabis ashar. Kami disambut angin tambak yang segar di sore hari. Kiri kanan kami tambak sangat luas. Beberapa tambak tak berair. Mungkin baru dikuras karena masih basah. Ratusan burung bangau terbang rendah mencari makan di situ. Benar-benar pemandangan luar biasa. 
 
Di kios-kios sekitar tambak dijual aneka hasil laut termasuk yang olahan seperti terasi dan kerupuk. Kepiting-kepiting siap jual ingin rasanya kami borong semua. hahaha... Tambak-tambak di Kalanganyar dan Cemandi, baik yang di pinggir jalan maupun yang ada di dalam umumnya  dimanfaatkan sebagai kolam pancing. Baandeng adalah ikan yang umum di tambak-tambak ini. Tapi jenis ikan lain pun ada. Misalnya mujaer dan nila.Di sekitar tambak-tambak ini juga banyak warung-warung ikan bakar lengkap dengan jasa cabut durinya.  

Kolam-kolam pancing di Kalanganyer ramai pada Sabtu dan Minggu. Kami pernah memancing pada Jumat sekitar asar. kami cuma bertemankan beberapa pemancing di area berhektar-hektar. Banyak juga kolam pancing yang libur di hari Jumat.Tapi kalau Sabtu Minggu, wah... banyaaak betul yang mancing. Namun yang membahagiakan, kolam-kolam pancing yang sangat luas akan bisa menampung para mancing mania, dalam jumlah besar. 

Dijamin Dapat Ikan

Ikan-ikan yang cukup banyak di tambak tidak menyulitkan pemancing untuk mendapat ikan. Nggak usah para pemancing dewasa, yang anak-anak pun senang karena mereka memiliki pengalaman mancing dan mendapat ikan. Karena ikan yang ditebar banyak banget.

Pemandangan yang paling kusukai adalah, setiap sore, saat kolam pemancingan jelang tutup, satu jam sebelumnya pemilik atau petugas kolam pancing memberi makan ikan dengan makanan berember-ember dari satu tempat ke tempat lain dalam areal tambaknya. Ikan-ikan yang muncul di permukaan berpadu dengan sinar sang surya sore hari sungguh indah dilihat. 

Setelah puas mancing, ikan-ikan yang kamu dapat akan ditimbang. Kalau bandeng per kg ada di kisaran harga 35-40 ribuan. Ikan-ikan tersebut bisa langsung kamu bawa pulang ataupun dicabutkan durinya, Ada jasa pencabutan duri bandeng, per ikan sekitaran Rp 3000-4000. Kalau hasil pancingan  ingin dinikmati di Kalanganyer pun bisa. Kolam-kolam pancing hampir semuanya meyediakan jasa untuk itu.Kita tinggal tahu matang dan kita santapbersama nasi dan sambal yang lezat. Kita makan sambil menikmati sejuknya angin tambak di sore hari.

Untuk perkiraan, inilah biaya yang dikeluarkan bila ingin rekreasi di kolam pancing Kalanganyar. 

1. Biaya sewa pancing plus pakan ikan Rp 10.000

2. Biaya Cabut duri per bandeng: Rp 3.000 (biasanya kami mencabutkan duri 4 bandeng untuk dinikmati di sana, sisanya dibawa pulang), total Rp 12.000

3. Biaya bakar bandeng plus nasi, sambal, minum untuk 3 orang kurleb  Rp 100.000

Dapat banyaaak
Eyang pun senang di Kalanganyar

1 kg bandeng Rp 35.000