Sabtu, 18 Desember 2021

Menepi Sejenak di Lembah Indah Malang

lembah indah malang, glamping carani, wisata malang
Glamping Carani, Lembah Indah Malang
lokasi toilet lembah indah dibikin artistik begini


Kalau ingin ngadem di suasana tenang, jauh dari keramaian dengan yang tercinta, pilihlah Lembah Indah. Dan kamu nggak bakal menyesal. 

Kami membagi pengalaman menginap di Lembah Indah Malang. Kami kerasan di sini dan ingin kembali lagi. Pemandangan luar biasa, pengalaman menyepi luar biasa, makanan enak di resto, toilet bersih dan bagus, apa lagi yang kurang? Oh.. ada kekurangannya. Mini marketnya. Pas saya ke sana, siang sudah tutup. Padahal ini hari Sabtu, gaes. Pengunjung glamping tumpah. Sore mau cari camilan nggak ada dan harus keluar dari Lembah Indah. Tapi kekurangan itu nggak mengurangi kelebihan-kelebihannya. Saya dan keluarga betah di sini. 

Liburan di tempat sejuk dan jauh dari keramaian seringkali jadi pilihan keluarga kecil kami. Kali ini kami pilih  Lembah Indah Hotel and Resort, di lembah Gunung Kawi Malang. Kami baca di internet, Lembah Indah merupakan wisata alam di gunung Kawi ini. Sebuah konsep wisata yang cukup unik dengan memanfaatkan keindahan alam berupa lembah dan perbukitan yang dilengkapi dengan penginapan mini berupa Glamping (Glamour Camping).

Sampai hari H yang direncanakan kami belum booking karena ingin  memastikan tempat ini cocok atau nggak buat kami.  Kalau nggak cocok kami beralih ke tempat lain. 
 
Semula kami menyangka, untuk mencapai Lembah Indah jalanan cukup berliku dan naik turun tajam seperti di Batu, Malang. Ternyata tidak. Jalanan lumayan landai meski ada beberapa yang menanjak. Tapi nggak tajam.  

Nggak susah menemukan resort ini karena di jalan-jalan menuju ke sana banyak petunjuk resort ini. Nggak usah pakai GPS pun, nggak kesasar. Sebelum mencapai pintu lembah indah, terlebih dahulu melewati perusahaan terkenal Japfa. 

Kami datang sekitar pkl 10.00. Bahkan dari pintu masuk lembah indah, kami sudah memastikan bahwa kami akan liburan di sini. Pasti kamu akan berpendapat sama. Melihat lembah-lembah elok, dari gerbangnya saja sudah merupakan healing tidak terkira. Dan nun jauh di sana, tampak glamping-glamping menawan. Ingin langsung ke sana. 

Tapi di pintu masuk kami dihentikan petugas. "Maaf Bapak, Ibu, karena masih PPKM, tempat ini kami tutup, kecuali untuk yang ke resto dan menginap. Untuk ke Resto, deposit di sini Rp 150.000," kata petugas ramah. 

Sehabis membayar deposit resto  Rp 150.000, kami menuju kantor resepsionis. Kantor itu kecil dans ederhana saja. Tidak seperti lobi hotel pada umumnya. Hanya ada satu set tempat duduk. Di situ tersedia pula welcome drink berupa air jahe sere. 

"Maaf , kamar yang tersedia tinggal Glamping Carani, isi 6 orang. Glamping-glamping lain sudah habis. Vila juga habis."

Apa boleh buat, akhirnya kami harus menerima kenyataan bahwa kami akan menginap di glamping Carani dengan 6 bed. Semula kami menarget Glamping Dawala satu bed, yang pas untuk keluarga kecil.  "Nggak masalah, malah enak, bisa guling-guling di banyak kasur," kata anakku. 

Karena harga publish di lokasi lebih tinggi daripada di penyedia layanan akomodasi wisata via internet, saya pun pesan via internet saja. Di internet saya pesan yang tanpa breakfast karena kalau pesan dengan breakfast jatuhnya lebih mahal karena untuk 6 orang. Sedangkan kami hanya bertiga. Glamping Carani kami pesan seharga Rp 600 ribuan via internet.   

Hujan lebat mendera tempat ini. Kata petugas, setiap hari Gunung Kawi memang hujan. Kami menuju resto yang modelnya mirip joglo memanjang. Hidangannya aneka ragam. Kami bertiga pilih mie kuah, nasi goreng, dan ayam. Minumannya kami pilih yang wedang-wedangan. Total bertiga makan masih sisa banyak deposit kami. Oh ya, kami makan sambil menikmati pemandangan glamping indah di tengah-tengah lembah. Amboiiiii...

Setelah makan kami diantar petugas naik mobil menuju Glamping Carani, melewati glamping-glamping lain. Jarak antara glamping satu dan lain cukup jauh. Tibalah kami di Carani di lembah bawah. Kesan saya, Carani ini lingkungan glamping yang paling tenang dibandingkan glamping yang atas-atas. Mengingat glamping yang atas-atas tersebut pusatnya spot wisata. Kami bahagia banget. Apalagi dari lingkungan glamping kami, pemandangan sangat elok. 

Mobil kami parkir di tempat parkir yang tak jauh dari glamping dan deretan toilet yang bagus untuk warga Glamping Carani. Oh ya, kalau kamu nginap di Glamping Carani, toiletnya ada di kompleks toilet yang tak jauh dari glamping. Jadi nggak di dalam glamping. Tapi Lembah Indah juga menyediakan toilet di dalam dome untuk dome yang berisi hanya satu tempat tidur (Glamping Sasmaya dan Gkamping Dawala). 

Meski toilet luar, tapi banyak. Bagus dan bersih kok. Di dalamnya tersedia sabun cair. Toilet pria dan wanita dibedakan. Bahkan malam-malam mau ke toilet pun nggak masalah. Sudah kami buktikan. Anak saya yang usia 11 tahun bahkan nggak takut ke toilet sendirian pkl 2.30 dini hari. Toilet dekat pula dengan kantor petugas keamanan. 

Untuk setiap kamar, saat tiba sudah disediakan buah-buahan dalam satu piring besar. Anggur, buah per, apel, pisang dll. Di kamar juga ada air mineral, teh, kopi, gula, semuanya untuk 6 orang (karena meskipun hanya bertiga, kami membayar untuk Glamping Carani yang berisi 6 orang). 

Glamping Carani yang 36m2 ini (luasnya seperti rumah sederhana) beralaskan tikar dan diisi 6 buah kasur dan selimut. Ada AC, TV kabel, rak serbaguna, dan jemuran baju mini. Saat pertama kali membuka glamping ini, udara di dalam pengap. Kami membuka pintu glamping 20 menit dan udara sudah berangsur baik di Glamping. AC tidak kami nyalakan karena udara sudah sejuk. 

Saat kami di Carani, cuaca berkabut. hujan terus-terusan datang membuat kami bermalas-malasan sampai sore. Usai hujan senja hari, kami ingin jalan-jalan, keluar di sekitar Lembah Indah.

Hujan sore membuat jalanan semakin sepi. 1 km dari pintu gerbang lembah indah ada warung-warung kecil yang menyajikan kopi, snack dan mie instan. Kami mampir di salah satu warung untuk makan dan minum, sampai kenyang hehehe. Gerimis dan angin gunung membuat kami lapar dan lapar. 

Glamping Carani berisikan 6 orang. Para tetangga dome kami, rata-rata memang datang berombongan. Ada yang malam-malam berbeque bersama dan nyanyi-nyanyi. Tapi sekitar pkl 23.00 mereka sudah tidak ada suaranya. Mungkin karena udara dingin sehingga tidak kuat terus-menerus di luar.  Malam di sini dingin banget, gaes. Tapi asyik karena tidur ditemani bunyi serangga malam yang tidak mungkin kamu temui di kota besar. 

Time to Explore
Kami bangun pagi sekali sebelum matahari terbit. Ingin jalan-jalan, ada apa saja di sini. Menyusuri Lembah Indah. Oh ya, kalau niat jalan-jalan pagi di sini, jangan lupa bawa minum ya, karena arealnya luas dan naik turun. Apa yang saya dapati saat eksplore wilayah ini? 

1. Wilayah glamping-glamping lain selain Carani di sebelah atas sono. 
2. Villa yang cukup unik bangunannya, milik Lembah Indah. 
3. Peternakan sapi dan kambing
4. Tempat pembibitan tanaman termasuk hidroponik area
5. Restoran
6. Cafe
7. Resto
8. Taman bermain anak
9. Persewaan ATV
10. Kebun sayur organik
11. Supermarket
12. Kelompok-kelompok camping  di area camping dekat Glamping Carani

Saat Explore, saya juga melihat kelompok outbond yang bersukaria di sini. 

Daftar Tempat Menginap di Lembah Indah: 
1. Glamping Dawala
2. Glamping Carani 
3. Glamping Sasmaya
4. Vila Dipayana (2 unit)
5. Tenda-tenda camping
teras glamping carani
restoran lembah indah
sewa ATV di Lembanh Indah 100K


Tidak ada komentar:

Posting Komentar